Surya Darma
Program Studi Televisi dan Film, Universitas Potensi Utama

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Struktur Cerita Pada Film Pendek “Lenyap Dalam Sunyi” Surya Darma
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 7, No 2 (2022): PROPORSI Mei 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.7.2.2022.187-197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur cerita pada film pendek Lenyap dalam Sunyi dengan struktur tiga babak yang terdiri atas babak pertama, kedua, dan ketiga serta model teori Himawan Pratista yang didasarkan pemikiran Aristoteles sebagai pembedah. Film Lenyap dalam Sunyi sutradara Muhammad Fajruchi K merupakan film yang di produksi Fisabilillah Production yang menjuarai Festival Film Islamic Bandung 2016 di Universitas Pasundan Bandung. Penulis mengembangkan ide cerita film Lenyap dalam Sunyi menjadi premis. Premis naskah film Lenyap dalam Sunyi adalah pembahasan fenomena cover Al-Qur’an yang di jadikan bahan terompet sampai fenomena Lenyapnya Al-Qur’an di Bumi dengan menyisahkan tulisan “Iqra kitabaka yaitu Bacalah Kitabmu”. Penelitian ini menghasilkan struktur cerita film Lenyap dalam Sunyi dengan struktur tiga babak yaitu babak I adalah pengenalan karakter ke-2 tokoh utama yaitu menceritakan tentang 2 (dua) orang sahabat bernama Bardi dan Prana. Karakter Bardi merupakan gambaran seorang religius yang beraspek seorang muslim, sedangkan karakter Prana sebaliknya, babak II adalah babak pertengahan dimana konflik mulai berkembang. Konflik yang di alami tokoh utama adalah Bardi dan Prana terlihat percecokan pada scene 8 dengan latar di taman kampus mereka. Babak III merupakan babak penutup dan penyelesaian masalah terkait percecokan antara Prana dan Bardi. Penyelesaian konflik dimulai dari mimpi yang dialami Prana ketika Prana tertidur di Masjid sampai Prana menyadari kesalahannya.
ANALISIS KARAKTER TOKOH FILM 5 CM SUTRADARA RIZAL MANTOVANI DENGAN KAJIAN SEMIOTIKA Surya Darma
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.184-197

Abstract

Film 5 cm adalah film drama Indonesia, dirilis pada 12 Desember 2012. Film 5 cm disutradarai oleh Rizal Mantovani dengan perusahaan produksi Soraya Intercine Films  merupakan adaptasi dari novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film 5 cm dengan teori semiotika model Roland Barthes. Objek Penelitian dan Fokus Utama penelitian ini adalah “Analisis Karakter Tokoh Film 5 cm Sutradara Rizal Mantovani dengan Kajian Semiotika”. Sedangkan unit penelitian yaitu analisis karakter tokoh film 5 cm dibedah dengan teori semiotika Roland Barthes. Tahap pemaknaan film 5 cm tidak hanya dilakukan secara denotatif namun juga secara konotatif yaitu sebagai tanda yang muncul pada karakter tokoh pada film 5 cm. Makna tersebut dapat dilihat dalam film 5 cm berdasarkan struktur pembentuk film. Struktur film 5 cm didukung petanda yang dimunculkan pada karakter tokoh. Karakter tokoh film 5 cm yang dianalisis pada penelitian ini yaitu Zafran (Herjunot Ali), Arial (Denny Sumargo), Ian (Saykoji), Riani (Raline Shah), dan Genta (Fedi Nuril). Hasil Analisis Karakter Tokoh Film 5 cm Sutradara Rizal Mantovani dengan Kajian Semiotika yaitu karakter yang ditunjukan dari sosok Arial adalah karakter dengan cowok maskulin, dengan postur tubuh yang proporsional, dan macho, selanjutnya sosok Ian adalah sosok yang humoris, kemudian sosok Arini adalah satu-satunya wanita dalam persahabatan tersebut yang dengan pola pikir dewasa, berjiwa keibuan, dan peduli. Interpretasi dari sosok Genta adalah seorang yang karismatik, bertanggung jawab, pola pikir realistis, dan giat bekerja. Karakter Zafran yaitu seorang yang puitis, humanis, idealis, dan fantastis berdasarkan simbol-simbol yang muncul pada film 5 cm.
EKSISTENSI WANITA PADA PENAYANGAN IKLAN DI TELEVISI DALAM IMPLEMENTASI TEORI GENDER Surya Darma
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 1, No 1 (2015): PROPORSI November 2015
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.1.1.2015.39-50

Abstract

Iklan kecap ABC – Jadikan masakan ibu pilihan pertama menampilkan Darius Sianthriya dan Donna Agnesia sebagai brand ambasador pada official channel HeinzABC Indonesia merupakan channel resep dan tips memasak yang membantu ibu-ibu dalam membuat sajian yang lezat untuk keluarga. Website resmi pada channel ini yaitu www.heinzabc.co.id merupakan website dengan penyajian informasi menarik seputar informasi memasak dengan menggunakan merek ABC. Iklan dipandang berhasil apabila mampu menarik minat audience untuk terlibat dalam memahami pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut. Simbol yang terlihat yaitu rasa lapar atau selera makan yang ditunjukkan Suami terhadap Istri dengan memberi Simbol yang ditampakkan pada bahasa dan gerak tubuh Darius dengan ekspresi menghirup udara sambil memejamkan mata. Gender adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang dipandang dari segi sosial budaya. Wanita dalam penayangan iklan kecap ABC – Jadikan masakan ibu pilihan pertama memberi simbol bahwa seorang Istri harus dapat membahagiakan keluarganya dengan cara pandai memasak dan memilih produk yang tepat agar makanan yang dimasak semakin nikmat jika dihidangkan dengan keluarga.
MISE EN SCENE PADA IKLAN REJOICE INDONESIA DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA Surya Darma
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 4, No 2 (2019): PROPORSI Mei 2019
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.4.2.2019.159-173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mise en scene serta pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos analisis Roland Barthes pada iklan Rejoice Indonesia. Iklan Rejoice Indonesia menampilkan Fatin Shidqia Lubis sebagai brand ambassador pada penayangan iklan melalui media televisi dan channel youtube resmi Rejoice Indonesia. Musik kolaborasi video “Aku #Hijabisa” merupakan musik kolaborasi video Rejoice dan Fatin. Musik kolaborasi video ini memberi simbol sebagai wanita berhijab jangan takut meraih mimpi dan Rejoice membantu Fatin dan para hijabers untuk meraih mimpinya tanpa masalah rambut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Objek Penelitian dan Unit Analisis pada penelitian ini adalah “Mise en Scene pada Iklan Rejoice Indonesia dengan Analisis Semiotika”. Sedangkan unit penelitian yaitu analisis keempat unsur Mise en Scene yaitu setting (latar), kostum dan tata rias (make-up), pencahayaan, pemain dan pergerakan. Iklan Rejoice Indonesia dibedah menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Makna denotasi yang terlihat yaitu adegan beberapa wanita berhijab sedang menari mengikuti alunan musik dengan gerakan yang sama tanpa takut berkeringat di rambut yang menyebabkan ketombe. Makna konotasi yaitu menjelaskan bahwa seorang wanita berhijab mampu melakukan aktivitas diluar ruangan, hijab tidak menghalangi seorang wanita dalam melakukan beberapa aktivitas seperti bermain basket. Mitos pada Iklan Rejoice Indonesia berkonsep musik kolaborasi memboyong ketidak sengajaan wanita-wanita berhijab yang sedang sibuk dengan aktivitasnya untuk mengikuti lirik lagu dan menari bersama Fatin Shidqia Lubis sebagai brand ambassador. Unsur ketidak sengajaan mengikuti alunan musik dan menari tersebut seperti naluri alami, ditandai dengan kepura-puraan meninggalkan aktivitasnya untuk ikut menari dalam frame tersebut.