Fanny Lesmana
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra Surabaya Jl. Siwalankerto 121 – 131, Surabaya 60236, INDONESIA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI WHITENESS DALAM FILM DOCTOR STRANGE Feliks Hindrawan; Agusly Irawan; Fanny Lesmana
Scriptura Vol. 8 No. 2 (2018): DECEMBER 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.807 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.8.2.41-48

Abstract

Penelitian semiotika pada film Doctor Strange yang mengalami perubahan jalan cerita serta pemerannya dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk melihat penggambaran Whiteness sebagai permasalahan yang terjadi di masyarakat Amerika. Melalui analisis menggunakan kode-kode televisi John Fiske ditemukan bahwa film Doctor Strange mengukuhkan permasalahan Whiteness terkait hegemoni kulit putih atas kulit hitam. Secara intelektual dan akademik kulit putih lebih cerdas dan logis, dalam perekonomian kulit putih lebih kaya dan makmur, secara sosial kulit putih lebih diterima, dan dalam aspek politik kulit putih berpeluang lebih akan hak kekuasaan dibanding kulit hitam.
BINGKAI PEMBERITAAN PEREMPUAN DI MAJALAH TEMPO EDISI KHUSUS “PEREMPUAN-PEREMPUAN PENEMBUS BATAS” Natalia Mandiriani; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
Scriptura Vol. 8 No. 2 (2018): DECEMBER 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.454 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.8.2.56-63

Abstract

Fenomena perempuan yang bekerja di bidang publik biasanya mendapat stereotipe yang merugikan. Pandangan budaya ketimuran menempatkan perempuan seharusnya berada di wilayah domestik untuk mengurus rumah tangga, melayani suami dan merawat anak. Pandangan yang merugikan perempuan ini terjadi salah satunya karena media yang mengukuhkannya. Majalah Tempo pada April 2016 mengeluarkan sebuah edisi khusus yang membahas mengenai perempuan yang bekerja. Melalui analisis framing Pan&Kosicki, ditemukan bahwa Majalah Tempo membingkai perempuan dari pandangan feminisme liberal, dengan menonjolkan perempuan sebagai agen perubahan, sosok pejuang, membutuhkan dukungan, memiliki kemampuan bekerja yang baik, dan terlibat dalam kemajuan bangsa