Anastazia Niatri Wattimena
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kerjasama United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan Pemerintah Thailand dalam Menangani Kasus Prostitusi Anak di Thailand Wattimena, Anastazia N
Journal of Islamic World and Politics Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.128 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.2218

Abstract

Kasus prostitusi anak di Thailand merupakan sebuah  pelanggaran  HAM  yang menjadikan anak-anak sebagai korban. Masalah perekonomian yang rendah menjadi faktor  utama  terjadinya  prostitusi.  Oleh  karena  itu,  peran  United  Nations  Children Fund’s  (UNICEF)  sebagai  organisasi  internasional  di  bawah  naungan  PBB  yang mementingkan   isu-   isu   terkait   hak   anak   sangat   diperlukan   dalam   membantu Pemerintah Thailand  nenangani kasus  prostitusi  anak yang terjadi di  Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran United Nations Children Fund’s  (UNICEF) dalam menangani kasus prostitusi anak di Thailand.Metode  yang  penulis  gunakan  adalah  dengan  melakukan  library   research seperti  berupa  buku,  artikel,   jurnal,   dan   berbagai   media   yang   relevan   dalam penelitian   ini. Telah ditemukan data bahwa dalam upaya penanganan prostitusi anak di   Thailand,  United  Nations  Children’s  Fund  (UNICEF)  bekerjasama  dengan pemerintah  Thailand  dan  mempunyai  peran  peting  melalui  program-program  kerja seperti  Child  Protection  dan  Sistem  Perlindungan  Anak  (CPMS)  untuk  memantau dan mengidentifikasi anak-anak yang berisiko atau telah menjadi korban kekerasan, pelecehan, pengabaian dan eksploitasi seksual. Kata Kunci : Prostitusi Anak, United Nations Children’s Fund (UNICEF), Thailand
MODERN SLAVERY IN INDONESIA : STUDY CASE OF MARITIME SLAVERY IN BENJINA KABUPATEN KEPULAUAN ARU MALUKU Anastazia N Wattimena
Journal of Islamic World and Politics Vol 4, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.125 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.4148

Abstract

The case of maritime slavery that took place in Benjina, significance unpopular, and isolated area in easternmost part of Indonesia shook the world. Hundreds of foreign shipman, seafarers were found enslaved for years. Forced by the captains of Thailand ships vessels from PT. Pusaka Benjina Resources to work long and extra hours without being given any appropriate payments and food along the way. This paper use secondary data from books, journals, articles, both online and paper based to gather all related information. This paper also uses the theory of modern slavery as management practice to analyze the pushing factors of this slavery cases. Hoping that the same case will no longer happen in the future. Since, slavery in fishing industry have happened in so many sea based countries in the world, include Indonesia.
PENGARUH FEMININITAS PEREMPUAN DALAM NEGOSIASI KONFLIK Anastazia Niatri Wattimena; Grace F. Irena Hutabarat
Journal of International Relations (JoS) Vol 1 No 1 (2021): Journal of International Relations (JoS)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.905 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang potensi perempuan untuk menjadi negosiator ulung mengingat resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1325 yang memberikan peluag bagi perempuan untuk aktif berkontribusi dalam penciptaan dan pemeliharaan perdamaian. Penelitian ini menggunakan metodologi qualitatif dengan penggunaan data sekunder yaitu studi literatur. Teori atau perspektif yang digunakan untuk menganalisa permasalahan di atas adalah perspektif feminisme. Hasil penelitian menunjukan bahwa laki-laki dalam negosiasi cenderung agresif dan kompetitif hal ini dilatarbelakangi oleh sifat bawaan dari laki-laki sendiri yang secara alami muncul. Lain halnya dengan perempuan yang memiliki maternal insting, insting ini tumbuh tidak lain karena pengalaman perempuan saat menjadi seorang ibu, dan anak perempuan yang mencontoh perilaku ibunya. Sisi emosional perempuan yang kuat menjadikan mereka sebagai aktor negosiasi yang kooperatif dan cinta damai dibandingkan dengan laki-laki.