This Author published in this journals
All Journal PHARMACON
Bryan Alfonsius Wijaya
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK ETANOL TANGKAI DAUN TALAS (Colocasia esculenta [L]) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT LUKA PADA KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Wijaya, Bryan Alfonsius
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5409

Abstract

ABSTRACT Taro (Colocasia esculenta [L]) is a cylindrical shaped plant that has a pseudo stalk and light brown colored bulbs.  The heart shaped leaves are elongated and the leaf surfaces are waterproof which presumably can heal wounds . The purpose of this study was to test the ethanol extract of  taro leaf stalk as an alternative drug in the skin wounds of rabbits (Oryctolagus cuniculus) and phytochemical screening of compounds which act to cure wounds. Nine rabbits were used as test animals and were divided into 3 groups (treatment A, B, and C). Treatment A: wound was given ± 0.2 g betadine drug (positive control), treatment B: wound was given ± 0.2 g Taro stem extract, treatment C: wound was given no treatment (negative control). The wound was smeared 2 times a day using betadine liquid (positive control) and the wound was smeared 2 times a day by using Taro stem extract. Observations of the injuries were done every day (day 0 to day 9).  From the observations, it can be inferred that Taro stem extract has potential as an alternative drug to cuts because it demonstrated wound healing activity on rabbit skin, so the test showed that Taro stems and leaves contain the phytochemical extracts  saponins, flavonoids, tannins, alkaloids, steroids and terpenoids.   Key words : Taro Leaf Stem, Rabbit, Cut, Phytochemistry Test   ABSTRAK Talas (Colocasia esculenta [L]) merupakan tumbuhan yang memiliki tangkai daun yang semu, berbentuk silindris dan memiliki umbi berwarna coklat muda, sedangkan pada bagian daun berbentuk seperti jantung yang memanjang dan permukaan daun yang tahan air (waterproof) yang di duga dapat menyembuhkan luka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji ekstrak etanol tangkai daun Talas sebagai alternatif  obat luka pada kulit kelinci (Oryctolagus cuniculus) dan skrining senyawa fitokimia yang berperan sebagai obat luka. Hewan uji yang digunakan sebanyak 9 ekor kelinci yang dibagi menjadi 3 kelompok (perlakuan A, B, dan C). Perlakuan A : luka diberi ± 0,2 g obat betadine (kontrol positif), perlakuan B : luka diberi ± 0,2 g ekstrak tangkai daun Talas, perlakuan C : luka tanpa perlakuan (kontrol negatif). Luka dioles 2 kali sehari dengan menggunakan betadine cair (kontrol positif) dan luka dioles 2 kali sehari dengan menggunakan ekstrak tangkai daun Talas. Pengamatan luka dilakukan setiap hari (hari ke-0 sampai hari ke-9), dari hasil pengamatan disimpulkan ekstrak batang Talas dapat berpotensi sebagai alternatif obat luka sayatan karena telah menunjukkan aktivitas penyembuhan luka pada kulit kelinci, sehingga dilakukan uji fitokimia yang menunjukkan bahwa ekstrak tangkai daun Talas mengandungan saponin, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid dan terpenoid.   Kata kunci : Tangkai Daun Talas, Kelinci, Luka, Uji Fitokimia
POTENSI EKSTRAK ETANOL TANGKAI DAUN TALAS (Colocasia esculenta [L]) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT LUKA PADA KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Wijaya, Bryan Alfonsius
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5419

Abstract

ABSTRACTTaro (Colocasia esculenta [L]) is a cylindrical shaped plant that has a pseudo stalk and lightbrown colored bulbs. The heart shaped leaves are elongated and the leaf surfaces arewaterproof which presumably can heal wounds . The purpose of this study was to test theethanol extract of taro leaf stalk as an alternative drug in the skin wounds of rabbits(Oryctolagus cuniculus) and phytochemical screening of compounds which act to curewounds. Nine rabbits were used as test animals and were divided into 3 groups (treatment A,B, and C). Treatment A: wound was given ± 0.2 g betadine drug (positive control), treatmentB: wound was given ± 0.2 g Taro stem extract, treatment C: wound was given no treatment(negative control). The wound was smeared 2 times a day using betadine liquid (positivecontrol) and the wound was smeared 2 times a day by using Taro stem extract. Observationsof the injuries were done every day (day 0 to day 9). From the observations, it can beinferred that Taro stem extract has potential as an alternative drug to cuts because itdemonstrated wound healing activity on rabbit skin, so the test showed that Taro stems andleaves contain the phytochemical extracts saponins, flavonoids, tannins, alkaloids, steroidsand terpenoids.Key words : Taro Leaf Stem, Rabbit, Cut, Phytochemistry TestABSTRAKTalas (Colocasia esculenta [L]) merupakan tumbuhan yang memiliki tangkai daun yangsemu, berbentuk silindris dan memiliki umbi berwarna coklat muda, sedangkan pada bagiandaun berbentuk seperti jantung yang memanjang dan permukaan daun yang tahan air(waterproof) yang di duga dapat menyembuhkan luka. Tujuan dari penelitian ini ialah untukmenguji ekstrak etanol tangkai daun Talas sebagai alternatif obat luka pada kulit kelinci(Oryctolagus cuniculus) dan skrining senyawa fitokimia yang berperan sebagai obat luka.Hewan uji yang digunakan sebanyak 9 ekor kelinci yang dibagi menjadi 3 kelompok(perlakuan A, B, dan C). Perlakuan A : luka diberi ± 0,2 g obat betadine (kontrol positif),perlakuan B : luka diberi ± 0,2 g ekstrak tangkai daun Talas, perlakuan C : luka tanpaperlakuan (kontrol negatif). Luka dioles 2 kali sehari dengan menggunakan betadine cair(kontrol positif) dan luka dioles 2 kali sehari dengan menggunakan ekstrak tangkai daunTalas. Pengamatan luka dilakukan setiap hari (hari ke-0 sampai hari ke-9), dari hasilpengamatan disimpulkan ekstrak batang Talas dapat berpotensi sebagai alternatif obat lukasayatan karena telah menunjukkan aktivitas penyembuhan luka pada kulit kelinci, sehinggadilakukan uji fitokimia yang menunjukkan bahwa ekstrak tangkai daun Talas mengandungansaponin, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid dan terpenoid.Kata kunci : Tangkai Daun Talas, Kelinci, Luka, Uji Fitokimia