Latar belakang penelitian ini adalah adanya tindakan verbal bullying di sekolah. Tindakan bullying sering dianggap sepele bagi sebagian guru maupun siswanya. Akibat dari verbal bullying mudah marah, depresi, mudah menangis. Tujuan dalam penelitian ini adalah mencari hubungan antara verbal bullying dengan kecerdasan emosional siswa kelas lima sekolah dasar. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara verbal bullying dengan kecerdasan emosional siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas lima sekolah dasar negeri Siranggap. Banyaknya populasi adalah 24 siswa. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan sampel jenuh, sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, sampel yang berjumlah 24. Metode pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dan wawancara. Hasil uji validitas item diperoleh 29 item kecerdasan emosional dan 33 item verbal bullying. Hasil reliabilitas verbal bullying adalah 0,913 dan kecerdasan emosional sebesar 0,890. Hasil analisis data dengan menggunakan teknik korelasi product moment menunjukan bahwa ada hubungan antara verbal bullying dengan kecerdasan emosional siswa sekolah dasar, dengan hasil koefisien korelasi 0,523