Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH INTENSITAS SOCIAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA PROBOLINGGO Nur Syarifah Wardani Yahya
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4363

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu organisasi pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan penuh ketergantungan antar individu serta unit program. Oleh karena itu, social capital sangat diperlukan dalam peningkatan kinerja puskesmas, disebabkan proses pelayanan di puskesmas lebih didominasi oleh layanan yang diberikan oleh sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intensitas social capital terhadap kinerja program imunisasi di puskesmas wilayah Kota Probolinggo. Penelitian ini adalah penelitian observasional menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan crosssectional yang diukur menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah 6 puskesmas dan sampel ditentukan menggunakan total sampling. Responden adalah tim program imunisasi di setiap puskesmas dengan jumlah total responden adalah 82. Intensitas social capital diukur menggunakan lima elemen Conscise (2000) yaitu trust, reciprocity and mutuality, social networks, shared norms of behavior, dan sense of commitment and belonging. Kinerja program imunisasi diukur menggunakan indikator UCI pada bulan Januari – September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hanya elemen trust dan social networks yang berpengaruh terhadap kinerja program imunisasi. Pengaruh elemen trust terhadap kinerja program menunjukkan adanya pengaruh positif, sedangkan pengaruh elemen social networks menunjukkan pengaruh negatif terhadap kinerja program. Dilihat dari persebaran kuantitas pada hasil tabulasi silang elemen lainnya, menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat pengaruh antara intensitas elemen reciprocity and mutuality, shared norms of behavior, dan sense of commitment and belonging terhadap kinerja program imunisasi. Apabila dijadikan satu kesatuan intensitas social capital, maka hasil penelitian menggunakan tabulasi silang menunjukkan adanya pengaruh positif antara intensitas social capital dengan kinerja program imunisasi. Terjadinya imunisasi adalah dengan adanya partisipasi masyarakat, saran untuk penelitian selanjutnya dapat melihat dari sisi yang lainnya yaitu, intensitas social capital masyarakat terhadap kinerja program imunisasi.