Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Alternatif Anak Usia Sekolah Dalam Peningkatan Kesejarteraan Masyarakat Melalui Membaca Bachrul Ilmi
Widyadewata Vol. 4 No. 1 (2021): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/widyadewata.v4i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap konsep membaca alam dengan pendidikan alternatif untuk anak usia sekolah. Kampoeng BATARA (Baca Taman Rimba), merupakan inisiasi seseorang dengan tujuan menyelamatkan hak bermain anak menggunakan pendekatan praktik pada sumber informasinya, yaitu berbasis alam. Melalui metode pembelajaran yang diterapkan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sosial sahabat cilik dan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dikaji dengan penggalian data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dampak jangka pendek dan jangka panjang dari aktifitas Kampoeng BATARA terhadap kehidupan social dan kesejahtereaan masyarakat. Dampak jangka pendeknya yaitu: pengetahuan yang didapat siswa adalah nyata, melalui akses langsung ke sumber pengetahuan; secara psikologis, ketakutan siswa terhadap orang asing hilang, karena konsep tamu adalah guru; hubungan sosial antara peserta dengan masyarakat menguat; perekonomian masyarakat meningkat dengan jiwa wirausaha yang ditanamkan; serta minat membaca siswa meningkat. Selanjutnya, dampak jangka panjangnya yaitu: meluasnya akses pendidikan secara berkelanjutan dan menghilangkan stigma tentang pendidikan yang belum terjangkau di daerah terpencil.
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI MELALUI KEGIATAN LOMBA VIRTUAL DI MASA PANDEMI OLEH DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN KEBUMEN Bachrul Ilmi
Widyadewata Vol. 5 No. 1 (2022): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/widyadewata.v5i1.69

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi peningkatan literasi yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kebumen di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi dengan memadukan berbagai hasil data kemudian ditarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua strategi peningkatan literasi dasar yaitu melalui pemerintah sebagai pembuat kebijakan, sekolah yang menjadi pusat pembelajaran dan pengenalan budaya literasi. Lebih lanjut, diperoleh hasil bahwa strategi dalam peningkatan literasi digital, yaitu kultural, kreatif, inovatif, dan kepercayaan diri. Penelitian ini dapat menjadi model pengembangan program literasi masyarakat di perpustakaan daerah dengan potensi yang sama.
STRATEGI PRESERVASI DAN KONSERVASI BAHAN PUSTAKA TERCETAK DI PERPUSTAKAAN STIE AUB (ADI UNGGUL BHIRAWA) SURAKARTA Bachrul Ilmi; Natasia Sulistyoningtyas
EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Vol. 1 No. 1 (2022): EVOKASI
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/evokasi.v1i1.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi penanganan perbaikan kerusakan bahan pustaka tercetak beserta faktor penyebab kerusakan dan kendala yang dihadapi pustakawan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan studi literatur, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Perpustakaan STIE AUB untuk mencegah dari kerusakan tersebut antara lain memperbaiki cover yang terlepas, perbaikan halaman yang robek, dan perbaikan label buku yang rusak. Masih ditemukan beberapa faktor yang mengakibatkan kegiatan pelestarian tidak berjalan dengan maksimal, yaitu kurangnya pustakawan ahli preservasi, belum adanya kesadaran pemustaka menjaga kondisi fisik bahan pustaka, tidak ada alokasi anggaran, serta belum ada ruangan, alat, dan bahan pendukung kegiatan preservasi bahan pustaka tercetak. Walaupun terdapat hambatan, perpustakaan dapat memaksimalkan alat dan bahan minimum yang dimiliki perpustakaan untuk preservasi bahan pustaka tercetak secara maksimal. Strategi ini dapat digunakan untuk perpustakaan dengan keadaan yang serupa.