Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 pada Penderita Hipertensi Mila Sartika; Armi Armi
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v4i1.3328

Abstract

This study aims to analyze efforts to prevent the spread of COVID-19 in patients with hypertension in Mangunjaya Village, Bekasi Regency, in 2020. The method used is the survey method. The results showed a relationship between wearing masks, keeping a distance, maintaining immunity and controlling comorbidities with the spread of COVID-19 in patients with hypertension, while there was no relationship between WFH and the spread of COVID-19. Hand washing activity is the dominant variable in preventing the spread of COVID-19, with an OR value of 9.111. In conclusion, the need for efforts to maintain health by adhering to implementing health procedures, increasing immunity and controlling comorbidities by actively controlling blood pressure and remaining consistent in implementing a low-salt diet to maintain blood pressure stability. Keywords: COVID-19, Hypertension, Comorbid, Hand Washing
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PREVALENSI DIABETIK NEUROPATI PERIFERAL (DPN) PADA PASIEN DM TIPE II DI INDONESIA: Associated Factors of The Prevalence of Peripheral Neuropathy Diabetic (DPN) Among DM Type II Patients in Indonesia Mila Sartika; Armi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1553

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia meningkat secara signifikan selama 5 tahun terakhir. DPN adalah komplikasi yang paling umum di antara pasien dengan DM tipe II sementara, hanya studi terbatas yang membahas topik terkait tentang intervensi untuk mengurangi rasa sakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas senam tangan dan kaki terhadap nyeri pada penderita DM Tipe II. Metode: Quasy Experiment dengan desain pre-post test melibatkan kelompok kontrol dan intervensi. Penelitian ini berlokasi di bangsal rawat inap dua rumah sakit di Indonesia yang terletak di daerah pinggiran kota. Dua kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Instrumen Skrining Neuropati Michigan (MNSI) dan Skor Analog Visual (VAS). Visual Analog Score (VAS. Sebanyak 38 responden yang terbagi dalam jumlah yang sama pada kelompok intervensi dan kontrol dengan masing-masing 19 responden. Hasil: Rata-rata skala nyeri pada minggu ke-1 sampai minggu ke-8 pengukuran mengalami penurunan secara bertahap dari awal hingga akhir pada kelompok intervensi. Berdasarkan hasil Friedman Test terdapat pengaruh penerapan hand and foot exercise terhadap proses penurunan nyeri pasien neuropati perifer diabetik pada kelompok intervensi (p<0,00). Hasil ini sejalan dengan hasil referensi jurnal yang dalam penilaian respon nyeri pada kedua kelompok. Kesimpulan: Intervensi ini dapat diimplementasikan pada pasien DM Tipe II sebagai salah satu manajemen nyeri dalam setting klinis,
The Implementation of Hands and Feet Exercise Towards Pain Management Among DM Type II Patients with Peripheral Neuropathy in Indonesia Mila Sartika; Ilham Suryana; Rohman Azam; Wati Jumaiyah
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i3.508

Abstract

Aims: The prevalence of diabetes mellitus (DM) worldwide increased significantly every year, including Indonesia. The most common complication among patients with Type II DM was DPN (Diabetic Peripheral Neuropathy) with the severe symptom being pan. However, only limited studies discussed related topics about intervention to reduce pain. Aim. This research objective was to measure the effectiveness of hand and foot exercises toward pain among patients with Type II DM.   Method: A quasi-experiment of pre-post test design with a control and intervention group was applied in this study. To obtain respondents, this research used convenience sampling.  This study is located in the inpatient ward of two hospitals in Indonesia located in suburban areas.  Two questionnaires used in this study are Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI) and Visual Analog Score (VAS). The Visual Analog Score (VAS).  Results: A total of 38 respondents were divided into the same number of intervention and control groups with each of them 19 respondents. The average pain scale in the 1st to 8th week of measurement has decreased gradually in both group. Based on the results of the Friedman Test there was an effect of applying hand and foot exercises in reducing patient pain and diabetic peripheral neuropathy among the intervention group (p< 0.00) but no statistically significant decreased in the control group (p> 0.000). These results are in line with the reference journal in the assessment of pain response in both groups. These exercise increase blood vessel circulation and muscle strength. Conclusion: This intervention can be implemented among patients with Type II DM as one of the pain management in clinical settings.  The standard operational procedures with structured training must be done to implement this intervention.
Upaya pencegahan penyebaranan Covid- 19 melibatkan peran kader/rt/rw di kabupaten bekasi tahun 2020 Mila Sartika
Lentera Negeri Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99380

Abstract

COVID-19 is currently a global problem, categorized as a global pandemic. One of the prevention steps is to comply with the health procedures, involving the participation of cadres in the community. Cadre is a person or group of people who are fostered by a management agency in an organization. The purpose of PKM is to minimize the risk of spreading COVID-19 in the community. The PKM method provides education "preventing the spread of Covid-19 with 7M and Isoman". Evaluation uses an observation sheet. Implementation of PKM on February 12, 2021 in Hall Rw.12, Mangunjaya Village, South Tambun District, Bekasi Regency. The target of cadres/RT/RW is 51 respondents. PKM output; Posters and Pocket Books that have been copyrighted. The results of the first stage of PKM; reduce mobility by 19.69%, 18.80% of residents wear masks, while washing hands, maintaining distance, applying coughing and sneezing etiquette, avoiding stress and isoman is still low below 10%. The second stage of evaluation increased above 11%, and the third stage of evaluation increased public awareness with the results of residents washing their hands with soap 84.66%, wearing masks 83.14%, avoiding stress 56.19%, avoiding crowds 52.62% , reduce mobility 51.68%, keep a distance 51.26%, apply cough and sneeze etiquette 45.79% and Isoman 1.62%. The global pandemic problem can seize people's worries so that it can worsen the condition if a solution is not immediately found. One of the most appropriate solutions in dealing with this global pandemic is through education.
Pemberian Jus Bayam Merah dan Kurma Untuk Mengatasi Anemia Pada Remaja Putri di MAN 1 Bekasi Maulida Fatimah Lestari; Mila Sartika; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55841

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan padaremaja putri yang ditandai kadar hemoglobin (Hb) di bawah normal sehingga dapatmenurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, dan prestasi belajar. Penyebabnyameliputi perdarahan menstruasi, rendahnya asupan zat besi, dan pola makan tidakseimbang. Data Puskesmas Cikarang tahun 2025 menunjukkan dari 482 siswi MAN 1Kabupaten Bekasi, 114 siswi mengalami anemia, sehingga diperlukanpenanggulangan berbasis pangan lokal yang mudah diterapkan. Bayam merah dankurma mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C yang berperan dalampembentukan Hb dan membantu penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh konsumsi jus bayam merah dan kurma terhadap kadar Hb padasiswi anemia. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one grouppretest–posttest pada 53 siswi dengan Hb <12 g/dL. Intervensi berupapemberian jus bayam merah dan kurma selama tujuh hari berturut-turut. Analisismenggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian telah memperolehpersetujuan etik Universitas Medika Suherman (No. 005214/UNIVERSITAS MEDIKASUHERMAN/2025). Sebelum intervensi seluruh responden (100%) anemia. Setelahintervensi, 47 siswi (88,7%) tidak anemia dan 6 siswi (11,3%) masih anemia. UjiWilcoxon menunjukkan Z = −6,343; p = 0,000, menandakan peningkatan Hbsignifikan. Disimpulkan bahwa konsumsi jus bayam merah dan kurma meningkatkankadar Hb remaja putri anemia.
Pemberian Sarapan Pagi Telur Ayam Rebus Terhadap Kejadian Anemia Pada Siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi Aditya Kusuma Wijaya Satya Pratama; Mila Sartika; Yulidian Nurpratiwi; Previarsi Rahayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55844

Abstract

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal dan menjadi masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri. Kondisi ini dipengaruhi oleh kehilangan darah saat menstruasi, asupan gizi yang tidak seimbang, serta kebiasaan tidak sarapan pagi. Data Puskesmas Cikarang Utara tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bekasi, mengalami anemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan adalah membiasakan sarapan pagi dengan telur ayam rebus yang mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi telur ayam rebus terhadap kejadian anemia pada siswi. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 64 siswi sesuai kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat pemeriksaan Hb, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Universitas Medika Suherman dengan Nomor Surat NO.005220/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kadar hemoglobin (Z = –6,192; p = 0,000), sehingga sarapan telur rebus efektif menurunkan kejadian anemia.
Comparative Effectiveness of Pamphlet and Video Media in Enhancing Breast Self-Examination Knowledge Among High School Students Anggie Widyaswara; Melani Putri; Mila Sartika; Yulidian Nurpratiwi
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.963

Abstract

Background: Adolescence represents a critical developmental stage during which health-related knowledge and preventive behaviours begin to form. Limited awareness of breast health and breast self-examination (BSE) among adolescent girls may reduce opportunities for early detection of breast abnormalities. Educational interventions delivered through accessible media may play an important role in improving adolescents’ understanding of BSE. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of health education delivered through pamphlets and video media on the level of knowledge regarding breast self-examination among female adolescents. Methods: A quantitative study with a quasi-experimental design using a two-group pretest–posttest approach was conducted at SMAN 3 Tambun Selatan. The study population comprised 598 female students, of whom 592 participated using a total sampling technique. Knowledge of breast self-examination was assessed using a structured questionnaire administered before and after the educational intervention. Data were analysed using the Wilcoxon nonparametric test. Results: The findings demonstrated a statistically significant improvement in adolescents’ knowledge of breast self-examination following education delivered through pamphlets and video media (p < 0.001). Prior to the intervention, most participants showed limited concern for breast health. Post-intervention results indicated increased awareness and understanding of the importance of regular breast self-examination. Conclusion: Health education using pamphlets and video media is effective in enhancing adolescents’ knowledge of breast self-examination. Integrating structured and media-based educational strategies within school health programmes may strengthen preventive health behaviours and promote early breast health awareness among adolescents.
Knowledge and Smoking Behavior Among High School Students : A Cross-Sectional Study Dendi Dendi; Handika Pramudya; Mila Sartika; Hana Priscilla Frudence Sohilait
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.964

Abstract

Background: Smoking involves the combustion of tobacco products, producing smoke that is inhaled by the smoker and can also be passively inhaled by individuals in the surrounding environment. Adolescence is a vulnerable period during which smoking behaviors may develop, influenced by knowledge, attitudes, and social factors. Limited awareness of the health risks associated with smoking may contribute to the persistence of smoking behavior among adolescents. Objective: This study aimed to examine the relationship between knowledge and smoking-related behavior among adolescent students at State Senior High School 3 Tambun Selatan in 2025. Methods: A quantitative study with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach was conducted. The study population consisted of all male students enrolled at State Senior High School 3 Tambun Selatan (n = 452). A total of 440 respondents participated in the study. Data collection was carried out on January 31, 2025, using structured questionnaires. Statistical analysis was performed using the Chi-square test to assess associations between variables. Results: The analysis revealed a statistically significant relationship between adolescents’ knowledge and smoking behavior (p = 0.005). In addition, a significant association was found between behavioral factors and smoking incidence (p < 0.001), indicating that lower knowledge levels and unfavorable behaviors were associated with higher smoking prevalence. Conclusion: This study demonstrates that adolescents’ knowledge and behavior are significantly associated with smoking habits. Strengthening school-based health education programs focusing on the dangers of smoking is essential to reduce smoking prevalence and promote healthier behaviors among adolescents
Hubungan Edukasi Perawatan Botol Susu dengan Pengetahuan Orang Tua Mencegah Diare Anak Firda Yantih; Nova Rosbiyanti; Mila Sartika; Riska Subhianti Putri
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7540

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia 6–24 bulan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian diare berulang adalah kurangnya higienitas dalam perawatan botol susu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi perawatan botol susu terhadap peningkatan pengetahuan orang tua dalam upaya pencegahan diare pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi orang tua yang memiliki anak usia 6–24 bulan dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan bermakna tingkat pengetahuan orang tua setelah diberikan edukasi (p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa intervensi edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenai praktik perawatan botol susu yang benar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi kesehatan tentang perawatan botol susu berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan orang tua sehingga dapat menurunkan risiko diare berulang pada anak usia dini.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang Nanun Fazriyani; Salsa Bhatary Amadhea; Riska Subhianti Putri; Mila Sartika
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.348

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Terapi utama yang dijalani oleh pasien gagal ginjal kronik (GGK) adalah hemodialisis, namun prosedur ini berpotensi memengaruhi kualitas hidup mereka. Peran aktivitas fisik cukup signifikan dalam menunjang peningkatan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Sayangnya, tidak sedikit di antara mereka yang menghadapi hambatan fisik dan mengalami kelelahan, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya tingkat aktivitas fisik yang dilakukan. Tujuan: Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang dianalisis dalam penelitian ini. Metode: Dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 65 partisipan yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengisian kuesioner IPAQ dan KDQOL dilakukan oleh responden untuk mengukur variabel yang diteliti. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji chi-square guna mengungkap hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup. Hasil: Sebagian besar partisipan dalam penelitian ini menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang tergolong ringan hingga sedang. Hasil analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien, dengan nilai signifikansi p = 0,000. Kualitas hidup yang lebih baik cenderung dimiliki oleh pasien yang melakukan aktivitas fisik dalam intensitas yang lebih tinggi. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien hemodialisis dapat ditingkatkan melalui peran signifikan dari aktivitas fisik. Oleh sebab itu, upaya edukatif dan bentuk intervensi perlu diberikan kepada pasien agar mereka termotivasi untuk lebih aktif secara fisik demi mendukung kesejahteraan yang lebih optimal.