Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Partisipatif Optimalisasi Vertikultur Dalam Membangun Kemandirian Pangan Rumah Tangga Daerah Perkotaan Di Keluarahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya Muhammad Fadeli; M. Hilmi Aziz; Ketut Ayusa Mahadewi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.922 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i1.3085

Abstract

 Bertambahnya jumlah penduduk semakin meningkat pula kebutuhan lahan dan pangan. Ditengah masyarakat perkotaan tentunya harus dilakukan budidaya pangan yang efisien. Sistem vertikultur digunakan sebagai salah satu alternatif keterbatasan lahan yang dimiliki masyarakat dalam budidaya sayuran di daerah perkotaan. Vertikultur merupakan cara bertanam secara vertikal yang cocok diterapkan di pekarangan rumah. Keunggulan vertikultur ialah menghemat lahan, air, dan pupuk. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhayangkara Surabaya yang dilaksanakan di Kelurahan Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Tujuan pengabdian masyarakat adalah menerapkan urban farming yaitu pertanian di daerah perkotaan dengan metode vertikultur. Mencapai hal tersebut maka KKN melakukan metode Komunikasi Partisipatif melalui aktifitas sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada warga kelurahan Kendangsari. Setelah upaya tersebut warga bisa melakukan budidaya sendiri serta mampu memanfaatkan hasil budidayanya menjadi suatu produk sehat dan memiliki nilai jual. Vertikultur adalah alternatif yang dipilih oleh KKN Tematik Univeritas Bhayangkara Surabaya untuk menjadi solusi dalam membangun kemandirian pangan. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan menunjukan masyarakat dapat memanfaatan dan pengomptimalan lahan pekarangan menggunakan sistem petanian vertikultur dalam budidaya sayuran bagi masyarakat Kelurahan Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya dengan ketersediaan lahan dan air yang terbatas.  
Pola Komunikasi Asertif Ibu-ibu Desa Sepande Kecamatan Candi Sidoarjo Dalam Menanggulangi Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) muhammad fadeli
Al-KALAM : JURNAL KOMUNIKASI, BISNIS DAN MANAJEMEN Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-kalam.v13i1.20545

Abstract

Penelitian ini menyoroti pola komunikasi dalam rumah tangga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang didominasi oleh kecenderungan pasif dan tertutup. Komunikasi lebih sering digunakan untuk menghindari konflik daripada menyelesaikannya secara terbuka dan setara, sehingga menciptakan relasi yang timpang dan memperburuk kondisi psikologis korban. Ketidakmampuan membangun komunikasi asertif menjadi faktor utama yang menyebabkan kekerasan terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) pada kelompok ibu-ibu PKK Desa Sepande Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi asertif diperlukan untuk memutus siklus kekerasan. Intervensi ini dapat diwujudkan melalui konseling keluarga, pelatihan keterampilan komunikasi, serta dukungan dari pihak ketiga seperti konselor profesional atau tokoh masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk relasi yang lebih sehat, terbuka, dan saling menghargai antara pasangan