Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INOVASI LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN TANAH DATAR SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Fadhli
Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Vol. 14 No. 1 (2022): Shaut Al-Maktabah
Publisher : Program Studi Diploma Tiga Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37108/shaut.v14i1.695

Abstract

As a result of the corona virus pandemic or Covid-19 spreading and hitting Indonesia since 2020, forcing the Government of the Republic of Indonesia to issue Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 21 of 2020 concerning Large-Scale Social Restrictions on all activities involving large numbers of citizens. According to Law no. 25 of 2009 concerning Public Services states that every institution / agency engaged in public services including public libraries must have minimum service standards and pay attention to the rights and obligations of each party, both the agency itself and the community as parties who take advantage of these public services. activities and the people served can still take advantage of these services in the midst of a pandemic situation. This research uses a qualitative approach with a case study method. As for the data collection method using interviews with librarians at the Public Library of Tanah Datar Regency. In addition to interviews, data collection also uses observation and documentation methods to obtain valid data. This research was conducted in November-December 2021. Public Library of Tanah Datar Regency is located on Jl. Sultan Alam Bagagarsyah, Batusangkar. Public Library of Tanah Datar Regency is still operating as usual but by implementing strict health protocols such as maintaining distance, wearing masks and washing hands. The results showed that the information needs of the people of Tanah Datar Regency were quite high, indicated by the large number of people who still visited the library. Libraries need to immediately develop automated libraries and digital libraries and increase digital collections so that they can reach a wider audience as well as to anticipate a pandemic situation that lasts for a long time.
MANAJEMEN BENCANA KEBAKARAN PADA PERPUSTAKAAN Muhammad Fadhli
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 2 (2019): Edisi 2
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v3i2.49

Abstract

Abstract: Fire hazard has become a serious threat to occupants and users of a building. The library as an organization and place for managing various types of information sources is also aware of being aware of threats caused by fire disasters. Preservation is activities that include providing a stable environment for all types of information sources. The problem that is commonly found in fire disasters in buildings is the placement and design of rooms that are far from safety standards and the media to extinguish the fires are also inappropriate to use, such as the events that just happened on a server located in Duren palm which at that time the mall function occurred causing a fire and then must be extinguished using water by firefighters. The purpose of this research is to identify the right type of media to extinguish the fire in the building / library building. The type of research used is literature study. The conclusion of this research is that the use of water as a media to extinguish the fire in the library building is not appropriate because it has the potential to damage the types of print collections and electronic devices available.Keyword: Fire Management, Preservation of Library Materials, Preservation of Library MaterialsAbstrak: Bahaya kebakaran telah menjadi ancaman yang serius bagi penghuni maupun pemakai sebuah bangunan. Perpustakaan sebagai suatu organisasi dan tempat pengelolaan berbagai jenis sumber informasi turut mewaspadai mewaspadai ancaman yang disebabkan oleh bencana kebakaran. Preservasi merupakan aktivitas-aktivitas yang mencakup pemberian suatu lingkuangan yang stabil terhadap semua jenis sumber informasi. Masalah yang lazim ditemukan pada bencana kebakaran pada gedung adalah penempatan dan juga desain ruangan yang jauh dari standar keselamatan serta media memadamkan kebakaran juga tidak tepat penggunaannya, seperti yang peristiwa yang baru saja terjadi pada server yang berlokasi di Duren sawit yang pada waktu itu terjadi mal function sehingga menimbulkan kobaran api dan kemudian harus dipadamkan dengan menggunakan air oleh petugas pemadam kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis media yang tepat dalam memadamkan kobaran api pada gedung/bangunan perpustakaan. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan air sebagai media memadamkan kobaran api pada gedung perpustakaan tidak tepat karena sangat berpotensi merusak jenis koleksi cetak serta perangkat elektronik yang ada.Kata kunci: Manajemen Kebakaran, Pelestarian Bahan Pustaka, Preservasi Bahan Pustaka
MANAJEMEN ARSIP STATIS SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN INFORMASI LEMBAGA PEMERINTAHAN DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI JAMBI Muhammad Fadhli
Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Vol. 13 No. 2 (2021): Shaut Al-Maktabah
Publisher : Program Studi Diploma Tiga Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37108/shaut.v13i2.495

Abstract

Tujuan riset ini adalah untuk menjelaskan manajemen arsip statis pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, dalam upaya melestarikan informasi lembaga pemerintah. Riset ini menggunakan metode penelitian kulitatif deskriptif. Informan riset merupakan tenaga arsiparis yang berjumlah empat (4) orang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan inteview, pengamatan lapangan dan dokumentasi. Hasil riset memperlihatkan bahwa manajemen arsip statis yang dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi cukup baik. Tetapi, tidak seluruh aktivitas life cycle arsip dikelola dengan baik, seperti arsiparis kesulitan untuk menghimpun dokumen dari lembaga pemerintah yang ada karena belum seluruh pihak tersebut sadar akan aturan serah simpan arsip tersebut. Berikutnya pada kegiatan pelestarian, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kendala anggaran dan sumber daya manusia yang terbatas.
Manajemen Pelestarian Bahan Pustaka Pada Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar Elfa Yunita; Yuldelasharmi Yuldelasharmi; Muhammad Fadhli
Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.719 KB) | DOI: 10.31958/jipis.v1i1.5973

Abstract

Pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah manajemen pelestarian bahan pustaka pada Perpustakaan IAIN Batusangkar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan penerapan fungsi manajemen pelestarian bahan pustaka dan upaya mengatasi kendala kegiatan pelestarian bahan pustaka pada Perpustakaan IAIN Batusangkar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat efektif. Hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa manajemen pelestarian bahan pustaka merupakan tindakan sistematis dengan merujuk pada fungsi manajemen yakni POAC. Kegiatan pelestarian bahan pustaka yang dilakukan pustakawan adalah tindakan pencegahan (preventif) dan tindakan perbaikan (kuratif). Tindakan preventif dapat dilakukan dengan cara membersihkan ruangan perpustakaan, membersihkan debu pada koleksi, memasang AC, fumigasi dan memberi bimbingan kepada pemustaka. Sementara, tindakan kuratif merupakan tindakan penanganan bahan pustaka yang telah mengalami kerusakan. Kegiatan pelestarian bahan pustaka yang dilakukan sesuai dengan tingkat kerusakan yaitu kerusakan ringan, sedang dan berat. Pelestarian bahan pustaka telah berjalan sesuai dengan fungsi manajemen tetapi masih ada kendala yang dihadapi seperti kurangnya SDM serta sarana dan prasarana, kemudian kurangnya anggaran sehingga menghambat proses kegiatan pelestarian bahan pustaka.