Maratusyolihat Maratusyolihat
STAI KH. Abdul Kabier

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN PEMBINAAN AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NUR EL-FALAH KUBANG PETIR SERANG Magfirotul Fatha; Maratusyolihat Maratusyolihat
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 5, No 01 (2022): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36670/alamin.v5i01.148

Abstract

Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi manajemen pembinaan akhlak di Pondok Pesantren Nur El-Falah Kubang Petir. Secara metodologis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mencari, menganalisis dan membuat interpretasi data yang ditemukan melalui studi dokumen, wawancara dan pengamatan. Data yang telah dikumpulkan diperiksa keabsahannya melalui standar keabsahan data berupa keterpercayaan, keterandalan dan konfirmatif. Teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan mereduksi, menyajikan dan membuat kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan manajemen pembelajaran akhlak dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang penjabarannya melalui standar isi menjadi analisis mata pelajaran yang dilaksanakan oleh guru bidang studi akhlak tertata dengan baik sehingga pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. 2) Pada proses pelaksanaan, melaksanakan kegiatan pembelajaran dan muatan tambahannya dengan memberdayakan guru, pegawai dan sarana yang ada dikelas sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada. 3) Pada pelaksanaan proses pengawasan yang dilaksanaan seiring dengan proses pembelajaran dilakukan dengan terjadwal dilakukan oleh pimpinan pondok melalui program monitoring dan supervisi. 4) Evaluasi manajemen pembelajaran akhlak dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan pembelajaran siswa setiap harinya sehingga apabila ada siswa yang belum mencapai target pembelajaran dapat dilakukan tindakan khusus, terutama afektif dan psikomotorik