Muflihah Muflihah
Akademi Kebidanan Abdi Persada Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PERSEPSI SISWA TENTANG SEKSUALITAS REMAJA PADA KELAS XI SMA NEGERI 1 JEJANGKIT KECAMATAN JEJANGKIT KABUPATEN BARITO KUALA Mardiah Mahlan; Muflihah Muflihah; Rein laily
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v3i2.468

Abstract

Remaja mulai ingin tahu tentang kehidupan seksual manusia dengan mencari informasi tentang seks, baik melalui buku, film atau gambar-gambar lain yang dilakukan dengan sembunyi sembunyi. Hal ini dilakukan remaja karena kurang terjalinya komunikasi yang bersifat dialogis antara remaja dengan orang dewasa, baik orang tua ataupun guru mengenai masalah seksual, dimana kebanyakan masyarakat masih mengangap tabu untuk membicarakan maslah seksual dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dengan persepsi siswa tentang seksualitas remaja pada kelas XI SMA Negeri 1 Jejangkit Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan metode pree test post test. Sampel yang digunakan sebanyak 63 responden dari siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jejangkit. Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dengan persepsi siswa tentang seksualitas remaja pada kelas XI SMA Negeri 1 Jejangkit Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala dapat disimpulkan bahwa: Hasil pre test diperoleh nilai 6,17 lebih rendah dari nilai posttest sebesar 8,55 setelah dilakukan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja pada siswa. Persepsi siswa kelas XI SMA Negeri Jejangkit tentang seksualitas remaja sesudah diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, mengalami peningkatan dimana di dominansi oleh kategori tinggi, hal ini menunjukan bahwa persepsi tentang seksualitas yang dimiliki siswa sudah baik, sehingga siswa akan memiliki perilaku yang benar dalam ruang lingkup seksualitas karena persepsi yang baik dari kegiatan mengikuti penyuluhan sehingga memiliki perilaku yang benar dalam ruang lingkup seksualitas karena persepsi yang baik.