Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect of Job Insecurity, Organizational Virtuousness to Subjective Well-being, Organizational Commitment, Organizational Citizenship Behavior, and Job Performance Muhamad Nurrohman; Unggul Kustiawan
ijd-demos Volume 4 Issue 1 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i1.185

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to explain the connection between job insecurity and organizational virtuousness to work-family conflict, organizational identification, subjective well-being, organizational commitment, organizational citizenship behavior, and job performance. The sample for this research comprises employees working in manufacturing companies in Industrial areas of Banten Province, Indonesia, and those who have worked for more than two years. The sampling is done using purposive sampling with the total number for the sample being 220 and the gathering data using survey method by giving an online questionnaire. To analyze data is using factor analysis and Lisrel Structural Equation Model (SEM), and the findings of the study have proved that job insecurity positively affects subjective well-being, work-family conflict, and organizational identification. On the other hand, organizational identification negatively affects organizational citizenship behavior and job performance. Furthermore, organizational virtuousness positively affects subjective well-being. Subjective well-being positively affects organizational commitment. Also, organizational commitment effects positively to organizational citizenship behavior and job performance. However, subjective well-being effects negatively to job performance.Keywords: job insecurity, subjective well-being, organizational virtuousness, organizational citizenship behavior, job performance. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara job insecurity dan virtuousness organisasi terhadap konflik pekerjaan-keluarga, identifikasi organisasi, kesejahteraan subjektif, komitmen organisasi, perilaku kewargaan organisasi, dan prestasi kerja. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja pada perusahaan manufaktur di Kawasan Industri Provinsi Banten, Indonesia, dan yang sudah bekerja lebih dari 2 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 220 orang dan pengumpulan data menggunakan metode survei dengan memberikan kuesioner online. Analisis data menggunakan analisis faktor dan Lirel Structural Equation Model (SEM) dimana temuan penelitian telah membuktikan bahwa ketidakamanan kerja mempengaruhi kesejahteraan subjektif positif, konflik pekerjaan-keluarga, dan identifikasi organisasi. Identifikasi organisasi mempengaruhi perilaku kewargaan organisasi dan kinerja pekerjaan secara negatif. Selanjutnya, kebajikan organisasi mempengaruhi kesejahteraan subjektif positif. Kesejahteraan subjektif berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Juga, komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap perilaku kewargaan organisasi dan kinerja pekerjaan. Namun, kesejahteraan subjektif berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja.Katakunci:ketidakamanan kerja, kesejahteraan subjektif, kebajikan organisasi, perilaku kewarganegaraan organisasi, kinerja pekerjaan.
Organizational Commitments That Shape Turnover Intention, Employee Performance, And Organizational Citizenship Behavior Masagus Safei; Unggul Kustiawan
ijd-demos Volume 4 Issue 1 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i1.187

Abstract

Abstract:The research objectives are to explore the effect of perceived organizational support (POS), job satisfaction (JS), and employee engagement (EE), which form organizational commitment (OC). Thus, increase influencing Turnover Intention (TI), Employee Performance (EP), and Organizational Citizenship Behavior (OCB). In addition, it is also about the effect of POS on JS and the influence of OCB on EP. Finally, it is the development of several previous studies. The survey used a purposive sampling method on 203 State Civil Apparatus (ASN) employees of community Health centers (Puskesmas) in Tangerang Regency, Banten Province, Indonesia. For analysis using factor analysis and structural equation modeling (SEM) Lisrel. The findings of this study are organizational support, employee satisfaction, and involvement increase organizational commitment so that it positively affects Turnover Intention, Employee Performance, Organizational Citizenship Behavior. In addition, organizational support increases employee satisfaction. Likewise, Organizational Citizenship Behavior has a positive effect on Employee Performance.Keywords: perceived organizational support, organizational commitment, organizational citizenship behavior. Abstrak:Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi pengaruh dari persepsi dukungan organisasi (POS), kepuasan kerja (JS), dan keterlibatan karyawan (EE), yang membentuk komitmen organisasi (OC). Dengan demikian, peningkatan mempengaruhi Turnover Intention (TI), Employee Performance (EP), dan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Selain itu juga tentang pengaruh POS terhadap JS dan pengaruh OCB terhadap EP. Terakhir, merupakan pengembangan dari beberapa penelitian sebelumnya. Survei menggunakan metode purposive sampling pada 203 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Untuk analisis menggunakan analisis faktor dan structural equation modeling (SEM) Lisrel. Temuan penelitian ini adalah dukungan organisasi, kepuasan karyawan, dan keterlibatan meningkatkan komitmen organisasi sehingga berpengaruh positif terhadap Turnover Intention, Kinerja Karyawan, Organizational Citizenship Behavior. Selain itu, dukungan organisasi meningkatkan kepuasan karyawan. Demikian juga Organizational Citizenship Behavior berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.Katakunci:dukungan organisasi, komitmen organisasi, perilaku kewarganegaraan dalam berorganisasi.
The Effect of Workplace Empowerment, Quality of Work-Life, Work-Life Balance, Organizational Citizenship Behavior on Job Satisfaction Bagus Caesar Sukmayuda; Unggul Kustiawan
ijd-demos Volume 4 Issue 1 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i1.182

Abstract

AbstactThis study aims at discovering how much the effect of work empowerment, quality of work-life, work-life balance, organizational citizenship behavior on job satisfaction of workers in manufacturing being continuing their education in Banten Province, Indonesia. For the respondents, they were workers being continuing their education as many as 230 respondents, they were selected by employing a purpose sampling method, they are students having been actively working in manufactire for more than two year of Banten province, Indonesia, this study is a quantitative research employing factor analysis and structural equation modeling (SEM) with Lisrel.The findings of this study are work empowerment, quality of work-life, work-life balance, organizational citizenship behavior can increase job satisfaction. The managerial implication of the study is that by increasing and paying attention to organizational citizenship behavior carried out by the company, there will be a satisfaction in work; and the employee will fully encourage the function of the organization. This study is expected to contribute in providing information at the theoretical/scientific level of human resource management and the company's strategy in noticing the level of positive employee job satisfaction. Especially, it is for employees working while continuing their education in increasing job satisfaction.Keywords:  Workplace Empowerment, Quality of work-life, Work-Life Balance, Organizational Citizenship Behavior, Job Satisfaction. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberdayaan kerja, kualitas kehidupan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, perilaku kewargaan organisasional terhadap kepuasan kerja pekerja manufaktur yang melanjutkan pendidikan di Provinsi Banten, Indonesia. Untuk responden merupakan pekerja yang sedang melanjutkan pendidikan sebanyak 230 responden, dipilih dengan metode purposive sampling yaitu mahasiswa yang telah aktif bekerja di bidang manufaktur lebih dari dua tahun di Provinsi Banten, Indonesia. penelitian kuantitatif menggunakan analisis faktor dan structural equation modeling (SEM) dengan Lisrel. Temuan penelitian ini adalah pemberdayaan kerja, kualitas kehidupan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, perilaku kewargaan organisasi dapat meningkatkan kepuasan kerja. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah dengan meningkatkan dan memperhatikan perilaku kewargaan organisasi yang dilakukan oleh perusahaan maka akan timbul kepuasan dalam bekerja; dan karyawan akan sepenuhnya mendorong fungsi organisasi Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memberikan informasi pada tataran teoritis/ilmiah manajemen sumber daya manusia dan strategi perusahaan dalam memperhatikan tingkat kepuasan kerja pegawai yang positif. Khususnya bagi karyawan yang bekerja sambil melanjutkan pendidikan dalam meningkatkan kepuasan kerja.Katakunci:  Permberdayaan kerja, Kualitas kehidupan kerja, Keseimbangan Kehidupan Kerja, Perilaku Kewarganegaraan Organisasi, Kepuasan Kerja.
When Occupational Self Efficacy and Intrinsic Motivation Influence on Job Satisfaction and Job Performance Wesly Panjaitan; Unggul Kustiawan
ijd-demos Volume 4 Issue 1 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i1.188

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effect of occupational self-efficacy on intrinsic motivation, job satisfaction, and job performance. In addition, the influence of intrinsic motivation on job satisfaction and job performance. This research is a descriptive quantitative study using the structural equational modeling (SEM) method and data collection was used by distributing online questionnaires. The population of this study is employees of private companies in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi (Jabodetabek). The sampling method used is purposive sampling with criteria that have worked for two years and over. First, this study proves a positive influence between occupational self-efficacy and intrinsic motivation, job satisfaction, and job performance. Then it also proves that there is a positive influence between intrinsic motivation on job satisfaction but not on job performance.Keywords: occupational self-efficacy, intrinsic motivation, job satisfaction, job performance. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri kerja terhadap motivasi intrinsik, kepuasan kerja, dan prestasi kerja. Selain itu, pengaruh motivasi intrinsik terhadap kepuasan kerja dan prestasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode structural equation modeling (SEM) dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online. Populasi penelitian ini adalah karyawan perusahaan swasta di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria yang telah bekerja selama dua tahun ke atas. Pertama, penelitian ini membuktikan adanya pengaruh positif antara efikasi diri kerja dan motivasi intrinsik, kepuasan kerja, dan prestasi kerja. Kemudian juga membuktikan bahwa ada pengaruh positif antara motivasi intrinsik terhadap kepuasan kerja tetapi tidak terhadap prestasi kerja.Katakunci: keberhasilan diri dalam pekerjaan, motivasi intrinsik, kepuasan kerja, prestasi kerja.
Antecedents of Organizational Commitment That Influence Teacher Job Performance Apul Tumanggor; Unggul Kustiawan
ijd-demos Volume 4 Issue 1 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i1.183

Abstract

Abstract:This study aimed to examine the antecedents of organizational commitment, work environment, job stress, leadership empowering, and organizational commitment that affect teacher job performance. This research contributed to the scientific repertoire for organizational leaders and policymakers for educational institutions to improve teacher performance. Subjects of the research were teachers at private Catholic high schools totaling 200 people who had worked for more than 2 years in Jakarta, Indonesia. The survey used a purposive sampling method and data analysis using factor analysis and structural equation modeling. The results showed that the work environment and empowering leadership affected the organizational commitment, which has a significant positive effect on teacher job performance. On the other hand, job stress hurts organizational commitment. The competence of school leaders was urgent to be improved following the needs of stakeholders and the challenges of the times.Keywords: work environment, job stress, leadership empowering, organizational commitment, job performance. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji anteseden komitmen organisasi, lingkungan kerja, stres kerja, pemberdayaan kepemimpinan, dan komitmen organisasi yang mempengaruhi kinerja guru. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi khasanah keilmuan bagi pimpinan organisasi dan pengambil kebijakan bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan kinerja guru. Subjek penelitian ini adalah para guru di SMA Katolik swasta yang berjumlah 200 orang yang telah bekerja lebih dari 2 tahun di Jakarta, Indonesia. Survei menggunakan metode purposive sampling dan analisis data menggunakan analisis faktor dan pemodelan persamaan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan kepemimpinan yang memberdayakan berpengaruh terhadap komitmen organisasi yang berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja guru. Di sisi lain, stres kerja merusak komitmen organisasi. Kompetensi pemimpin sekolah sangat mendesak untuk ditingkatkan mengikuti kebutuhan pemangku kepentingan dan tantangan zaman.Kata kunci: lingkungan kerja, stres kerja, pemberdayaan kepemimpinan, komitmen organisasi, prestasi kerja.