Alex Sander Lumban Gaol
Direktorat Teknik dan Lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENULARAN VIRUS SAR-COV-2 PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA Herna Rosalin Manullang; Robiana Modjo; Alex Sander Lumban Gaol
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.2825

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan virus SARS-CoV-2 yang dideklarasikan sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2021, sehingga merubah standar pola hidup (new normal life) secara global. Kegiatan pertambangan meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta pascatambang dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi baik lokal dan tenaga kerja asing, area kegiatan yang tersebar di seluruh Indonesia dan terpencil (remote area) dan sistem kerja shift atau rotasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pencegahan dan pengendalian penularan virus SAR-CoV-2 pada kegiatan pertambangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan  menggunakan data skunder sebagai sumber data utama.  Subyek penelitian perusahaan pertambangan sebanyak 5.542 perusahaan dengan 83 izin (1,50%) perusahaan PKP2B, 32 izin (0,58%) perusahaan KK, 10 izin (0,18%) perusahaan IUPK, 5.399 izin (97,42%) perusahaan IUP, sedangkan 18 izin (0,32%) perusahaan IPR yang dilakukan pada bulan Maret 2020 sampai dengan 18 Oktober 2021. Hasil penelitian menunjukkan  pekerja tambang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 37.173 orang dengan persentase kesembuhan 98,07%. CFR pertambangan mineral dan batubara sebesar 0,46% lebih kecil dari CFR Indonesia.  Pengelolaan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus SARS-CoV-2 dilakukan dengan cara sinergi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Batubara melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara dengan perusahaan pertambangan dan harus dilaksanakan secara disiplin serta pelaksanaan program promosi dan preventif kesehatan kerja harus dapat mengindetifikasi penularan virus SAR CoV-2 untuk menghindari adanya cluster baru.