p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal HIDROPILAR
Widodo Setiyo Pranowo
Pusat Riset Kelautan Kementrian Kelautan & Perikanan Republik Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemodelan Hidrodinamika 2 Dimensi Arus dan Gelombang untuk Operasi Pendaratan Amfibi Di Pesisir Pulau Selaru Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Studi Kasus: Labuhan Lemian Pulau Selaru): Modeling of 2-Dimensional Hydrodynamic Currents and Waves for Amphibious Landing Operations on The Coast of Selaru Island of West Southeast Maluku Regency (Case Study: Labuhan Lemian Selaru Island) Agustinus Apomfires Watofa; Widodo Setiyo Pranowo; Dian Adrianto
Jurnal Hidropilar Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v7i2.218

Abstract

Operasi Pendaratan Amfibi merupakan operasi militer yang bersifat ofensif maupun defensif dari laut menggunakan kapal pendarat untuk memproyeksikan kekuatan darat disuatu pesisir pantai dengan kemungkinan terdapat area musuh. Informasi tentang daerah dengan waktu yang efektif untuk melakukan pendaratan sangat penting demi keberhasilan suatu operasi. Berkaitan dengan operasi ini, perlu dibuat sebuah penelitian untuk mengetahui karakteristik dan pola Arus dan Gelombang di daerah pendaratan, mensimulasikan data Arus dan Gelombang serta bisa menampilkan data yang informatif. Sehingga tujuan dari pemodelan hidrodinamika untuk mengetahui pola dan karakteristik Arus dan Gelombang baik itu arah, kecepatan dan tinggi. Dengan menampilkan kondisi pemodelan hidrodinamika 2 dimensi daerah pendaratan tersebut. Salah satu metode atau caranya dengan pendekatan pemodelan numerik, analisa karakteristik arus laut dan gelombang laut untuk pendaratan dengan mengkonversi arah dan kecepatan angin serta arah dan tinggi gelombang menggunakan perangkat lunak Software Mike 21, perangkat lunak ArcGIS 10.4.1, sumber data sekunder dari Disosemet Pushidrosal dan juga PLI Nomor 382 Tahun 2018 dari Dispeta Pushidrosal dengan digitasi menghasilkan angka kedalaman dan garis pantai. Hasil dari pemodelan hidrodinamika berupa data Arus dan Gelombang yang didukung juga oleh angin dan pasang surut, dalam menampilkan hasil ada juga perhitungan RMSE dan Korelasi untuk mengetahui nilai error dan kedekatan antara nilai hasil dari data lapangan dengan data dari simulasi model. Dengan menampilkan simulasi animasi diharapkan mampu menggambarkan area tersebut dengan pendaratan kapal, pasukan dan manuver didaerah yang telah digunakan dengan menampilkan parameter sebagai data output dari Flow Model dan Spectral Wave per tiga jam di empat Musim yang berbeda dalam satu tahun yang digunakan sebagai informasi penting untuk melakukan pendaratan. Dalam pemodelan dengan Software Mike 21 akan mendapatkan pola dan karakteristik Arus dan Gelombang di daerah pendaratan, dimana dari hasil perhitungan RMSE dan Korelasi untuk data Arus dan Gelombang menghasilkan data arus dengan nilai RMSE 0.034 (3.4 %) Korelasi 0.00456 untuk data Gelombang dengan nilai RMSE 0.184(18.4 %) dan Korelasi 0.417 data-data tersebut dihitung dengan membandingkan antara data lapangan dan data model. Sedangkan untuk pemodelan hidrodinamika membutuhkan peralatan yang memiliki kapabilitas cukup tinggi sehingga memudahkan dalam pengolahan.
Salinitas Absolut dan Arus Sebagai Pembaruan Variabel untuk Pemutakhiran Basisdata Sistem Fusi-Oseanografi: Absolute Salinity and Current as A Variable Update for Updating The Fusion- Oseanographic System Database Teguh Prayitno; Widodo Setiyo Pranowo; Arta Adhi Surya
Jurnal Hidropilar Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v7i2.219

Abstract

Sistem Basisdata Fusi-Oseanografi merupakan inovasi baru di bidang pengelolaan data observasi dan teknologi prediksi Oseanografi Nasional. Pembangunan sistem basisdata yang baru membutuhkan pengembangan yang berkelanjutan dengan menambahkan variabel lain seperti variabel Salinitas Absolut dan Arus. Data penelitian (Salinitas, Temperatur, dan Komponen Arus u,v) bersumber dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) tahun 2020. Ketiga variabel diatas dikomputasi dan divisualisasikan terhadap 32 kedalaman dan 12 WFO menggunakan software ODV versi 5.3.0 untuk menghasilkan kumpulan database peta Salinitas Absolut dan Arus. Kumpulan database tersebut, selanjutnya diunggah kedalam webdatabase purwarupa Fusi-Oseanografi untuk ditampilkan di Aplikasi Android Fusioseanografi V3 bagi pengguna. Untuk mengetahui kevalidan data model dari CMEMS, maka diperlukan adanya verifikasi dengan data observasi lapangan. Verifikasi/validasi dilakukan sampai dengan level tertentu, dengan data pembanding berasal dari World Ocean Dataset (WOD) dan data primer. Penelitian menghasilkan database peta variabel Salinitas Absolut dan Arus sejumlah 3865 gambar. Kadar salinitas absolut tertinggi sebesar 38 g/Kg di WFO-04 kedalaman 50 meter, nilai terendahnya 28 g/kg di WFO-04 kedalaman 0.5 meter. Rata-rata dari 12 WFO, nilai salinitas absolut tertinggi sebesar 35.63 g/Kg dan terendahnya 32.85 g/Kg. Kecepatan arus akan mengalami penurun secara berangsur-angsur dilapisan kedalaman yang semakin dalam. Verifikasi data menghasilkan nilai kuantitatif yang baik dengan nilai RMSE variabel Salinitas Absolut berkisar antara 0.00002 g/Kg sampai dengan 0.3605 g/Kg dengan nilai rata-rata nya sebesar 0.0408 g/Kg. Kecepatan arus memiliki nilai kuantitatif RMSE pada kisaran nilai antara 0.03477 m/s sampai dengan 0.1348 m/s dengan nilai rata-rata 0.0877 m/s.