Tinjauan ini mengkaji pati bengkuang (Pachyrhizus erosus) sebagai polisakarida alami yang memiliki karakteristik kristalinitas tipe A, plastisitas molekuler yang tinggi, serta sifat biodegradabilitas yang mendukung pemanfaatannya sebagai biopolimer farmasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain: keterkaitan antara struktur, kondisi proses, dan kinerja fungsional pati bengkuang dalam konteks pengembangan sistem penghantaran obat. Berbagai studi eksperimental yang dianalisis menunjukkan bahwa pengaturan parameter proses, termasuk metode ekstraksi dan modifikasi pasca-ekstraksi, mampu mempengaruhi distribusi berat molekul, stabilitas termal, dan kemampuan pembentukan partikel. Ketiga aspek tersebut merupakan determinan penting bagi desain sistem penghantaran obat berbasis polisakarida, khususnya dalam pembentukan partikel mikro maupun nano yang terkontrol. Secara konseptual, sifat mudah terdegradasi melalui hidrolisis terarah dan potensi fungsionalnya menempatkan pati bengkuang sebagai kandidat menjanjikan untuk pembawa obat yang biokompatibel dan ramah lingkungan. Namun, implementasi pada formulasi farmasi masih memerlukan standardisasi parameter mutu, karakterisasi menyeluruh terhadap keamanan biologis, serta uji in vitro dan in vivo yang lebih komprehensif. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa pati bengkuang memiliki prospek signifikan sebagai biopolimer alternatif dalam pengembangan sistem penghantaran obat, sekaligus mengidentifikasi agenda riset lanjutan yang diperlukan untuk mendukung translasi ke aplikasi klinis. This review investigates yam bean (Pachyrhizus erosus) starch as a natural polysaccharide that exhibits A-type crystallinity, high molecular plasticity, and biodegradability, its support potential use as a pharmaceutical biopolymer. Particular attention is given to the interplay among structural features, processing conditions, and functional performance of yam bean starch in the context of drug delivery system development. Analysis of experimental studies indicates that adjusting processing parameters, including extraction methods and post-extraction modifications, can modify molecular weight distribution, thermal stability, and particle-forming ability. These three attributes are key determinants of the design of polysaccharide-based drug delivery systems, particularly for the controlled formation of micro- and nanoparticles. Conceptually, the ease of degradation through directed hydrolysis and the functional versatility of yam bean starch, position it as a promising candidate for biocompatible and environmentally friendly drug carriers. However, successful implementation in pharmaceutical formulations still requires standardisation of quality parameters, comprehensive characterisation of biological safety, and more extensive in vitro and in vivo evaluations. Overall, this review highlights the significant potential of yam bean starch as an alternative biopolymer for the development of drug delivery systems and identifies future research agendas needed to support its translation toward clinical applications.