Fitra Wira Hadinata
Tanjungpura University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KERAGAMAN JENIS IKAN PADA ALIRAN SUNGAI BEDUAI KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT Dhini Ramadhani; Mardan Adijaya; Fitra Wira Hadinata
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11048

Abstract

Kalimantan Barat Merupakan salah satu daerah yang dijuluki Provinsi Seribu Sungai. Sungai Beduai merupakan salah satu sungai yang melintasi Kabupaten Sanggau. Sungai Beduai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan air rumah tangga dan memiliki potensi sumberdaya perikanan. Namun informasi terkait keragaman ikan di Sungai Beduai ini masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Keragaman Sumberdaya Ikan. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjai tiga stasiun yang dibedakan berdasarkan tata guna lahan. Analisis data yang digunakan meliputi kelimpahan relatif, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Kelimpahan relatif ikan tertinggi yaitu ikan Seluang (Rasbora argyrotaenia) dengan nilai 29,47% yang berasal dari familli Cyprinidae. Indeks keanekaragaman ikan di Sungai Beduai sebesar 2,3 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks keseragaman ikan sebesar 0,81 yang masuk dalam kategori keseragaman tinggi. Nilai indeks dominansi ikan sebesar 0,14 tergolong sedang, menunjukan tidak ada jenis ikan yang mendominansi.
DINAMIKA POPULASI BELANAK (MUGIL CEPHALUS) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Aprit Jose Kurniawan; Fitra Wira Hadinata; FX. Widadi Padmarsari
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11375

Abstract

Ikan belanak (Mugil cephalus) merupakan salah satu ikan yang berpotensi sebagai ikan kosumsi di muara Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Pendugaan stok menjadi penting untuk pengelolaan sumberdaya perikanan agar stok ikan belanak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji parameter populasi ikan belanak (Mugil cephalus) berdasarkan parameter yang di analisis. Pengambilan sampel dilakukan bulan Maret-Mei 2022. Menggunakan alat tangkap jaring insang atau gillnett dengan mesh size 1,5 inci. Sampel ditentukan jenis kelaminnya, ditimbang berat dan diukur panjang total. Analisis data stok menggunakan FISAT II untuk menduga parameter Pertumbuhan, Mortalitas dan Ekploitasi. Hasil penelitian pada belanak jantan dan betina berturut-turut menunjukkan parameter pertumbuhan L∞ dan K adalah L∞=29; K=31 dan L∞=30,20; K=0,51. Nilai mortalitas total, mortalitas alami dan mortalitas penangkapan ikan belanak jantan dan betina berturut-turut adalah Z=15,88; M=3,76; F=12,12 dan Z=3,03; M=1,16; F=1,87 pertahun. Tingkat eksploitasi sebesar 0,71 atau E>0,5 yang menunjukkan bahwa status pemanfaatan ikan belanak (Mugil cephalus) pada lokasi ini adalah overfishing.
STUDY OF THE QUALITY OF THE WATER ENVIRONMENT FOR SEAWEED (Eucheuma cottonii) CULTIVATION ON LEMUKUTAN ISLAND, BENGKAYANG REGENCY Viktorina Sopia; Ahmad Mulyadi Sirojul Munir; Fitra Wira Hadinata
Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1317

Abstract

Bengkayang Regency is one of the potential areas for the development of seaweed cultivation in the waters of Lumukutan Island, seaweed cultivation cages are spread in the waters of Lemukutan Island located in the West Coast area which is very possible for the development of seaweed cultivation of the Euchema cottonii type. This study aims to determine the quality of the aquatic environment for seaweed cultivation, the suitability of water quality for seaweed cultivation Euchema cottonii on Lemukutan Island, Bengkayang Regency. The method used is a survey method consisting of 3 stations. Sampling with a direct measurement stage in the field, sampling was carried out for 3 months as much as 4 times in a period of 10 days, The results of this study The quality of the aquatic environment for seaweed cultivation that is in accordance with the Quality Standards, namely temperature parameters, depth is only found at station one, current speed, salinity, pH and DO, for the suitability of the quality of the aquatic environment of the cages for seaweed cultivation at stations one, two and three criteria are appropriate.