Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Data Estimasi Curah Hujan Satelit TRMM 3B42 dengan Data Pengamatan Permukaan di Kendari Hendri Satria WD; Suko Prayitno Adi; Siti Zainab; Dewi Tamara Qothrunada; Apit Sutaryani
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 6 No 1 (2022): G-Tech, Vol. 6, No. 1, April 2022
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.643 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v6i1.1255

Abstract

Data dari satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), merupakan salah satu produk estimasi curah hujan yang dapat digunakan untuk mengestimasi curah hujan di permukaan, terutama untuk menanggulangi wilayah yang belum ada pengamatan curah hujan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk melalukan evaluasi data curah hujan dari satelit TRMM 3B42 dengan data curah hujan permukaan di 3 titik pengamatan di Kota Kendari dengan menggunakan uji statistik yaitu koefisien korelasi, perhitungan error dengan metode root means square error (RMSE), dan uji signifikansi dengan ambang batas alpha <0,05. Berdasarkan hasil dan analisis, didapatkan pada Skala waktu harian nilai korelasi tertinggi antara data curah hujan Satelit TRMM dengan observasi ada pada Pos Hujan Wundubatu sebesar 0,44 serta mempunyai nilai eror terkecil sebesar 15,10. Pada Skala waktu dasarian nilai korelasi tertinggi ada pada Stasiun Geofisika Kendari sebesar 0,94 serta mempunyai nilai eror terkecil sebesar 26,01. Serta pada skala waktu Dasarian untuk sub-seasonal didapatkan korelasi tertinggi pada September-Oktober-November sebesar 1,0 di Pos Hujan Wundubatu. Pada Skala waktu bulanan nilai korelasi tertinggi ada pada Stasiun Geofisika Kendari sebesar 0,96 serta mempunyai nilai eror terkecil sebesar 43,44. Untuk keseluruhan skala waktu dan titik pengamatan, data satelit TRMM mempunyai nilai yang signifikan terhadap data observasi.
Perbandingan Parameter PM10 Pra dan Pasca Pembatasan Sosial selama Pandemi Covid-19 di Serpong Dewi Tamara Qothrunada; Hendri Satria WD
Jurnal Penelitian Sains Teknologi Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/saintek.v1i1.559

Abstract

Kondisi wabah virus corona (Covid-19) yang memasuki Indonesia membuat beberapa daerah di wilayah Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar. Penerapan ini membatasi masyarakat dari aktivitas sosial atau kerumunan, sehingga para pekerja dan pelajar melaksakan work from home dan school from home. Kondisi ini tentu mempengaruhi berkurangnya aktivitas kendaraan bermotor, yang tentunya akan mempengaruhi kadar polutan di udara khususnya PM10. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan pembatasan sosial terhadap parameter PM10 di wilayah Serpong. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan membandingkan data PM10 dan parameter meteorologis pada bulan Februari 2020, yaitu sebelum diterapkan Pembatasan sosial dan Maret 2020, yaitu sesudah diterapkan Pembatasan sosial. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara temporal dan spasial menggunakan package openair pada perangkat lunak R-studio. Berdasarkan hasil analisis didapatkan kondisi PM10 yang relatif lebih tinggi pada bulan Maret 2020 dibandingkan pada bulan Februari 2020. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kondisi pembatasan sosial tidak mempengaruhi paramater PM10 di wilayah Serpong dan kondisi meteorologis lebih mempengaruhi persebaran dari PM10.