Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembelajaran Biologi Cacing Nyale Melalui Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Fenysia Alfiana; Imam Bachtiar; Baiq Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.579

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi tuntutan pembelajaran Abad 21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis tentang materi biologi cacing nyale pada siswa kelas X di sebuah SMA Negeri di Kota Mataram. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen jenis nonequivalent control group design. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran berbasis masalah (PBM), sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah-diskusi). Kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan nilai N-gain yang di uji dengan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik model PBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Dilihat dari perbedaan jenis kelamin, pendekatan saintifik model PBM ternyata berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa perempuan tetapi tidak berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki. Perbedaan perubahan kemampuan berpikir kritis antara siswa perempuan dan laki-laki diduga terjadi karena gaya belajar dan tingkat kecerdasan yang berbeda.
Pembelajaran Biologi Cacing Nyale Melalui Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Fenysia Alfiana; Imam Bachtiar; Baiq Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.579

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi tuntutan pembelajaran Abad 21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis tentang materi biologi cacing nyale pada siswa kelas X di sebuah SMA Negeri di Kota Mataram. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen jenis nonequivalent control group design. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran berbasis masalah (PBM), sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah-diskusi). Kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan nilai N-gain yang di uji dengan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik model PBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Dilihat dari perbedaan jenis kelamin, pendekatan saintifik model PBM ternyata berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa perempuan tetapi tidak berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki. Perbedaan perubahan kemampuan berpikir kritis antara siswa perempuan dan laki-laki diduga terjadi karena gaya belajar dan tingkat kecerdasan yang berbeda.
Cross-generational comparative analysis of educators communication patterns: A case study at SMPN 2 Selat, Karangasem, Bali Ahmad Rofiki Rahman; Fenysia Alfiana
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i1.1197

Abstract

This study examines the comparative communication patterns of Generation X, Generation Y (Millennials), and Generation Z teachers in the context of Natural Science (IPA) instruction at SMPN 2 Selat, Karangasem, Bali. The presence of multiple generations in school environments creates distinct communication dynamics that influence the effectiveness of classroom interactions and students’ learning experiences. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documents. The analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which involves data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal significant generational differences in verbal and nonverbal communication, technology use, and teacher–student interaction styles. Generation X teachers exhibit formal, structured, and authoritative communication with a limited integration of digital media. Generation Y teachers employ a more balanced, interactive, and expressive communication approach, supported by the moderate use of technology. Meanwhile, Generation Z teachers demonstrate highly dynamic, informal, and technology-intensive communication styles that foster horizontal and student-centered interaction. These differences reflect the influence of generational characteristics on instructional communication and indicate that cross-generational diversity enriches pedagogical practices rather than hindering them. This study contributes to educational communication research by offering empirical insights into how generational identity shapes communication behavior in classroom settings, particularly in nonurban schools. The findings also have practical implications for designing teacher professional development programs that accommodate generational differences in communicative competencies.