Kesya Anindya Suhada Putri
Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DIPLOMASI INDONESIA-MALAYSIA DALAM MENANGANI PRAKTEK PENYELUNDUPAN PEKERJA ILEGAL DI PERBATASAN ARUK KALIMANTAN BARAT Hardi Alunaza; Suci Cantika; Dianita Maharani Anggara; Annisa Umniyah; Kesya Anindya Suhada Putri; Githa Nethania Manurung
Journal of International Relations Vol 2 No 1 (2022): Journal of International Relations (JoS)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.306 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam menangani praktek penyelundupan pekerja ilegal yang melewati perbatasan Aruk di Kabupaten Sambas. Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang memiliki perbatasan langsung salah satunya yakni perbatasan di Aruk. Adanya perbatasan langsung ini memudahkan pekerja ilegal masuk ke Malaysia melalui jalur tikus (desa-desa yang ada di dekat perbatasan). Praktek penyelundupan pekerja ilegal termasuk dalam kejahatan transnasional. Dikategorikan sebagai kejahatan transnasional karena pekerja yang masuk tidak menggunakan dokumen-dokumen resmi yang akan merugikan negara tersebut. Dalam membahas tulisan ini kami menggunakan konsep multi-track diplomacy, dimana kami menggunakan peran pemerintah dari kedua negara dan NGO dalam menangani praktek penyelundupan pekerja ilegal di Malaysia. Upaya diplomasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam menangani praktek penyelundupan pekerja ilegal adalah dengan membuat program penempatan pekerja ilegal yang dilakukan secara resmi, membentuk gugus tugas (task force) guna mempersiapkan pelaksanaan program Re-hiring. Kemudian, menandatangani beberapa MoU seperti kesepakatan yang membahas tentang perlindungan bagi pekerja melalui jalur One Channel Policy. Pemerintah Malaysia juga melakukan kebijakan dengan cara melakukan razia kepada para majikan yang menggunakan jasa para pekerja ilegal tersebut. Sedangkan diplomasi dari NGO dilakukan oleh Kopbumi (Konsorsium Pembela Buruh Migran) dan lembaga internasional yaitu International Organization for Migration (IOM). Dengan adanya diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah dan NGO diharapkan akan mengurangi jumlah pekerja ilegal. Kata Kunci: Pekerja Ilegal, Sambas, Indonesia, Malaysia, Multi-Track Diplomacy