Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Tingkat Kecemasan Pasien Yang Akan Menjalani Tindakan Kateterisasi Jantung Di Rumah Sakit Omni Pulomas Jakarta Timur Mila Sartika; Retna Asih Pujiastuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 1, No 1 (2020): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kateterisasi jantung merupakan teknik yang diakui dunia internasional sebagai teknik terbaik dan terakurat untuk mendeteksi adanya sumbatan di pembuluh darah koroner. Pasien yang menjalani kateterisasi jantung akan menimbulkan kecemasan terhadap prosedur tindakan dari kateterisasi jantung.Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisa  tingkat  kecemasan  pasien    yang  akan menjalani tindakan kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Omni Pulomas Jakarta Timur. Desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel penelitian 43 responden.Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar kecemasan pasien berada pada tingkat kecemasan ringan yaitu sebesar 93% (40 orang). Dalam penelitian ini tingkat cemas masih dalam batas ringan, ada beberapa factor yang mungkin dapat mempengaruhi hasil karena ada beberapa variable tidak dipecahkan tidak sehingga tidak specific untuk tindakan kateterisasi yang pertama, kedua dan ketiga bahkan lebih. Saran untuk peneliti selanjut bisa menambahkan dan mengembangkan variable-variabel yang terkait dengan factor yang mempengaruhi tingat kecemasan atau menggunakan uji lainnya.Kata Kunci: Kecemasan, Kateterisasi, Jantung
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 pada Penderita Hipertensi Mila Sartika; Armi Armi
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v4i1.3328

Abstract

This study aims to analyze efforts to prevent the spread of COVID-19 in patients with hypertension in Mangunjaya Village, Bekasi Regency, in 2020. The method used is the survey method. The results showed a relationship between wearing masks, keeping a distance, maintaining immunity and controlling comorbidities with the spread of COVID-19 in patients with hypertension, while there was no relationship between WFH and the spread of COVID-19. Hand washing activity is the dominant variable in preventing the spread of COVID-19, with an OR value of 9.111. In conclusion, the need for efforts to maintain health by adhering to implementing health procedures, increasing immunity and controlling comorbidities by actively controlling blood pressure and remaining consistent in implementing a low-salt diet to maintain blood pressure stability. Keywords: COVID-19, Hypertension, Comorbid, Hand Washing
Analisis Tingkat Kecemasan Pasien Yang Akan Menjalani Tindakan Kateterisasi Jantung Di Rumah Sakit Omni Pulomas Jakarta Timur Mila Sartika; Retna Asih Pujiastuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kateterisasi jantung merupakan teknik yang diakui dunia internasional sebagai teknik terbaik dan terakurat untuk mendeteksi adanya sumbatan di pembuluh darah koroner. Pasien yang menjalani kateterisasi jantung akan menimbulkan kecemasan terhadap prosedur tindakan dari kateterisasi jantung.Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisa  tingkat  kecemasan  pasien    yang  akan menjalani tindakan kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Omni Pulomas Jakarta Timur. Desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel penelitian 43 responden.Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar kecemasan pasien berada pada tingkat kecemasan ringan yaitu sebesar 93% (40 orang). Dalam penelitian ini tingkat cemas masih dalam batas ringan, ada beberapa factor yang mungkin dapat mempengaruhi hasil karena ada beberapa variable tidak dipecahkan tidak sehingga tidak specific untuk tindakan kateterisasi yang pertama, kedua dan ketiga bahkan lebih. Saran untuk peneliti selanjut bisa menambahkan dan mengembangkan variable-variabel yang terkait dengan factor yang mempengaruhi tingat kecemasan atau menggunakan uji lainnya.Kata Kunci: Kecemasan, Kateterisasi, Jantung
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PREVALENSI DIABETIK NEUROPATI PERIFERAL (DPN) PADA PASIEN DM TIPE II DI INDONESIA: Associated Factors of The Prevalence of Peripheral Neuropathy Diabetic (DPN) Among DM Type II Patients in Indonesia Mila Sartika; Armi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1553

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia meningkat secara signifikan selama 5 tahun terakhir. DPN adalah komplikasi yang paling umum di antara pasien dengan DM tipe II sementara, hanya studi terbatas yang membahas topik terkait tentang intervensi untuk mengurangi rasa sakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas senam tangan dan kaki terhadap nyeri pada penderita DM Tipe II. Metode: Quasy Experiment dengan desain pre-post test melibatkan kelompok kontrol dan intervensi. Penelitian ini berlokasi di bangsal rawat inap dua rumah sakit di Indonesia yang terletak di daerah pinggiran kota. Dua kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Instrumen Skrining Neuropati Michigan (MNSI) dan Skor Analog Visual (VAS). Visual Analog Score (VAS. Sebanyak 38 responden yang terbagi dalam jumlah yang sama pada kelompok intervensi dan kontrol dengan masing-masing 19 responden. Hasil: Rata-rata skala nyeri pada minggu ke-1 sampai minggu ke-8 pengukuran mengalami penurunan secara bertahap dari awal hingga akhir pada kelompok intervensi. Berdasarkan hasil Friedman Test terdapat pengaruh penerapan hand and foot exercise terhadap proses penurunan nyeri pasien neuropati perifer diabetik pada kelompok intervensi (p<0,00). Hasil ini sejalan dengan hasil referensi jurnal yang dalam penilaian respon nyeri pada kedua kelompok. Kesimpulan: Intervensi ini dapat diimplementasikan pada pasien DM Tipe II sebagai salah satu manajemen nyeri dalam setting klinis,
The Implementation of Hands and Feet Exercise Towards Pain Management Among DM Type II Patients with Peripheral Neuropathy in Indonesia Mila Sartika; Ilham Suryana; Rohman Azam; Wati Jumaiyah
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i3.508

Abstract

Aims: The prevalence of diabetes mellitus (DM) worldwide increased significantly every year, including Indonesia. The most common complication among patients with Type II DM was DPN (Diabetic Peripheral Neuropathy) with the severe symptom being pan. However, only limited studies discussed related topics about intervention to reduce pain. Aim. This research objective was to measure the effectiveness of hand and foot exercises toward pain among patients with Type II DM.   Method: A quasi-experiment of pre-post test design with a control and intervention group was applied in this study. To obtain respondents, this research used convenience sampling.  This study is located in the inpatient ward of two hospitals in Indonesia located in suburban areas.  Two questionnaires used in this study are Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI) and Visual Analog Score (VAS). The Visual Analog Score (VAS).  Results: A total of 38 respondents were divided into the same number of intervention and control groups with each of them 19 respondents. The average pain scale in the 1st to 8th week of measurement has decreased gradually in both group. Based on the results of the Friedman Test there was an effect of applying hand and foot exercises in reducing patient pain and diabetic peripheral neuropathy among the intervention group (p< 0.00) but no statistically significant decreased in the control group (p> 0.000). These results are in line with the reference journal in the assessment of pain response in both groups. These exercise increase blood vessel circulation and muscle strength. Conclusion: This intervention can be implemented among patients with Type II DM as one of the pain management in clinical settings.  The standard operational procedures with structured training must be done to implement this intervention.
Posisi Pasien terhadap Tekanan Vena Sentral Armi Armi; Mila Sartika
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.133 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.1983

Abstract

This study aims to identify an increase in central venous pressure in patients given lateral or prone position interventions and to identify the rise in central venous pressure in patients given semi-fowler position intervention in the intensive care unit. This study uses a Quasi-Experimental method with a Case-Control design. The results obtained are the p-value of 0.000, meaning that the research significantly affects the positioning of the central venous pressure (CVP). In conclusion, there was an increase in the average CVP value before and after the passive position intervention was -1,967 cmH2O; on the other hand, there was a decrease in the average CVP value before and after the semi fowler position intervention was 1,867 cmH2O. Keywords: Supine and Semi Fowler Position, Central Venous Pressure
Pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) Riska Subhianti Putri; Mila Sartika
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2363

Abstract

Background: Iron deficiency anemia remains a significant health problem among adolescent girls, despite widespread implementation of iron supplementation programs in schools. Compliance with iron supplementation remains low among adolescent girls due to various physical, psychological, and social barriers. A deeper understanding of adolescent girls' experiences of iron supplementation is needed to improve the effectiveness of anemia prevention programs. Purpose: To explore the lived experiences of adolescent girls in consuming iron supplementation. Method: This qualitative research uses a descriptive phenomenological approach. The study was conducted at State Junior High School 5 North Cikarang, Bekasi Regency, West Java, from June 16 to August 15, 2025. Eight adolescent girls aged 13–15 years were selected using a purposive sampling method. Data were collected through in-depth interviews lasting 30–50 minutes and analyzed using the Colaizzi method. Results: Data analysis yielded three main themes: (1) barriers and obstacles to iron supplementation, including the unpleasant taste of the tablets, physical side effects, and indiscipline and forgetfulness; (2) positive perceptions and benefits of iron tablet consumption, including increased understanding and physical and energy changes; and (3) external support and strategies to increase adherence, involving the roles of teachers, peers, family, and adolescents' personal strategies for overcoming barriers. Conclusion: Adolescent girls' experiences of iron tablet consumption are influenced by the interaction between physical barriers, perceived benefits, and environmental support. The success of iron tablet programs depends not only on tablet distribution but also on ongoing education, social support, and implementation strategies tailored to the characteristics of adolescent girls. Suggestion: Future research is recommended to address the limitations of this study by using quantitative or mixed-method designs to examine the relationship between adherence to iron tablet consumption and objective indicators of anemia, such as hemoglobin levels, among adolescent girls.   Keywords: Anemia; Adolescent Girls; Iron Supplementation.   Pendahuluan: Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan pada remaja putri, meskipun program pemberian tablet tambah darah (TTD) telah dilaksanakan secara luas di sekolah. Tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah akibat berbagai hambatan, baik fisik, psikologis, maupun sosial. Pemahaman mendalam mengenai pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi TTD diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan anemia. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman hidup remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Metode: Studi kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada tanggal 16 Juni hingga 15 Agustus 2025. Partisipan berjumlah 8 remaja putri berusia 13–15 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang berlangsung selama 30–50 menit dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis data menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) hambatan dan kendala dalam konsumsi TTD yang meliputi rasa tablet yang tidak nyaman, efek samping fisik, serta ketidakdisiplinan dan lupa; (2) persepsi positif dan manfaat konsumsi TTD yang mencakup peningkatan pemahaman serta perubahan fisik dan energi tubuh; dan (3) dukungan eksternal dan strategi meningkatkan kepatuhan yang melibatkan peran guru, teman sebaya, keluarga, serta strategi pribadi remaja dalam mengatasi hambatan. Simpulan: Pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi TTD dipengaruhi oleh interaksi antara hambatan fisik, persepsi manfaat, dan dukungan lingkungan. Keberhasilan program TTD tidak hanya bergantung pada distribusi tablet, tetapi juga pada edukasi berkelanjutan, dukungan sosial, dan strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik remaja putri. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengatasi keterbatasan studi ini dengan menggunakan desain kuantitatif atau metode campuran untuk meneliti hubungan antara kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah dan indikator anemia objektif, seperti kadar hemoglobin, di kalangan remaja putri.   Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri, Tablet Tambah Darah (TTD).
Upaya pencegahan penyebaranan Covid- 19 melibatkan peran kader/rt/rw di kabupaten bekasi tahun 2020 Mila Sartika
Lentera Negeri Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99380

Abstract

COVID-19 is currently a global problem, categorized as a global pandemic. One of the prevention steps is to comply with the health procedures, involving the participation of cadres in the community. Cadre is a person or group of people who are fostered by a management agency in an organization. The purpose of PKM is to minimize the risk of spreading COVID-19 in the community. The PKM method provides education "preventing the spread of Covid-19 with 7M and Isoman". Evaluation uses an observation sheet. Implementation of PKM on February 12, 2021 in Hall Rw.12, Mangunjaya Village, South Tambun District, Bekasi Regency. The target of cadres/RT/RW is 51 respondents. PKM output; Posters and Pocket Books that have been copyrighted. The results of the first stage of PKM; reduce mobility by 19.69%, 18.80% of residents wear masks, while washing hands, maintaining distance, applying coughing and sneezing etiquette, avoiding stress and isoman is still low below 10%. The second stage of evaluation increased above 11%, and the third stage of evaluation increased public awareness with the results of residents washing their hands with soap 84.66%, wearing masks 83.14%, avoiding stress 56.19%, avoiding crowds 52.62% , reduce mobility 51.68%, keep a distance 51.26%, apply cough and sneeze etiquette 45.79% and Isoman 1.62%. The global pandemic problem can seize people's worries so that it can worsen the condition if a solution is not immediately found. One of the most appropriate solutions in dealing with this global pandemic is through education.
Pemberian Jus Bayam Merah dan Kurma Untuk Mengatasi Anemia Pada Remaja Putri di MAN 1 Bekasi Maulida Fatimah Lestari; Mila Sartika; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55841

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan padaremaja putri yang ditandai kadar hemoglobin (Hb) di bawah normal sehingga dapatmenurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, dan prestasi belajar. Penyebabnyameliputi perdarahan menstruasi, rendahnya asupan zat besi, dan pola makan tidakseimbang. Data Puskesmas Cikarang tahun 2025 menunjukkan dari 482 siswi MAN 1Kabupaten Bekasi, 114 siswi mengalami anemia, sehingga diperlukanpenanggulangan berbasis pangan lokal yang mudah diterapkan. Bayam merah dankurma mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C yang berperan dalampembentukan Hb dan membantu penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh konsumsi jus bayam merah dan kurma terhadap kadar Hb padasiswi anemia. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one grouppretest–posttest pada 53 siswi dengan Hb <12 g/dL. Intervensi berupapemberian jus bayam merah dan kurma selama tujuh hari berturut-turut. Analisismenggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian telah memperolehpersetujuan etik Universitas Medika Suherman (No. 005214/UNIVERSITAS MEDIKASUHERMAN/2025). Sebelum intervensi seluruh responden (100%) anemia. Setelahintervensi, 47 siswi (88,7%) tidak anemia dan 6 siswi (11,3%) masih anemia. UjiWilcoxon menunjukkan Z = −6,343; p = 0,000, menandakan peningkatan Hbsignifikan. Disimpulkan bahwa konsumsi jus bayam merah dan kurma meningkatkankadar Hb remaja putri anemia.
Pemberian Sarapan Pagi Telur Ayam Rebus Terhadap Kejadian Anemia Pada Siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi Aditya Kusuma Wijaya Satya Pratama; Mila Sartika; Yulidian Nurpratiwi; Previarsi Rahayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55844

Abstract

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal dan menjadi masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri. Kondisi ini dipengaruhi oleh kehilangan darah saat menstruasi, asupan gizi yang tidak seimbang, serta kebiasaan tidak sarapan pagi. Data Puskesmas Cikarang Utara tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bekasi, mengalami anemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan adalah membiasakan sarapan pagi dengan telur ayam rebus yang mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi telur ayam rebus terhadap kejadian anemia pada siswi. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 64 siswi sesuai kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat pemeriksaan Hb, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Universitas Medika Suherman dengan Nomor Surat NO.005220/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kadar hemoglobin (Z = –6,192; p = 0,000), sehingga sarapan telur rebus efektif menurunkan kejadian anemia.