Penelitian ini di tunjukan untuk menyusun suatu model pengambilan keputusan yang terstruktur dalam menetapkan mitra pemasok bahan baku besi yang paling optimal bagi kegiatan operasional PT TPP. Praktik pemilihan supplier yang selama ini bertumpu pada intuisi serta pengalaman sebelumnya berpotensi menimbulkan subjektivitas dan menurunkan efektivitas pengelolaan rantai pasok. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, penelitian saya ini menerapkan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) sebagai pendekatan kuantitatif yang mampu menerjemahkan pertimbangan kualitatif ke dalam bentuk nilai numerik yang objektif dan dapat diuji. Proses penilaian melibatkan lima informan ahli yang merepresentasikan berbagai tingkatan manajemen, mulai dari pimpinan perusahaan hingga staf pelaksana pada fungsi pengadaan. Evaluasi dilakukan melalui teknik perbandingan berpasangan dengan menggunakan metode dengan kriteria utama, yaitu harga, ketentuan pembayaran, lead time pengiriman, dan biaya pengiriman. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa aspek harga menempati prioritas tertinggi dengan bobot sebesar 0,557892, disusul oleh kriteria payment term dengan bobot 0,263345, yang mencerminkan pentingnya pengelolaan arus kas bagi perusahaan. Nilai Consistency Ratio yang diperoleh sebesar 0,065437 menandakan bahwa penilaian responden ini berada dalam tingkat konsistensi yang dapat diterima atau bisa dikatakan sah. Berdasarkan hasil perangkingan akhir, PT D ditetapkan sebagai supplier terbaik dengan nilai akhir 0,785489, mengungguli PT C yang memperoleh skor 0,762989. Keunggulan PT D terutama terletak pada fleksibilitas jangka waktu pembayaran, meskipun menawarkan harga yang relatif lebih tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode AHP sebagai standar dalam proses evaluasi dan pemilihan supplier di PT TPP guna mendukung pengambilan keputusan pengadaan yang lebih objektif, transparan, dan berbasis data.