Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Research Report - Engineering Science

Studi Efek Kontinuitas Pada Tekuk Torsi Lateral Balok Terlentur Paulus Karta Wijaya
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.175 KB)

Abstract

Steel beams with bending moment, have a kind of instability called lateral torsional buckling. The criticalmoment of a beam depends on its length, distribution of bending moment and on its end condition. Often,the beam is laterally supported on some points of the beam to increase critical moment. In AISCSpecification for Structural Steel Buildings takes the lengh as the unbraced length, which means thedistance between these lateral bracing. The AISC doesnot taken into account the influence of the parts ofthe beam which continuously connected to the part of the beam which is being considered. In thisresearch, the influence of the other parts of the beam is studied. Calculation of critical moment isperformed using finite difference method considering the beam as a whole, with its lateral support. Acomputer program is developed to performed the analysis. The results of this study is that the when thewhole beam is analysed, the critical moments is increased significantly compared to critical momet fromAISC method. For the beam being considered in this study, the increase is up to 49%. The conclusions ofthis study is that the analysis of critical moment for lateral torsional bukling, has to be performedconsidering all part of the beam.
Studi Tekuk Torsi Lateral Pada Balok Kolom dengan Metode Beda Hingga Paulus Karta Wijaya
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.093 KB)

Abstract

Struktur baja, sering kali mempunyai komponen struktur yang memikul beban yangmenimbulkan momen lentur dan gaya aksial tekan yang biasanya disebut balok kolom. Seringkali untuk kepentingan efisiensi dan optimasi, balok kolom dibuat berbentuk web tapered.Dalam Spesifikasi AISC 2010, interaksi antara momen lentur dan gaya aksial tekan tersediapersamaan untuk interaksi tersebut, namun sebenar dibuat untuk balok prismatis. Untuk baloktidak prismatic web tapered Design Guide 25 menggunakan balok kolom prismatic untukmenerapkan persamaan AISC tersebut.Dalam penelitian ini hendak dilakukan studi tekuk torsi lateral akibat kombinasi lentur dan aksialtekan untuk balok tidak prismatis web tapered. Pembahasan masalah ini belum dijumpai padaliterature tentang stabilitas, baik dalam buku buku teks maupun dalam jurnal jurnal ilmiah.Untuk itu pertama, dilakukan penurunan persamaan diferensialnya terlebih dahulu. Dankemudian penyelesaian persamaan diferensial tersebut diselesaikan dengan metode beda hingga.Untuk itu dibuat program computer untuk menyelesaikan masalah balok kolom tersebut denganmenggunakan bahasa Fortran.Hasil analisis dengan metode beda hingga disajikan dalam bentuk kurva interaksi antara momenlentur dan gaya aksial dan kemudian dibandingkan dengan kurva interaksi yang diperoleh daripersamaan dari AISC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kurva interaksi yangdiperoleh dari hasil analisis dengan metode beda hingga berada diatas tetapi dekat dengan kurvainteraksi dari AISC 2010. Kesimpulannya adalah bahwa interaksi AISC cukup cocok digunakanbalok kolom tidak prismatis.
Studi Experimental Pengaruh Pengaku Miring Pada Tekuk Torsi Lateral Balok I Paulus Karta Wijaya; Helmi Hermawan; Victor Victor
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.091 KB)

Abstract

Kemampuan baja memikul beban biasa ditentukan berdasarkan kekuatan dan stabilitas. Kekuatan artinya material baja mencapai kekuatan, yaitu tercapainya tegangan leleh sepenuhnya pada seluruh penampang, yaitu tercapainya momen plastis penampang. Masalah stabilitas pada balok baja adalah masalah tekuk torsi lateral. Adanya masalah stabilitas, membuat kemampuan baja memikul beban menjadi lebih kecil dari kekuatan materialnya, yaitu momen plastis tidak dapat tercapai. Balok hanya dapat memikul momen sebesar momen kritis. Maka orang selalu mengupayakan agar masalah stabilitas dikurangki pengaruhnya, yaitu momen kritis sebesar mungkin. Biasanya hal ini dilakukan dengan memasang tumpuan lateral pada balok. Tetapi bila memasang tumpuan lateral ini tidak dimungkinkan perlu diupayakan cara lain meningkatkan momen kritis. Dalam penelitian ini, dipelajari pengaruh pengaku yang dipasang miring terhadap besarnya momen kritis. Penelitian dilakukan dengan metode experimental. Dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan beban kritis akibat adanya pengaku miring dan peningkatan hasil eksperimental kurang lebih adalah lima puluh persen dari hasil analisis dengan metode elemen hingga.
DIALOG ILMU DAN IMAN: SUATU PENDEKATAN DAN CARA REALISASINYA – TAHAP 3 Aloysius Rusli; Benny Suprapto Brotosiswojo; Paulus Karta Wijaya
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.927 KB)

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk menunjang konkretisasi cara pelaksanaan dan penerapan dialog ilmu dan iman di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), dalam rangka memenuhi persyaratan yang dikemukakan dalam Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik tahun 1990. Sasaran khususnya adalah menemukan prosedur sederhana yang agak mudah dilaksanakan oleh warga Unpar. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode pengamatan yang direfleksikan lalu diuji dengan beberapa tugas mingguan dalam beberapa kuliah yang sedang dijalankan. Dengan cara  ini juga terjajagi minat dan sikap, cara berpikir dan perilaku mahasiswa masa kini yang akan menjadi pimpinan masyarakat masa depan. Hasil sementara Tahap III ini adalah kesimpulan, bahwa ilmu dan iman memiliki prosedur yang selaras, sehingga peluangnya membesar, untuk saling memperkaya melalui dialog dalam menggali makna dan arah. Perbedaan prosedur ilmu dan iman adalah dalam cara pengujian: yang pertama membatasi diri pada hal yang dapat diukur, yang digunakan untuk mengkonsistenkan hipotesis dengan pengamatan-terukur; sedangkan yang kedua terutama mengandalkan intuisi-hatinurani yang terus menerus diasah dan ditantang konsistensinya dengan pengamatan. Kesimpulan sementara ini tentu perlu diuji lebih lanjut, dengan menemukan prosedur yang lebih konkret dan khas bagi bidang teknik, bidang ilmu, maupun bidang dogma atau kesimpulan-hipotesis yang dikemukakan berdasarkan proses iman, untuk melihat bagaimana konsistensi ilmu dan iman. Karena itu penelitian ini sebaiknya ditindaklanjuti.
DIALOG ILMU DAN IMAN: SUATU PENDEKATAN DAN CARA REALISASINYA – TAHAP 4 Aloysius Rusli; Benny Suprapto Brotosiswojo; Paulus Karta Wijaya
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.964 KB)

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk menunjang konkretisasi cara pelaksanaan dan penerapan dialog ilmu dan iman di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), dalam rangka memenuhi persyaratan yang dikemukakan dalam Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik tahun 1990. Sasaran khususnya adalah menemukan prosedur sederhana yang agak mudah dilaksanakan oleh warga Unpar. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode pengamatan yang direfleksikan lalu diuji dengan mempresentasikan kemajuan-kemajuan yang dicapai pada beberapa seminar/ simposium/ konferensi yang dipandang sesuai. Hasil sementara Tahap IV ini adalah kesimpulan, bahwa memang ilmu dan iman memiliki prosedur-kerja yang selaras (hasil Tahap 1), sehingga peluangnya membesar, untuk saling memperkaya dan mengarahkan (hasil Tahap 2) melalui dialog dalam suasana bersahabat-konstruktif (hasil Tahap 1) dengan menggunakan kata kunci “Mengapa” (hasil Tahap 3) dalam menggali makna dan arah, secara rendah hati – penuh kasih dan harapan, tidak takut, dan terbuka (hasil Tahap 4), baik dalam ilmu, maupun dalam iman. Perbedaan prosedur-kerja ilmu dan iman adalah dalam cara pengujian: Ilmu membatasi diri pada hal yang dapat diukur, yang digunakan untuk mengkonsistenkan hipotesis dengan pengamatan terukur; sedangkan iman terutama mengandalkan intuisi-hatinurani yang terus menerus diasah dan ditantang konsistensinya dengan penalaran dan pengamatan. Kesimpulan sementara Tahap 4 ini tentu perlu diuji lebih lanjut, dengan menemukan prosedur yang makin konkret dan khas bagi bidang teknik, bidang ilmu, maupun bidang dogma atau kesimpulan-hipotesis yang dikemukakan berdasarkan proses iman, untuk melihat bagaimana dan sejauh apa konsistensi ilmu dan iman dapat ditelusuri. Karena itu penelitian ini sebaiknya dilanjutkan.