Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu Di Puskesmas Lumban Sinaga Kab. Tapanuli Utara. Artika Simanjuntak; Mido Ester J Sitorus; Lukman Hakim
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7685

Abstract

Posyandu merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat Indonesia memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan kematian ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satu indikator partisipasi masyarakat di bidang kesehatan adalah cakupan yang datang dan ditimbang di posyandu. Salah satu tujuan Posyandu adalah memantau pertumbuhan dan perbaikan status gizi balita karena Posyandu memiliki 5 program utama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan ibu yang memiliki balita berkunjung ke posyandu. Jenis penelitian ini adalah jenis survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang berkunjung ke Posyandu. Besar sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan rumus sampel minimal 96 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, jarak ke tempat pelayanan kesehatan, fasilitas posyandu, peran kader, peran petugas kesehatan, dan dukungan keluarga dengan keaktifan ibu berkunjung ke posyandu. dengan nilai p 0,05. Berdasarkan analisis multivariat variabel yang paling dominan berhubungan dengan keaktifan ibu di posyandu adalah dukungan tenaga kesehatan dengan p-value 0,002 dengan Rxp(B) sebesar 15,5 dimana ibu yang dibantu oleh tenaga kesehatan adalah terguncang 15 kali untuk memanfaatkan posyandu dibandingkan dengan tidak adanya dukungan dari petugas kesehatan. kesehatan. Diharapkan petugas kesehatan menjelaskan hasil pemeriksaan balita serta informasi gizi balita.
RELATIONSHIP BETWEEN PSYCHOLOGICAL FATIGUE AND WORK STRESS WITH PERFORMANCE AMONG MOTHERS WORKING AT ALASA PUBLIC HEALTH CENTER, NORTH NIAS REGENCY Taruli Rohana Sinaga; Rinawati Sembiring; Seri Asnawati Munthe; Mido Ester J Sitorus; Enjel Siska Dewita Hulu
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Working mothers in the health sector, particularly in community health centers, face the challenge of playing dual roles as professionals and homemakers. This situation has the potential to cause psychological fatigue and work stress, which can impact their performance. This study aims to analyze the relationship between psychological fatigue and work stress and their effects on the performance of working mothers at the Alasa Public Health Center (PHC) in North Nias Regency. This study is quantitative and cross-sectional. The sample comprised 36 married women employed at the Alasa PHC. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed a significant relationship between psychological fatigue and performance (p = 0.0005 < α = 0.05) and a significant relationship between work stress and performance (p = 0.001 < α = 0.05). Mothers who experienced psychological fatigue and high work stress tended to show low performance. This situation is exacerbated by heavy workloads, significant domestic responsibilities, particularly within the family environment, lack of rest time, and minimal social support. This study recommends managerial efforts to identify and manage psychological factors affecting working mothers, including emotional support from superiors, colleagues, and family, adequate rest time, more flexible work schedules, and improved welfare. The implementation of these strategies is expected to reduce psychological fatigue and work stress, thereby significantly and measurably improving the performance of female health workers, particularly working mothers, thereby positively impacting overall performance.