Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDES WITH THE BEHAVIOR OF TBC SUFFERERS IN THE HEALING PHASE AT THE DOTS CLINIC, RS X Yulyanti Putri Pratiwi; Indriati Kusumaningsih; Paramitha W. N. M
Jurnal Keperawatan Malang Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v7i1.163

Abstract

Background: Tuberculosis is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with the behavior of TB sufferers in the healing phase at the DOTS clinik, RSCK Tzu Chi. Methods: This study was a descriptive correlative study using cross sectional approach. The sample of this research is the TB sufferers who seek treatment at the DOTS clinic of RSCK Tzu Chi with 75 respondents. Sampling method used was questionnaire, univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis used Chi-Square test. With significance p value <0,05. Results: The result of this study showed that there was no significant relationship between knowledge (p 0,051) presentage good knowledge responden 66.7% ,and attitudes (p 0,152) with behavior of TB sufferer, presentage good attitude responden 69.3%. Conclusion: The advice given is to be a positive input and can provide counseling to TB sufferers that are held once a month, in order to increase understanding of TB patients.
Pendampingan Ibu Menyusui Online pada Masa Pandemi Covid-19 di Sejabodetabek, Jateng dan Labuan Bajo Regina Vidya Trias Novita; Indriati Kusumaningsih; Kornelia Fatima Gunsim
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2020): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i2.21

Abstract

Pemberlakuan social distancing dan meminalisasi kunjungan ke fasilitas kesehatan pada masa pandemic ini membuat ibu postpartum dalam kegiatan menyusui mengalami kesulitan untuk mendapatkan bantuan praktis. Pendampingan ibu menyusui dilakukan selama bulan Mei 2020. Terdapat 20 Ibu menyusui dengan bayi 0- 6 bulan adalah prioritas dalam pendampingan ini agar dapat sukses menyusui dan melanjutkan sampai 2 tahun. Metode pelaksanaan pendapingan yang dilakukan adalah mengumpulkan ibu dengan memberikan informasi melalui leaflet, kemudian memfasilitasi melalui google formulir untuk mengetahui identitas ibu menyusui dan merumuskan masalah selama menyusui dalam masa pandemic. Pembentukan whats-app group untuk menjawab permasalahan yang dihadapi dan pemberian materi melalui platform zoom. Hasil pendampingan ibu menyusui terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 70% (14) orang ibu memiliki pengetahuan cukup dan 30% (6) orang ibu memiliki pengetahuan baik. Setelah dilakukan pendampingan selama satu bulan menunjukkan 95% (19) orang ibu memiliki pengetahuan baik dan 5% (1) orang masih berada di tingkat pengetahuan cukup. Pada tingkat kepercayaan diri menyusui sebelum pendampingan skor 58.55, setelah pendampingan 64 dari nilai total skor 70. Adanya peningkatan pengetahuan yang diiringi kepercayaan diri ibu menyusui merupakan hasil dari pendampingan konselor ASI dalam memberikan asuhan yang berkualitas. Metode daring merupakan metode yang dapat digunakan untuk memfasilitasi ibu menyusui untuk dapat memenuhi 1000 Hari pertama kehidupan
Peningkatan kapasitas kader di desa Wisata Margaluyu mengenai perilaku hidup bersih dan sehat Sondang Ratnauli Sianturi; Indriati Kusumaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26253

Abstract

Abstrak Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu hendaknya menjadi kesadaran seluruh masyarakat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mencegah munculnya penyakit sekaligus meningkatkan produktifitas. PHBS merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap individu. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Margaluyu dengan sasaran kegiatan yaitu kader kesehatan sebanyak 15 orang yang dilakukan pada 1-2 Maret 2024. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dengan media power point. Hasil implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu didapatkan data bahwa sebagian besar kader berusia pada rentang dewasa pertengahan yaitu usia 41-60 tahun sebanyak 53,3%, memiliki jenis kelamin perempuan 100% dan memiliki latar belakang SMP sebesar 86,6% serta peningkatan pengetahuan kategori baik 26,7% menjadi 90%. Dari hasil praktek mencuci tangan yaitu 100% kader dapat melakukan dengan baik. Edukasi kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan akan berdampak pada perilaku yang positif dari kader dan masyarakat. Kata kunci: kader; phbs; mencuci tangan; edukasi Abstract Maintaining and improving individual health should become the awareness of the entire community and be implemented in daily life so that it can prevent the emergence of disease whole increasing productivity. PHBS is a step that must be taken to achieve optimal health for each individual. This activity was carried out in the Margaluyu Tourism Village with the target activity being 15 cadres which was carried out on March 1st – 2nd , 2024. The method used is the lecture method using power point media. The results of the implementation of community service activities include data that the majority of cadres are in the middle adult range, namely 41-60 years old, 53.3%, 100% female and 86.6% have a junior high school background and an increase in category knowledge. either 26.7% to 90%. From the results of the practice of washing hands, 100% of cadres can do it well. The health education provided can increase knowledge and will have an impact on positive behavior from cadres and the community. Keywords: cadres; phbs; hand hygiene; education