Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tinjauan Manajemen Dana Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Ponorogo Perspektif Manajemen Keuangan Syariah Kavarera, Wilkys Cantika; Cahyani, Yutisa Tri
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research Vol. 4 No. 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/niqosiya.v4i2.3303

Abstract

Manajemen keuangan syariah merupakan sistem pengelolaan keuangan yang berdasarkan pada prinsip dan hukum Islam, yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan. Penelitian ini dilakukan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis (KCP) Ponorogo yang memiliki jumlah peserta terbanyak dari rumah sakit Islam dan sektor ekonomi lainnya berlandaskan syariah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa peserta yang kesulitan dalam penggunaan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dimana digunakan mulai dari pendaftaran peserta hingga proses klaim, masih banyaknya peserta yang belum mengetahui bagaimana pengelolaan dana pada BPJS Ketenagakerjaan dan adanya beberapa kendala yang mengakibatkan keterlambatan pencairan klaim oleh peserta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan KCP Ponorogo tidak mengelola dana jaminan sendiri, melainkan disalurkan ke BPJS Ketenagakerjaan pusat, dan bertugas untuk mengumpulkan iuran dana jaminan, menyetorkan dana jaminan ke kantor pusat dan melakukan pembayaran klaim pada peserta. Pengelolaan dana jaminan pada BPJS Ketenagakerjaan KCP ponorogo telah sesuai dengan prinsip manajemen keuangan, namun pada dalam manajemen keuangan syariah masih terdapat unsur riba dikarenakan instrument investasi yang dipakai masih berupa investasi konvensional dan juga bekerja sama dengan bank konvensional sehingga terdapat adanya penambahan dana atau bunga.
KONSEP FEE BASED SERVICES DALAM PERBANKAN SYARIAH Cahyani, Yutisa Tri
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/elbarka.v1i2.1397

Abstract

Abstract:This article analyzes the concept of fee based services in Islamic banks. Islamic banks are financial institutions that provide various forms of transactions, one of which is to provide various types of transactions in the field of service or fee based service. This service service consists of various kinds of service products according to the type of contract. In terms of service, banks obtain revenue in the form of fee-based income service. Fee based income comes from costs intended to facilitate the implementation of transactions or financing. This service facility is provided to customers and non-bank customers. In this writing using a type of descriptive qualitative research. The limitations in this writing are focused on the concept of income of Islamic banks in the form of fee-based income service. Fee based income comes from administrative costs that come from transactions in transfer, collection, clearing, bank guarantees, letters of credit, and other payment services. These contracts in the concept of fee based income services include Al Wakalah, Al-Kafalah, Al-Hawalah, Ar-Rahn, and Qardh.  Ø§Ù„ملخص: البنوك الإسلامية هي مؤسسات مالية تقدم أنواعًا مختلفة من المنتجات ØŒ أحدها في قطاع الخدمات, تتكون الخدمات التي تقدمها البنوك الإسلامية من أنواع مختلفة من منتجات الخدمات التي تتوافق مع نوع العقدها من حيث هذه الخدمة يحصل البنك علىالدخل القائم على الرسوم. يأتي الدخل على أساس الرسوم من التكاليف التي تهدف إلى تسهيل تنفيذ المعاملات أو التمويل، تقدم المصارف الإسلامية تسهيلات الخدمات للعملاء أو غير العملاء. يشمل مفهوم الخدمات (الدخل المستند إلى الرسوم) في الخدمات المصرفية الإسلامية الوكلة، والكفلة، والحولة، والرهن، والقرض. Abstrak:Artikel ini menganalisis tentang konsep fee based services dalam bank syariah. Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang menyediakan berbagai macam bentuk transaksi, salah satunya ialah menyediakan berbagai macam transaksi dibidang pelayanan jasa atau fee based service. Pelayanan jasa ini terdiri dari berbagai macam produk layanan sesuai dengan jenis akadnya. Dalam hal pelayanan jasa, bank memperoleh pendapatan yang berupa fee based income service. Fee based income berasal dari biaya-biaya yang ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan transaksi ataupun pembiayaan. Fasilitas pelayanan jasa ini diberikan kepada nasabah maupun bukan nasabah bank tersebut. Dalam penulisan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Batasan dalam penulisan ini difokuskan pada konsep pendapatan bank syariah dalam bentuk fee based income service. Fee based income berasal dari biaya-biaya administrasi yang berasal dari transaksi jasa transfer,  inkaso,  kliring, bank garansi, letter of credit, dan jasa pembayaran lainnya.Akad dalam konsep fee based income services ini diantaranya adalah Al-Wakalah, Al-Kafalah, Al-Hawalah, Ar-Rahn, dan Qardh.
Efektivitas Pelaksanaan Monitoring Terhadap Portofolio Pembiayaan Segmen Mikro Pada Bank Syariah Indonesia KCP Pare Supratman Laela, Rodena Yoman; Cahyani, Yutisa Tri
Musyarakah: Journal of Sharia Economic (MJSE) Vol 4, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mjse.v4i1.9275

Abstract

This phenomenon occurs in micro segment financing as a result of which the financing that has been provided to customers is not used properly. This research method uses field research using a qualitative approach. This research was conducted to analyze the effectiveness of monitoring the micro segment financing portfolio at Bank Syariah Indonesia KCP Pare Supratman. The results of this research show that the supporting factors for implementing monitoring are a stable government economy, a good system, while the inhibiting factors lie in the system, customers who are not honest about actual events. The effectiveness of monitoring implementation is effective if seen from the smooth payment of installments. The distribution of financing carried out by Bank Syariah Indonesia KCP Pare Supratman has complied with the procedure for analyzing prospective customers using five stages.