Alfred Jonathan Susilo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI PARAMETRIK DENGAN RESPONS SPEKTRUM TERHADAP DEFORMASI DINDING DIAFRAGMA PADA BASEMENT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Kenny Erick; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16659

Abstract

There are various dynamic loads acting on basement structure of building, for example earthquake load. It can be influenced by many parameters, both structural and soil parameters. Therefore, the effect of variation of the structural and soil parameter values on the response of basement structure due to earthquake load will be analyzed. Thus, it can be seen the influence of studied parameters on the response of the basement. The deformation of diaphragm wall will be the focus in this study. This research will be using Midas GTS NX program in modelling the basement structure of the building and the surrounding soil using the finite element method. The analyzed basement structure consists of flat slab, diaphragm wall, king post, raft, and pile foundation. Earthquake load will be analyzed using the response spectrum method based on data of Jakarta. From the analysis, it is found that the parameters that affect the deformation of the diaphragm wall are the soil’s modulus of elasticity, soil’s density, soil’s poisson ratio, diaphragm wall’s thickness and concrete’s quality of diaphragm wall. Soil’s modulus of elasticity has greatest influence on deformation changes, which is 30,29%, while concrete’s quality of diaphragm wall has smallest influence, which is 0,027%.Terdapat berbagai macam beban dinamik yang bekerja pada struktur basement sebuah bangunan, misalnya adalah beban gempa. Respons struktur akibat beban gempa tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak parameter, baik parameter struktural maupun parameter dari tanah. Maka, pada penelitian ini akan dianalisa efek variasi nilai parameter struktur dan tanah terhadap respons dari struktur basement akibat beban gempa. Dengan demikian, dapat diketahui pengaruh berbagai parameter terhadap respons struktur basement. Respons struktur yang diteliti adalah deformasi dari dinding diafragma. Penelitian ini akan dilakukan dengan bantuan program Midas GTS NX dalam memodelkan struktur basement bangunan dan tanah disekitarnya dengan metode elemen hingga. Struktur basement yang dianalisa terdiri dari pelat tipe flat slab, dinding diafragma, king post, raft, dan fondasi tiang. Beban gempa dianalisa dengan metode respons spektrum berdasarkan data wilayah Jakata. Dari hasil analisa diperoleh bahwa parameter yang berpengaruh pada deformasi dinding diafragma adalah modulus elastisitas tanah, berat jenis tanah, poisson ratio tanah, tebal dinding diafragma dan mutu beton dinding diafragma. Modulus elastisitas tanah memiliki pengaruh pada perubahan deformasi yang paling besar yaitu 30,29%, sedangkan mutu beton dinding diafragma memiliki pengaruh yang paling kecil yaitu 0,027%. 
ANALISIS EFEKTIVITAS MICROPILE DAN STRAUSS PILE UNTUK MEMPERBESAR DAYA DUKUNG FONDASI Marco Chandra Winata; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16655

Abstract

Daya dukung fondasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam beridirinya suatu bangunan. Hal ini disebabkan daya dukung fondasi lah yang membuat fondasi mampu untuk menahan beban yang tersalurkan dari struktur atas bangunan. Dalam menghitung daya dukung fondasi tentu saja harus mencari mendesain fondasi yang memiliki daya dukung aman sehingga bangunan tersebut pun akan berdiri dengan aman. Dalam memperhitungkan daya dukung dari fondasi perlu diketahui efektivitas tiang fondasi. Pada skripsi ini terjadi suatu kasus dalam penambahan lantai bangunan sehingga membutuhkan tambahan daya dukung dan tiang yang digunakan untuk menambah daya dukung inipun berbeda dari tiang utamanya. Tiang yang akan digunakan untuk menjadi tiang sisipan adalah micropile dan strauss pile. Kedua tiang sisipan tersebut akan dibandingkan jika disisipkan dengan jarak 1,5D dari tiang utama. Dalam menentukan daya dukung tambahan ini maka diperlukan perhitungan efisiensi kembali untuk mengetahui tiang yang paling baik dijadikan tiang sisipan. Hasil dari analisis diketahui bahwa dengan penggunaan satu tiang sisipan micropile sudah mampu untuk mencapai daya dukung yang diinginkan dan untuk strauss pile dibutuhkan 7 tiang sisipan tambahan untuk mencapai daya dukung yang diinginkan. Dari hasil analisa juga diperoleh bahwa reduksi daya dukung tiang strauss pile lebih besar dikarenakan jarak tiang yang saling berdekatan satu sama lain. Sehingga jika dibandingkan micropile lebih efektif digunakan menjadi tiang sisipan.
PENGUJIAN TANAH EKSPANSIF DENGAN SKALA MODEL MENGGUNAKAN KAYU DOWEL SEBAGAI PENGGANTI DINDING PENAHAN TANAH Richard Samuel; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8749

Abstract

Foundation is one of the most important thing in a construction. The frequently used foundation in construction is pile foundation. In Indonesia  the used of pile is adapt by the condition and quality of the soil. Indonesia had many types of soil, and one of them is expansive soil. Expansive soil is a type of clay that had a swelling and shrinkage potential where the swelling happen when the water content is increase and shrink when the water content decreased. One of the mineral that can cause swelling is montmorillonite mineral in expansive soil. The chemical chain between particles that influenced by the increase of water content is causing montmorillonite mineral to swell. The focus of this research is lateral movement that happened to pile as an effect of the swelling properties in expansive soil. This analysis will also inform the effectiveness on using different size and number of pile in expansive soil. Fondasi merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu konstruksi. Salah satunya yang sering digunakan pada proses pelaksanaan konstruksi adalah fondasi tiang pancang. Di Indonesia sendiri penggunaan fondasi tiang pancang disesuaikan dengan kondisi dan kualitas dari tanah yang ada. Indonesia memiliki berbagai macam tipe dan jenis tanah yang berbeda, salah satunya adalah tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan jenis lempung yang memiliki daya pengembangan dan penyusutan dimana pengembangan tersebut terjadi jika adanya penambahan kadar air dan menyusut ketika terjadi pengurangan kadar air. Salah satu yang dapat menjadi penyebab terjadinya pengembangan adalah kandungan mineral montmorillonite yang terdapat pada tanah ekspansif. Ikatan kimia antar partikel yang dipengaruhi oleh adanya peningkatan kadar air tanah menyebabkan mineral montmorillonite pada tanah ekspansif tersebut akan mengembang. Analisis yang dilakukan akan berfokus pada pergeseran lateral yang terjadi pada  tiang pancang sebagai akibat dari dampak pengembangan yang terjadi pada tanah ekspansif. Analisis ini juga menghasilkan efektivitas pada penggunaan ukuran dan jumlah tiang pancang ditanah ekspansif.
Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif Kevin Trianto Chiarli; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10545

Abstract

With the growth of occupation and technological developments, the shape of the building has also changed over time. Changes in the shape of the building bring the need for strength to certain styles and changing moments. Therefore, the foundation as the lower part of the structure as well as the support for the building must be able to withstand the forces that occur. Precast pile foundation is one type of deep foundation that is commonly used today. However, because the foundation is casted outside the field, there is a length limit on the foundation due to transportation, and so on. The foundation connection is a means of unifying precast piles to achieve the desired piling depth. Planning of pile foundation joints is necessary because some types of joints have a reduction in strength that allows failure of the foundation structure. The selection of the right type of connection can result in an efficiency of the needs at a cost. Therefore, the step of determining the type of precast pile connection should be emphasized more to the project development parties. Dengan adanya pertumbuhan pendudukan dan perkembangan teknologi, bentuk bangunan dari waktu ke waktu juga mengikuti perubahan yang terjadi. Perubahan bentuk bangunan tersebut membawa kebutuhan kekuatan terhadap gaya dan momen tertentu berubah. Maka dari itu, fondasi sebagai struktur bagian bawah sekaligus penopang bangunan harus mampu menahan gaya-gaya yang terjadi. Fondasi tiang pancang pracetak merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang umum digunakan sekarang ini. Namun, dikarenakan fondasi cetak terlebih dahulu di luar lapangan, terdapat batasan panjang pada fondasi tersebut akibat dari segi transportasi, dan sebagainya. Sambungan fondasi merupakan sarana pemersatu tiang pancang pracetak untuk mencapai kedalaman pemancangan yang diinginkan. Perencanaan sambungan fondasi tiang pancang diperlukan karena beberapa jenis sambungan memiliki reduksi kekuatan yang memungkinkan terjadinya kegagalan pada struktur fondasi. Pemilihan jenis sambungan yang tepat dapat menghasilkan suatu efisiensi terhadap kebutuhan dengan biaya yang dikeluarkan. Maka dari itu, langkah penentuan pemilihan jenis sambungan tiang pancang pracetak harus lebih ditekankan kepada para pihak pembangunan proyek.