Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Keuangan Dan Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Personal Pada Generasi Z Di Desa Juwet Kunjang Kabupaten Kediri Ailul fauziyah; Mega Tunjung Hapsari
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): MSEJ : Management Studies and Entrepreneurship Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v3i2.553

Abstract

Manajemen keuangan pribadi adalah membiasakan diri untuk hemat secara finansial dengan melakukan hal-hal sekarang yang akan bermanfaat di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perilaku kaum muda di Desa Juwet Kunjang Kabupaten Kediri tentang pengelolaan keuangan pribadi dan literasi keuangan. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif. Data primer dengan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan informasi. Regresi linier berganda digunakan sebagai metode analisis data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan keduanya berpengaruh pada pengelolaan keuangan personal. Implikasinya adalah sikap Gen Z terhadap pengelolaan keuangan terus meningkat melalui literasi keuangan. Kata Kunci : pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Perilaku Keuangan
PENGARUH RASIO KEMANDIRIAN DAERAH, RASIO EFEKTIVITAS, DAN RASIO EFESIENSI, TERHADAP BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2015 – 2021 Muh Zainul Muzaki M; Mega Tunjung Hapsari
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): December
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v2i1.548

Abstract

APBD ialah instrumen kebijakan penting bagi Pemda. Kemampuan pengelolaan APBD merefleksikan kemampuan pengelolaan keuangan bagi pemerintah daerah dalam pembiayaan operasional serta pembangunannya. Masalah penelitian meliputi pengaruh parsial dan simultan variabel rasio kemandirian daerah, rasio efektivitas, serta rasio efisiensi bagi belanja modal pada Pemkab Tulungagung. Tujuan dilakukannya penelitian guna mendapatkan informasi tantang pengaruh parsial dan simultan variabel rasio kemandirian daerah, rasio efektivitas, serta rasio efisiensi bagi belanja modal pada Pemkab Tulungagung. Metode yang diterapkan yaitu kuantitatif dengan uji regresi linier berganda. Data berjenis sekunder yang diambil dari website www. djpk.kemenkeu.go.id. Hasil penelitian diketahui bahwa rasio kemandirian (X1) bernilai 0.945 > 0.05, rasio efektivitas (X2) bernilai 0.935 > 0.05, dan rasio efisiensi (X3) bernilai 0.258 > 0.05, serta hasil uji F yaitu 0.511 > 0.05. Hal ini menandakan bahwa baik secara parsial maupun simultan, keseluruhan variabel independen tidak memiliki pengaruh bagi belanja modal pada Pemda Tulungagung periode 2015-2021 dengan tingkat kepercayaan 95.5%.
Peran Bangoan Collection Center Dalam Mensejahterakan Ekonomi Masyarakat Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Bella Febiana Sari; Mega Tunjung Hapsari
Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol 5 No 6 (2023): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Research and Strategic Studies Center (Pusat Riset dan Kajian Strategis) Fakultas Syariah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.008 KB) | DOI: 10.47467/alkharaj.v5i6.3604

Abstract

A high poverty rate indicates low social welfare. Welfare problems can be overcome by developing the economy, and economic development can be achieved by developing production activities. This study aims to determine the role of the Bangoan Collection Center for the economic welfare of the community and to determine the supporting factors and inhibiting factors for economic welfare in Bangoan Village. Types of descriptive qualitative data sources used in this study, primary data and secondary data used in research. The technique used for data collection is interview, observation and recording techniques. In analyzing the data, researchers used data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the Bangoan Collection Center played a role in increasing the economic welfare of the community, especially the welfare of the elderly. The supporting factors for the Bangoan Collection Center are to make it a motivator and facilitator for the whole community. The Bangoan Collection Center plays a role in efforts to improve people's welfare by opening opportunities for people to work, increasing people's income and enabling people to support spiritual, educational and health needs. While the inhibiting factor at the Bangoan Collection Center is that many people do not participate in training or seminars. With the Bangoan Collection Center program, it is able to provide a fairly good role for the economic welfare of the community. Keywords: Bangoan Collection Center, Economic Prosperity, Empowerment Public.
KINERJA PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG SEBELUM, SAAT, DAN PASCA PANDEMI COVID-19 (TAHUN 2017-2022) Natalia Mega Selvi; Mega Tunjung Hapsari
JAKA (Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Auditing) Vol 4, No 1 (2023): JAKA (Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Auditing)
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56696/jaka.v4i1.8305

Abstract

The purpose of this study was to determine the performance of regional income and expenditure in Kab. Tulungagung before, during and after the Covid-19 pandemic in 2017-2022. This study uses the analysis variables of the degree of decentralization, the ratio of financial independence, the ratio of expenditure growth, operational expenditure, capital expenditure, and the ratio of direct and indirect expenditure. The results of this study indicate that the analysis of the decentralization of Kab. Tulungagung 2017-2022 is sufficient, the average financial independence ratio is low with a consultative relationship pattern, the average operational expenditure and capital expenditure are good because operational expenditure is less than 90% and capital expenditure is more than 5%, the ratio of direct indirect expenditure not good because the biggest contribution is in direct spending.
Analisis Rasio Keuangan Kabupaten Trenggalek Tahun2018-2023 Ayunda Cheryl; Pinasti Azalia Putri; Ratna Amelia Pangesti; Rimaya Nurus Sofa; Alung Wahyuningrum; Sevia Hapsari Dewinta Priandini; Mega Tunjung Hapsari
ark:/00000/jeb.v17i1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/jeb.v17i1.394

Abstract

Kinerja keuangan daerah merupakan alat untuk mengukur kemampuan daerah dalam memanfaatkan anggaran pemerintah khususnya di Kabupaten Trenggalek untuk menaikan tingkat perekonomian daerah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini berbasis pada data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Trenggalek.Penelitian ini menyimpulkan lima rasio keuangan daerah yakni: 1) rasio derajat desentralisasi menunjukan Kab. Trenggalek masih kurang dan perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan pendapatan dengan hasil rata-rata 14,82%, 2) rasio kemandirian keuangan menunjukan bahwa Kab. Trenggalek masih tergolong rendah sekali dengan rata-rata 17,96%, 3) rasio efisiensi menunjukan bahwa Kab. Trenggalek kinerjanya tergolong efisien dalam mengalokasi sumber daya keuangannya dengan rata-rata 87%, 4) rasio efektivitas menujukkan bahwa daerah Kab. Trenggalek berada pada tingkat yang cukup baik, dengan rata-rata kinerja cukup efektif, 5) rasio terakhir dimana belanja langsung yang menunjukkan nilai yang lebih besar terhadap belanja tidak langsung yang menghasilkan rata-rata 82,55% dan 19,68% yang berarti kinerja belanja langsung baik dalam operasional