p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika Hutama
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR David Denada Rahmad
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan dari masyarakat mengenai pelayanan, maka unit penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk memenuhi harapan masyarakat. Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan survei kepuasan masyarakat (SKM) kepada pengguna layanan dengan mengukur kepuasan masyarakat. Tahap selanjutnya adalah evaluasi dan perbaikan dari pihak pemberi pelayanan sehingga terjadi perbaikan yang diharapkan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di beberapa Puskesmas di Kabupaten Sikka. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan menggunakan survei (kuisioner) dan wawancara tatap muka yang berlangsung dari Oktober 2019 hingga Januari 2020. Sampel penelitian adalah seluruh pasien yang berobat ke Poli Umum Puskesmas Nelle, Puskesmas Beru dan Puskesmas Kopeta. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah ketidakbersediaan mengikuti survei. Terdapat 9 indikator yang dinilai, yaitu persyaratan, sistem, mekanisme dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, dan sarana prasarana, yang akan dilakukan pengukuran menggunakan Skala Likert dimana semakin tinggi poin berarti semakin baik. Hasil penelitian ini didapatkan 120 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan nilai poin total Puskesmas Nelle, Puskesmas Beru dan Puskesmas Kopeta berturut-urut adalah 1738, 832, dan 875. Perhitungan total rata-rata nilai kepuasan masyarakat terhadap pelayanan poli umum Puskesmas Nelle, Puskesmas Beru dan Puskesmas Kopeta adalah 79.65, 77.04, dan 81.02 yang berarti memiliki kinerja unit pelayanan yang Baik.
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DALAM PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI RSUD dr. T.C. HILLERS, KABUPATEN SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR David Denada Rahmad
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat dan memiliki angka morbiditas yang paling tinggi di dunia. Saat ini hipertensi telah menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus meningkat, yang menurut WHO terdapat sekitar 1,4 miliar orang didunia yang memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung, otak, ginjal dan sebagainya sehingga menjadikan hipertensi sebagai penyebab utama kematian prematur didunia dan diduga hanya ±14% yang terkontrol. Di Indonesia, prevalensi hipertensi ≥ 18 tahun mencapai 658.201, yang hanya sekitar 54.4% yang minum obat secara teratur. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai kepatuhan pasien hipertensi dalam menggunakan obat antihipertensi pada RSUD di Kabupaten Sikka. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan menggunakan wawancara beserta kuisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) yang dimodifikasi ke dalam Bahasa. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang mendapatkan obat antihipertensi di poli penyakit dalam RSUD dr. T.C. Hillers. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah ketidakbersediaan mengikuti penelitian. Variabel penelitian ini berupa perhitungan dari MMAS untuk masing-masing individu, lalu diklasifikasikan menjadi 3 kategori tingkat kepatuhan. Hasil penelitian ini didapatkan 126 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan pasien yang memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi 42.1%, kepatuhan sedang 40 kepatuhan rendah 30. Kesimpulan penelitian ini berupa masih banyak pasien hipertensi yang tingkat kepatuhannya rendah. Hal ini harus menjadi perhatian dan perlu upaya perbaikan agar dapat mencegah berbagai penyakit komplikasi karena hipertensi.