Articles
Strategi Perencanaan dan Rekayasa Lingkungan untuk Mewujudkan Ekosistem Mangrove Berkelanjutan Studi Kasus Kawasan Science Techno Park Penajam
Pratama, Reba Anindyajati;
Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (930.239 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2549
Perubahan paradigma pembangunan Indonesia telah mendorong pengembangan sektor maritim. Di sisi lain perlindungan ekosistem mangrove dari ancaman pembangunan infrastruktur pesisir juga menjadi isu penting, salah satunya di Kabupaten Penajam Paser Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mencarialternatif dan strategi pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan di kawasan NSTP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan National Science Techno Park (NSTP) dapat menyebabkan perubahan ekosistem mangrove. Hutan mangrove yang ada adalah mangrove primer di perairan tenang, dengan kerapatan tinggi. Desain pengembangan kawasan NSTP perlu memperhatikansirkulasi air untuk ekosistem mangrove. Rekayasa lingkungan diarahkan pada pembangunan kanal dengan lebar 10 m, kedalaman 6 m sepanjang 500 m dan 250 m. Konservasi spasial diarahkan pada ketentuan kawasan terbangun tidak melebihi 30%.
GUMUK PASIR PARANGTRITIS KONVERSI VERSUS KONSERVASI ( SEBUAH TINJAUAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN MODEL DINAMIK)
Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.08 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v4i1.268
Tulisan ini mencoba mengulas tentang adanya fenomena alam yang sangatlangka dan unik berupa gumuk pasir tipe "barchan", yang terbentuk sebagaiakibat adanya ekosistem Parangtritis yang khas. Pantai Parangtritis khususnya dan pantai selatan Yogyakarta umumnya saat ini telah berkembang sangat cepat di dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam di lahan pesisir sehingga banyak pihak berkeinginan untuk memanfaatkan lahan pantai berbagai keperluan, sehingga mengancam keberadaan gumuk pasir. Dengan segala keunikan, karakteristik dan potensi pantai yang khas tersebut, maka potensi terjadinya konflik kepentingan antar sektor akan semakin besar. Gambaran konflik dan akibat yang akan ditimbulkan apabila terus dibiarkan dapat mengancam kelestarian gumuk pasir di Parangtritis tersebut. Dengan model sistem dinamik maka upaya untuk melestarikan keberadaan gumuk pasir dapat dimungkinkan melalui skenario pembangunan berkelanjutan yaitu menyeimbangkan atau mengendalikan laju pengurangan lahan dengan laju penambahan wilayah gumuk.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA ERA OTONOMI DAERAH DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI
Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.582 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v5i3.323
Experiences shown that a development program with centralistic model yields an unfair condition which cause a gap among provinces and decreasingenvironmental quality. In this autonomic era the spirits from local governments are to use natural resources as much as possible and less concern to conserve the environment. Through an application of technology, which has environmental perception and the application of clean production technology, thus, utilisation of regional natural resources could guarantee the continuity of sustainable development and prosperity of community in their local area.
Potensi Penerapan Konsep Produksi Bersih Pada Industri Keramik di Probolinggo
Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.932 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2034
Sektor industri merupakan sektor yang sangat strategis untuk diandalkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Walaupun demikian dalam sisi lainsektor ini  memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap permasalahan degradasi lingkungan dan penurunan sumberdaya alam (SDA). Untuk mencegah terjadinya pemanfaan SDA yang boros dan tidak efisien serta mengurangipotensi dampak lingkungan maka industridalam pengoperasiannyaperlu menerapkankonsep produksi bersih (clean production). Kota Probolinggo memiliki banyak industri keramik yang masih belum efisien dalam menggunakan sumber daya dalam proses produksinya. Oleh karena itu, penelitian tentang penerapan konsep Produksi Bersih di industri keramik Kota Probolinggo ini dilaksanakan dengan tujuan untukmengidentifikasikan jenis keluaran yang non-produk atau Non Product Output(NPO), upaya penanganan NPO dan memberikan rekomendasi prioritas penanganan NPO tersebut dalam upaya peningkatan efisiensi produksi, penurunan tingkat pencemaran serta penurunan biaya produksi.Mengingat industri keramik merupakan industri yang berbasis pada penggunaan energi (energy intensive based industry) maka upaya peningkatan suhu pembakaran untuk mengurangi produk yang tidak sesuai (unspecification products)akan memberikan dampak pada penurunan limbah yang keluar.Selain itu,penggantian lampu biasa dengan lampu hemat energisertapemasangan meteran listrik (alat ukur konsumsi listrik) pada setiap peralatan produksi dapat memberikan informasi bagi manajemen dalam mengambil keputusan terkait dengan penghematan.Berdasarkan data empiris, potensi penghematan yang dapat dilakukan dengan penerapan konsep produksi bersih ini berkisar antara 10% dan 30% dari biaya produksi.Kata Kunci: Produksi Bersih, Non Product Output,Sustainable Resource Management
KECENDERUNGAN REKLAMASI WILAYAH PANTAI DENGAN PENDEKATAN MODEL DINAMIK
Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1438.118 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v6i1.333
Big cities, especially those with have coastal area, in their development processwill face the problem of limiting area, either for human setlemen or other purposes. One effort to solve the problem is by doing a coastal reclamation which still has problems until now due to the negative impacts resulted. A dynamic model had been developed to exemine the causality of a reclamation phenomenon. Which a simple dynamic model it is known already that investor interest in coastal reclamation is defined by result potential in future, which is reflected by a beneficial land conversion price and relatively small delay period.
KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH KOTA (Studi Masyarakat Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok)
Widodo, Lestario;
Susanto, Joko Prayitno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 10 No. 3 (2009)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.629 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v10i3.1479
Principally, solid waste management is all activities of solid waste handling, from thepoint sources until the final disposal. Up to know solid waste management in urban areais still a complex problem, either from social, management, and technology aspects.The other problem of solid waste management is due to the people behaviour, whichis mostly still unaware. Social capacity is another word social capital means a socialcondition that a lot of citizens participate the process of decision making or policymaking and cooperation with government. The role of community in this system is onlyin paying the monthly fee. So that people still fully gave the solid waste managementsystem in to the government. There is no indication of solid waste sparation by thepeople them selves.
PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA KAWASAN INDUSTRI PERIKANAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR
Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2010)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.266 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v11i1.1227
Coastal areas in Muncar Banyuwangi has developed one of the largest fisherys industry centers in Indonesia. Fisherys industry in the production process using a fish as a main input and also need a lot of clean water. The impact of these activities is the occurrence of environmental pollution in the form of liquid waste and the unpleasant smell. Cleaner produktion is minimization of waste from source. The application of cleaner production with its assessment and identification to production process will create any innovations. In the cleaner production method contains several strategies that can be implemented forreducing and minimizing of industrial waste including prevention, recycling, treatment and disposing. One of prospective instruments that can be developed further in the industrial implementation of cleaner production is fisherys industry at Muncar Banyuwangi. The main opportunities to implementation of cleaner production, especially in stages using excessive water in the process of weeding and cleaning fish, stage of the main raw material the use of fish by re-sorting a more effective, and efficient charging process scattered on the tin.Key words : Cleaner production, fisherys industry
Profitabilitas Biodiesel dari Biomasa Mikroalga
Widodo, Lestario;
Ihsan, Iif Miftahul;
Santoso, Arif Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.729 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2551
Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil terutama bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Indonesia menargetkan penggunan bahan bakar nabati (BBN) seperti bioetanol dan biodiesel sebanyak 5% pada tahun 2025. Kendala utama dalam hal pengembangan BBN ini adalahadanya kompetisi bahan baku BBN dengan penyediaan bahan pangan, keterbatasan dalam hal sarana dan prasarana serta kendala non teknis lainnya misalnya berupa fluktuasi harga minyak mentah dunia. Bila kondisi harga minyak mentah dunia naik, maka kondisi ini akan mendorong upayadiversifikasi energi, demikian pula sebaliknya. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan produktifitas BBN biodiesel mikroalga dengan membandingkan harga produksinya dengan harga minyak mentah dunia. Mengacu pada hasil perbandingan biaya produksi mikroalga dengan harga minyak mentah jugadianalisis upaya peningkatan nilai profitabilitas biodiesel mikroalga dengan meningkatkan efisiensi produktivitas melalui pemanfaatan limbah sebagai input produksi dan meningkatkan produk tambahan, serta penambahan inovasi produksi dengan pemanfaatan limbah dan penganekaragaman produk. Hasilperhitungan menyatakan bahwa pada kondisi harga minyak mentah sebesar 70 US$/barel maka biaya produksi bahan baku minyak alga tidak boleh lebih dari Rp. 6.180,-/liter. Penambahan inovasi produksi dengan pemanfaatan limbah dan penganekaragaman produk dapat meningkatkan profitabilitas sebesar 14,2% dan 30,5% atau menurunkan biaya produksi biodiesel dari Rp. 9.025,-/liter menjadi Rp.6.270,/liter.
GUMUK PASIR PARANGTRITIS KONVERSI VERSUS KONSERVASI ( SEBUAH TINJAUAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN MODEL DINAMIK)
Lestario Widodo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.08 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v4i1.268
Tulisan ini mencoba mengulas tentang adanya fenomena alam yang sangatlangka dan unik berupa gumuk pasir tipe "barchan", yang terbentuk sebagaiakibat adanya ekosistem Parangtritis yang khas. Pantai Parangtritis khususnya dan pantai selatan Yogyakarta umumnya saat ini telah berkembang sangat cepat di dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam di lahan pesisir sehingga banyak pihak berkeinginan untuk memanfaatkan lahan pantai berbagai keperluan, sehingga mengancam keberadaan gumuk pasir. Dengan segala keunikan, karakteristik dan potensi pantai yang khas tersebut, maka potensi terjadinya konflik kepentingan antar sektor akan semakin besar. Gambaran konflik dan akibat yang akan ditimbulkan apabila terus dibiarkan dapat mengancam kelestarian gumuk pasir di Parangtritis tersebut. Dengan model sistem dinamik maka upaya untuk melestarikan keberadaan gumuk pasir dapat dimungkinkan melalui skenario pembangunan berkelanjutan yaitu menyeimbangkan atau mengendalikan laju pengurangan lahan dengan laju penambahan wilayah gumuk.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA ERA OTONOMI DAERAH DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI
Lestario Widodo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.582 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v5i3.323
Experiences shown that a development program with centralistic model yields an unfair condition which cause a gap among provinces and decreasingenvironmental quality. In this autonomic era the spirits from local governments are to use natural resources as much as possible and less concern to conserve the environment. Through an application of technology, which has environmental perception and the application of clean production technology, thus, utilisation of regional natural resources could guarantee the continuity of sustainable development and prosperity of community in their local area.