Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KADAR GARAM DAPUR (NaCl) DALAM MEDIA PENDINGIN TERHADAP TINGKAT KEKERASAN PADA PROSES PENGERASAN BAJA ST-60 Yuliana Aziza
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 1 No 1 (2017): G-Tech, Vol. 1, No. 1, Oktober 2017
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.059 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v1i1.263

Abstract

Pengerasan bahan (hardening) merupakan salah satu proses perlakuan panas dengan kondisi non-equilibrium. Proses pengerasan baja dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanis baja yakni sifat kekerasan yang dibutuhkan dalam dunia industri sebagai bahan pembuatan komponen otomotif dan konstruksi pemesinan.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan baja ST-60 setelah mengalami perlakuan hardening dengan media pendingin air yang dicampur dengan garam dapur (NaCl) sebanyak 20 %, 25%, dan 30 %. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis uji beda t dan anova yakni uji paired sample t test dan one way anova. Objek penelitian ini adalah baja karbon menengah ST-60 yang kemudian diberi perlakuan yakni hardening dengan media pendingin yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai kekerasan pada baja ST-60 dengan media pendingin 20 % NaCl sebesar 264.5 HV, untuk kadar garam 25% NaCl menunjukkan angka kekerasan 278 HV, sedangkan baja dengan kadar 30 % NaCl sebesar 311 HV. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekerasan pada baja ST-60 antara sebelum dan setelah mengalami proses hardening yang kemudian didinginkan dengan media pendingin larutan garam 20 %, 25% dan 30 % sehingga dapat sisimpulkan bahwa kadar garam dapur (NaCl) berpengaruh terhadap tingkat kekerasan baja ST-60. Tingkat kekerasan baja akan meningkat seiring bertambahnya kadar garam yang dimasukkan kedalam media larutan pendingin baja ST60. Tingkat kekerasan baja tertinggi dicapai pada spesimen yang dikeraskan dan didinginkan dengan media pendingin larutan garam dengan kadar 30 % NaCl.
PENGEMBANGAN NANOKOMPOSIT TERMOPLASTIK YANG DIPERKUAT SERAT KENAF PADA BUMPER MOBIL Mochamad Sulaiman; Yuliana Aziza; M. Hudan Rahmat
PROTON Vol. 10 No. 2 (2018)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v10i2.959

Abstract

Pengembangan teknologi biokomposit di Indonesia memiliki prospek yang sangat potensial karena ketersediaan sumber daya alam, khususnya hasil pertanian dan limbahnya yang melimpah dan dapat diperoleh sepanjang tahun. Serat kenaf merupakan salah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat untuk biokomposit. Penggunaan partikel berskala nano digunakan makin banyak partikel yang berinteraksi, kian kuat pula material. Inilah yang membuat ikatan antar partikel makin kuat, sehingga sifat mekanik materialnya bertambah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik nano partikel polypropylene dengan serat kenaf menggunakan metode Hand Lay Up (HLU) untuk menggantikan fiber glass sebagai filler pada komposit bermatrik polimer. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, yakni menguji hipotesis berbentuk hubungan sebab-akibat melalui pemanipulasian variable independen dan menguji perubahan yang diakibatkan oleh pemanipulasian tersebut. Desain penelitian menggunakan teknik analisis untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil pengujian. Hasil pengujian tarik menunjukan gaya tarik maksimum komposit berpenguat serat kenaf adalah 1781,15 N, sedangkan kekuatan tarik maksimum komposit adalah 4,75 MPa. Pengujian tekuk diperoleh rata-rata kekuatan tekuk sebesar 81,84 MPa. Dari data hasil pengujian menunjukan bahwa spesimen yang diperkuat serat kenaf masih belum dapat menandingi kekuatan serat fiberglass.