Chaidir Anwar Makarim
Universitas Tarumanagara

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS ALTERNATIF PERANCANGAN DESAIN DALAM PEMBANGUNAN JALAN DI ATAS TANAH GAMBUT Fendy Hartanto; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8384

Abstract

The construction of a new capital city will be carried out in Kalimantan where there is a lot of land covered with peat soils. Peat soils might cause a lot of problems during construction projects, because peat soils usually have a weak shear strength and high permeability. In this case there will be a road construction with width of 12 meters and length of 20 meters on peat soils. To overcome this problem there are some solutions by using piles until it reached its needed bearing capacity or soil replacement will work as well, because not only its increasing its strength but it also prevent peat soils from catching fire since dry peat soils is quite flammable which happens in dry weather. From these methods there are advantages and disadvantages and will be analised which methods is better to be done for this road construction that is on peat soils. Calculations for piles will be done with program PLAXIS 2D to get the total displacements/settements to get the number of piles and dimensions, and for soil replacements will be counted by its soil volume that need to be replaced. The results will be reference to conclude which methods will be most suitable for this case.  Pembangunan ibu kota baru akan dilaksanakan di Kalimantan dimana disana terdapat banyak sekali tanah gambut. Tanah gambut bisa menjadi masalah ketika kita sedang melakukan pembangunan konstruksi karena tanah gambut biasanya memiliki kekuatan geser yang kecil dan permeabilitas yang tinggi. Pada kasus kali ini akan dibangun jalan selebar 12  meter dengan panjang 20 meter yang terdapat tanah gambut dibawahnya. Untuk mengatasi masalah tanah gambut ini bisa diterapkan beberapa metode yaitu dengan memancang di tanah gambut dengan tiang pancang hingga mencapai tanah keras yang berada dibawahnya, soil replacement juga bisa menjadi suatu solusi karena selain membuang tanah gambut itu sendiri yang dimana cukup berbahaya dikarenakan mudah terbakar ketika musim kering, tetapi juga meningkatkan kekuatan dari daya dukung tanah itu sendiri. Dari kedua metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan akan dianalisis metode apa yang lebih baik dan sesuai dalam membangun konstruksi jalan yang melintasi tanah gambut sepanjang 20 meter. Perhitungan tiang pancang menggunakan program PLAXIS 2D untuk membantu mendapatkan nilai total penurunan dan jumlah tiang dan ukuran yang dibutuhkan dan untuk metode soil replacement akan dihitung volume tanah yang akan dikeruk dan ditimbum Kembali. Hasil pengolahan data dari perhitungan akan menjadi acuan sebagai pembanding metode apa yang sesuai dalam kasus kali ini.
PERKUATAN TANAH DENGAN METODE SAND COMPACTION PILE PADA TANAH GAMBUT DAN ALUVIAL Lea Karen Tanudjaya; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.11112

Abstract

Construction on the peat soil and alluvial soil will increase rapidly in the future, if we don’t know the characteristics of the soil, construction problems and failures will occur. Peat soil and alluvial soil has a very low bearing capacity, so they have a very large settlement. Alluvial soil and any other sandy soils has a very low bearing capacity, just like peat soil, and sandy soil has a highly potential of liquefaction. This research is to find out whether Sand Compaction Pile method can improve the bearing capacity of the peat and alluvial soil, and prevent liquefaction in sandy soil. In this case study, we only focus to one bore hole that has a peat layer above the alluvial layer and then improve it with Sand Compaction Pile method. Comparing the bearing capacity results, before and after the improving, with Sand Compaction Pile method, we can find out whether the Sand Compaction Pile can be used for the soil improving method on the peat and alluvial soil. Pembangunan di atas tanah gambut dan tanah aluvial akan meningkat secara drastis kedepannya, apabila kita tidak mengetahui karakteristik dari tanah tersebut maka akan banyak masalah da/atau kegagalan konstruksi. Tanah gambut dan tanah aluvial memiliki daya dukung yang rendah sehingga akan mengakibatkan terjadinya penurunan yang besar. Tanah aluvial atau tanah berpasir lainnya juga memiliki daya dukung yang rendah dan kemungkinan potensi terjadinya likuefaksi sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan metode Sand Compaction Pile (SCP) dapat memperbaiki parameter tanah, meningkatkan daya dukung dari tanah gambut dan tanah aluvial, dan mencegah potensi terjadinya likuefaksi pada tanah berpasir. Studi kasus ini lebih difokuskan terhadap salah satu bor log yang memiliki lapisan gambut yang tebal dan kemudian di perbaiki dengam metode Sand Compaction Pile. Dengan membandingkan hasil dari daya dukung tanah sebelum di perbaiki dan setelah di perbaiki dengan metode Sand Compaction Pile, kita dapat mengetahui apakah Sand Compaction Pile dapat di gunakan sebagai metode perbaikan tanah di tanah gambut dan tanah aluvial.
ANALISIS MODEL KEGAGALAN RUMAH 2 LANTAI AKIBAT NEGATIVE SKIN FRICTION DAN CURAH HUJAN YANG TINGGI Jeanfrie Chandra; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12613

Abstract

ABSTRACTOne of the problems that appear in a project is the presence of soft soil. In projects with soft soil types, it is necessary to manage the soil to increase the bearing capacity of soil. Soil subsidence on soft soil causes friction between the soil and the pile blanket, called the negative skin friction. Negative skin friction should not be neglected because it exerts a large enough force on the load that the pile must support. In addition, in designing an engineer must also pay attention to the optimal rainfall that will occur during the construction of a project and after that has an impact on the quality of the soil and foundation used. The topography of a project also needs to be considered, building a house on the edge of a slope can cause problems with slope instability. Increasing the load on the edge of the slope can reduce the safety factor of a slope. In this study, a modeling analysis will be carried out on a 2-story residential building that causes the house to collapse due to failure of the foundation design, the existence of negative frictional resistance on soft soil, and slope stability. ABSTRAKSalah satu permasalahan yang muncul pada suatu proyek adalah adanya tanah lunak. Pada proyek dengan jenis tanah lunak, perlu dilakukan perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah. Penurunan tanah pada tanah lunak menyebabkan gesekan antara tanah denan selimut tiang yang disebut fenomena tahanan friksi negatif. Tahanan friksi negatif tidak boleh diabaikan karena memberikan gaya yang cukup besar terhadap beban yang harus ditopang oleh tiang. Oleh karena itu, seorang insinyur harus memperhatikan dan mengetahui mengenai perilaku tanah lunak. Selain itu dalam mendesain, seorang insinyur juga harus memperhatikan mengenai curah hujan optimal yang akan terjadi selama pengerjaan suatu proyek dan setelahnya yang berdampak pada kualitas tanah dan fondasi yang digunakan. Topografi suatu proyek juga perlu diperhatikan, membangun rumah di tepi lereng dapat menyebabkan permasalahan pada ketidakstabilan lereng.  
ANALISIS PERILAKU TANAH DISPERSIF TERHADAP DINDING PENAHAN TANAH DALAM PEKERJAAN DEWATERING KONSTRUKSI BASEMENT Arya Febrian; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3038

Abstract

Skripsi ini menganalisis tentang metode pelaksanaan dalam pembuatan basement 3 lantai menggunakan sistem dewatering dengan dinding penahan tanah pada tanah dispersif. Tanah dispersif adalah tanah yang mudah tererosi dan terurai apabila berinteraksi dengan air, sehingga dapat menyebabkan banyak kerusakan. Perilaku tanah dispersif terhadap dinding penahan tanah juga sangat berpengaruh pada pekerjaan konstruksi dan dapat mempengaruhi kriteria desain suatu struktur. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memberi peringatan pentingnya memahami perilaku tanah di lokasi konstruksi, terutama untuk tanah sensitif yang sangat memerlukan keberhati-hatian desain dan juga desain yang bersifat koservatifKemudian, analisis dilanjutkan dengan pengecekan kestabilan dinding penahan tanah dengan menggunakan bantuan program. Dalam simulasi program, syarat angka keamanan dan batas deformasi dinding penahan tanah ditingkatkan untuk mencegah kemungkinan terburuk terjadi karena kondisi lapangan dan simulasi pada program tidak sepenuhnya sama. Analisis pada program menunjukkan bahwa kondisi drained (SF=2.3394) memiliki angka keamanan lebih kecil dari kondisi undrained (SF=3.5499). Hal ini membenarkan teori bahwa pada kondisi drained, tanah memiliki permeabilitas tinggi sehingga air dapat dengan mudah mengalir keluar masuk pada tanah.
ANALISIS TANAH DISPERSIF TERHADAP FONDASI DRILLED SHAFT DENGAN METODE CASING Chevlyn Christon Immanuel; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4304

Abstract

Tanah dispersif merupakan tanah yang secara struktural tidak stabil dan mudah runtuh atau terurai bahkan pada kondisi air yang diam. Sementara itu fondasi drilled shaft merupakan fondasi yang dilakukan dengan pengecoran di tempat. Dengan kata lain, fondasi drilled shaft sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan metode pelaksanaan yang dilakukan. Sehingga keberadaan tanah dispersif akan mempengaruhi fondasi drilled shaft jika dilakukan dengan metode pelaksanaan yang tidak sesuai. Kesalahan metode pelaksanaan terhadap kondisi tanah dapat menyebabkan dengan mudah fondasi drilled shaft mengalami kecacatan. Untuk mendeteksi kecacatan dilakukan pengujian daya dukung seperti pile driving analyzer test dan static load test, dan terhadap keutuhan tiang seperti pile integrity test. Pada skripsi ini akan dibahas mengenai pengaruh tanah dispersif terhadap daya dukung tanah dan keutuhan fondasi drilled shaft jika metode yang dilakukan dengan casing yang tidak menahan hingga lapisan tanah dispersif berdasarkan data-data penyelidikan tanah, pengujian dan laporan harian pada proyek hotel di Sumatra Barat. Selain itu juga akan dibahas mengenai pengaruhnya durasi konstruksi dari laporan harian terhadap kecacatan tiang, dan diberikan juga metode pelaksanaan yang sesuai untuk tanah dispersif.