Ryan Aditama
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SEORANG TERSANGKA SALAH TANGKAP DALAM PERSPEKTIF HUKUM ACARA PIDANA M Rudi Hartono; Ryan Aditama
Legalitas: Jurnal Hukum Vol 14, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/legalitas.v14i1.316

Abstract

Praktik perlindungan HAM tersirat didalam UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang merupakan upaya untuk melindungi hak asasi manusia pelaku kejahatan sebagai individu dengan hak asasi manusia (HAM), khususnya terhadap mereka yang terlibat dalam suatu kejahatan, suatu delik. Maksud dan fungsi hukum acara pidana yang ditetapkan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terutama untuk melindungi warga negara dari tindakan sewenang-wenang atau perbuatan aparat penegak hukum.Namun di sisi lain, undang-undang juga memberikan kekuasaan kepada pemerintah dan negara, melalui aparat penegak hukumnya, untuk menindak warga negara yang melanggar aturan hukum, termasuk penangkapan yang tidak semestinya terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana perlindungan hukum diberikan kepada tersangka yang ditahan secara tidak adil didasarkan KUHAP dan  tindakan peradilan yang dapat dilakukan  terhadap  tersangka untuk kejahatan ilegal Penahanan berdasarkan KUHAP.Metode Pendekatan Penelitian digunakan Penelitian Yuridis Normatif. Metode Penelitian ini didasarkan pada prosedur penelitian ilmiah yang bertujuan untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika  ilmu  hukum dari sisi normatif dengan menghubungkan dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan yang bersangkutan. Tujuan akhir Studi  yang diharapkan dalam penelitian ini adalah memberikan kontribusi pemikiran hukum tentang kewenangan polisi untuk melakukan penangkapan sehingga tindakan menangkap seseorang secara melawan hukum dapat diminimalisir di kemudian hari. diduga melakukan tindak pidana tetapi tidak memiliki bukti dan fakta hukum yang cukup.
Perlindungan Hukum Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga di Wilayah Hukum Kepolisian Resort Batanghari M. Rudi Hartono; Ryan Aditama; Ananda Rizky Putra
Wajah Hukum Vol 7, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v7i1.1193

Abstract

Domestic Violence (KDRT) as a form of violence in a household environment that relies on the gender of women as victims who suffer and suffer as a result of these acts of violence which are generally perpetrated by husbands. In this study, the authors refer to the Analytical Descriptive method, namely solving problems based on data or facts collected as they were at the time the research was carried out, and using the Purposive Sampling method, namely the sample used is based on the subjective views of the research, the respondents were determined by the researcher to represent all population. Based on the research, it is concluded that patriarchal culture is a factor in the emergence of domestic violence, which has the view that a man has a more dominant position in the household which cannot be equated with women and this has the same socio-cultural views. by the Indonesian people. Domestic Violence (KDRT) is seen as a personal problem, because due to private issues it should be socialized in accordance with the provisions of Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence. This study aims to gain a deeper understanding of the factors that cause domestic violence in the jurisdiction of the Batanghari resort police, efforts to resolve crimes and obstacles found in the process of resolving domestic violence crimes. The research method used is empirical research with the type of case study research. Methods of data collection using interviews. The conclusion of this study is that domestic violence occurs because the perpetrator feels that there is annoyance and anger at his wife who often scolds the perpetrator as a husband, so that the perpetrator commits domestic violence to his wife. The way to resolve this case is to do it with peace efforts of both parties.