Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The English Department Students' Perception Toward Teaching Skills Through the Implementation of Kampus Mengajar Program Ayu Oktaviana Sipahutar; Lastri Wahyuni Manurung; Usman Sidabutar; Eka Putri Saptari Wulan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1767

Abstract

This study aimed to know the English Department students’ perception toward teaching skills through the implementation of Kampus Mengajar program. There were 26 of the English Department students. This study used a descriptive qualitative design. The researcher used questionnaire to collect the data, the Likert Scale. The result of this study showed that the English Department students’ perception are positive, as many as 15 students (55,77%) of the 26 English Department students, this shows that more than half of the English Department students’ perception related to skills of opening and closing the lesson, 14 students (53,85%)related to explaining skills, 15 students (55,77%) related to variation skills, 13 students (51,92%) related to questioning skills, 13 students (51,28%) related to reinforcement skills, 17 students (64,10%) related to class management skills, 13 students (50%) related to small group teaching skills, and 15 students (55,77%) related to skills of guide small group discussion. The researcher concluded that the English Department students’ perception toward teaching skills through the implementation of Kampus Mengajar program are positiv
Ancaman Kepunahan Dialek Pulo di Kawasan Wisata Kepulauan Seribu Pontas J. Sitorus; Eka Putri; Sondang Bakara; Verawaty Tambunan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2968

Abstract

Bahasa daerah dan dialek regional merupakan salah satu harta kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian serupa mengenai pergeseran dan kepunahan bahasa juga pernah dilakukan oleh Riris Tiani (2018) dengan artikelnya yang berjudul "Bentuk Pergeseran Dialek Pada Masyarakat Betawi" dalam artikel tersebut ditemukan bahwa pergeseran dialek yang terjadi di Betawi terjadi pada lingkup generasi anak dan orang tua. Bentuk pergeseran tersebut dapat diidentifikasi melalui penggunaan kosa kata bahasa Betawi yang bergeser menjadi kosa kata bahasa lain. Bahasa lain tersebut didominasi oleh bahasa Indonesia, yang secara tidak langsung itu sebagai bahasa kedua masyarakat Betawi. Sedangkan faktor penyebab pergeseran dialek di masyarakat Betawi antara lain adalah pengaruh variasi bahasa dan kurangnya loyalitas masyarakat setempat. Studi mengenai pergeseran dan kepunahan bahasa sudah banyak dilakukan dengan berbagai macam pendekatan, sampel, populasi atau bahkan lokasi yang beragam. Akan tetapi, belum banyak studi tentang pergeseran dan kepunahan dialek dan bahasa yang berfokus pada masyarakat bahasa yang heterogen, khususnya di kawasan pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini akan terfokus pada bagaimana bentuk ancaman kepunahan dialek Pulo di kawasan wisata Kepulauan Seribu.
Retorika Retorika dalam Debat Calon Presiden Indonesia 2024: Debat Eka Putri Saptari Wulan; Rosmilan Pulungan; Dairi Sapta Rindu Simanjuntak; Dedy Rahmad Sitinjak
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 13 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jkb.v13i1.4929

Abstract

Rhetoric plays a strategic role in political discourse, particularly in presidential debates that serve as a public arena for shaping candidate image and influencing voter perception. This study aims to analyze rhetorical devices employed by the three Indonesian presidential candidates during the 2024 election debates. Utilizing a descriptive qualitative approach, the data were sourced from official debate transcripts retrieved from the YouTube channel of the Indonesian General Elections Commission (KPU RI). Data collection was conducted through observation and documentation, followed by content analysis to interpret the rhetorical patterns used by each candidate. The findings reveal that all three candidates employed a variety of rhetorical devices, including alliteration, anaphora, hyperbole, metaphor, parallelism, and personification. Anies Baswedan frequently used metonymy and rhetorical questions; Ganjar Pranowo prominently employed metaphors and personification; while Prabowo Subianto heavily relied on parallelism and metaphors. These findings suggest that rhetorical devices were strategically utilized to reinforce arguments, enhance credibility, and shape public perception throughout the political campaign.
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Artificial Intelligence secara Etis bagi Calon Guru di Era Transformasi Digital Eka Putri Saptari Wulan; Sarah Nasution; Dairi Sapta Rindu Simanjuntak
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i2.261

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan memberikan peluang sekaligus tantangan bagi calon guru dalam meningkatkan kompetensi akademik, khususnya kemampuan menulis artikel ilmiah secara etis. Permasalahan yang ditemukan pada mahasiswa calon guru adalah rendahnya pengalaman publikasi ilmiah, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital untuk kegiatan akademik, serta kurangnya pemahaman mengenai etika penggunaan AI dalam proses penulisan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi calon guru dalam menulis artikel ilmiah berbasis AI secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan praktik, dan evaluasi. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi, angket respons, dan penilaian produk artikel ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap penulisan artikel ilmiah dan literasi AI, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 53,75 meningkat menjadi 87 pada post-test. Selain itu, 85% peserta mampu menghasilkan draft artikel ilmiah dan 90% peserta menunjukkan pemahaman terhadap prinsip penggunaan AI secara etis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pelatihan penulisan artikel ilmiah dapat meningkatkan keterampilan akademik calon guru apabila didukung dengan literasi digital dan kesadaran terhadap integritas akademik. Program ini diharapkan dapat menjadi model penguatan budaya publikasi ilmiah bagi calon guru di era transformasi digital.
Bahasa Sebagai Alat Kognitif Dan Pembentuk Kesadaran Budaya Mahasiswa PBSI: Kajian Psikolinguistik: Language as a Cognitive Tool and a Shaper of Cultural Awareness among Indonesian Language and Literature Education Students: A Psycholinguistic Study Anjelina Sianturi; Eka Putri Saptari Wulan; Angriza Sihite; E. M. Rivaldo Sinukaban
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2922

Abstract

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai perangkat kognitif yang membentuk pola pikir dan kesadaran budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa dalam membentuk pola pikir dan kesadaran budaya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui perspektif psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 12 mahasiswa PBSI Universitas HKBP Nommensen. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa akademik dominan, bahasa daerah dipertahankan sebagai penanda identitas, sedangkan bahasa asing dan bahasa media sosial membentuk ruang negosiasi budaya. Kekayaan kosakata membantu mahasiswa menyusun gagasan secara kritis dan reflektif, sementara keterbatasan kosakata menghambat pengungkapan gagasan kompleks. Implikasinya, pembelajaran PBSI perlu mengintegrasikan literasi akademik, bahasa daerah, dan refleksi digital.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA ANAK BILINGUAL USIA 8 TAHUN (STUDI KASUS B1 BAHASA BATAK TOBA DAN B2 BAHASA INDONESIA) Tia Aprinisa Simanjuntak; Eka Putri Saptari Wulan; Gresia Natasia Br Purba
Jurnal PENEROKA Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/peneroka.v6i2.5265

Abstract

This study aims to analyze language acquisition in 8-year-old bilingual children with Toba Batak as their first language (B1) and Indonesian as their second language (B2). The study used a qualitative approach with a case study method on a child named Refael Simanjuntak who actively uses both languages ??in everyday life. Research data were obtained through observation, interviews, documentation, and listening and note-taking techniques. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that Toba Batak language is acquired naturally through interactions within the family and community environment, making it the dominant language used by the subject. Meanwhile, Indonesian is acquired through the school environment and broader social interactions. The subject demonstrated good language skills in the aspects of phonology, morphology, syntax, and vocabulary in both languages. In addition, code-mixing and code-switching phenomena were found, demonstrating the subject's ability to adjust language use based on the situation and the interlocutor. The findings of this study indicate that the family and school environment have an important role in supporting the development of children's bilingualism.  Thus, the subjects' acquisition of Toba Batak and Indonesian occurred optimally and reflects the development of good bilingual skills. These findings also indicate that using two languages ??from an early age does not hinder children's language development but can instead increase their communication flexibility and ability to choose the appropriate language for the social context they encounter.
Analisis Penggunaan Media Sosial Terhadap Kemampuan Memproses Dan Memahami Bahasa Tulis (Reading Comprehension) Pada Mahasiswa PBSI UHN Medan: Kajian Psikolinguistik Taruli Hutajulu; Eka Putri Saptari Wulan; Kristina Natalia Situmorang; Nurhayani Hasugian
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap kemampuan memproses dan memahami bahasa tulis (reading comprehension) pada mahasiswa dalam kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan memahami bacaan akademik, terutama pada aspek perhatian (attention), memori kerja (working memory), dan integrasi makna. Mahasiswa cenderung mengalami kesulitan mempertahankan fokus, mudah terdistraksi oleh notifikasi media sosial, serta perlu membaca ulang untuk memahami isi bacaan. Meskipun demikian, mahasiswa menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan pemahaman bacaan, seperti membatasi penggunaan media sosial saat belajar, membuat rangkuman, dan mencatat poin-poin penting. Dengan demikian, kemampuan memahami bahasa tulis pada mahasiswa dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan media sosial dan proses kognitif yang terlibat dalam pemrosesan bahasa.
Efektivitas Strategi Pembelajaran Know Want Learned Terhadap Kemampuan Membaca Teks Hikayat Siswa Kelas X SMA Parulian 2 Medan Santi Yohana Situmeang; Beslina Afriani Siagian; Eka Putri Saptari Wulan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi pembelajaran know want learned terhadap kemampuan membaca teks hikayat siswa SMA Swasta Parulian 2 Medan Tahun Pembelajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada siswa cenderung kurang tertarik membaca teks hikayat karena dianggap tidak relevan dengan kehidupan mereka, siswa merasa bingung dengan alur ceritanya dan kosa kata dalam teks hikayat sangat berbeda dengan cerpen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran know want learned untuk membantu siswa dalam menganalisis struktur teks hikayat dari cerita yang mereka baca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-postest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Parulian 2 Medan yang berjumlah 26 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pilihan berganda yang berjumlah 20 soal yang dinilai berdasarkan aspek kesesuaian isi cerita, karakteristik teks hikayat, dan nilai nilai yang terkandung dalam teks hikayat. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penellitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan membaca teks hikayat setelah menggunakan strategi pembelajaran know want learned. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran know want learned sangat efektif terhadap kemampuan membaca teks hikayat siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Personalized Learning Terhadap Ketepatan Struktur Kebahasaan Menulis Teks Prosedur Siswa X SMK Imelda Medan Jelita Christy Sianipar; Harlen Simanjuntak; Eka Putri Saptari Wulan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Personalized Learning terhadap kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X SMK Swasta Imelda Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain Posttest-Only Control Design dan sampel sebanyak 68 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 70,02 dengan nilai tertinggi 80 dan terendah 57. Sementara itu, nilai rata-rata kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Personalized Learning sebesar 75,71 dengan nilai tertinggi 90 dan terendah 62. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa kedua kelas berdistribusi normal, dan uji homogenitas menunjukkan bahwa kedua varians bersifat homogen. Selanjutnya, hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 3,60 lebih besar dari t tabel sebesar 1,99 pada taraf signifikan 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran Personalized Learning terhadap ketepatan struktur dan kaidah kebahasaan dalam menulis teks prosedur siswa. Model pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun struktur teks serta menggunakan kaidah kebahasaan secara lebih tepat.
ANALISIS KEPANIKAN BERBICARA DALAM PROSES PRODUKSI BAHASA LISAN MAHASISWA PBSI UHN MEDAN : KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Evin Rohmahaldo Purba; Eka Putri Saptari Wulan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kepanikan berbicara dalam proses produksi bahasa lisan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas HKBP Nommensen Medan dalam kajian psikolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang diberikan kepada delapan mahasiswa yang pernah mengalami kesulitan berbicara saat presentasi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepanikan berbicara merupakan fenomena umum yang dialami mahasiswa, ditandai dengan gejala psikologis dan fisik seperti gugup, jantung berdebar, pikiran kosong, serta rasa takut terhadap penilaian audiens dan dosen. Dalam perspektif psikolinguistik, kepanikan tersebut mengganggu proses produksi bahasa lisan yang meliputi tahap konseptualisasi, formulasi, dan artikulasi, sehingga menyebabkan disfluensi seperti terbata-bata, pengulangan kata, dan penyampaian yang tidak runtut. Penelitian ini juga menemukan bahwa penguasaan materi merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kelancaran berbicara, karena mampu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kepanikan. Selain itu, faktor internal seperti kecemasan dan kurangnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal seperti tekanan audiens dan situasi kelas, turut memengaruhi kemampuan berbicara mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara penguasaan materi, kepanikan, dan kelancaran berbicara dalam proses produksi bahasa lisan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan penguasaan materi, latihan berbicara secara rutin, serta pengelolaan emosi untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa