Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AN ACCOUNT OF GOVERNOR ANIES BASWEDAN’S PERFORMANCE ON INCLUSIVE ECONOMIC GROWTH IN DKI JAKARTA (2017-2021) Sahruddin Lubis; Hari Zamharir
Journal of Social Political Sciences Vol 3 No 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/jsps.v3i2.107

Abstract

Adopting the principles of good corporate governance by state governments in times of influence of corporations is crucial given the mandate of the Constitution that government agencies must adhere to. Beginning with “abnormal” politics of the elected governor in 2017, Anies encounters challenges both politically and the choice of the road to inclusive economic development. This paper makes an account of Anies’s performance in executing the tasks. The method of the study employs qualitative research method, with secondary data to be analyzed through meta-analysis. The concepts of good corporate governance and inclusive economic growth are the two concepts to look into the performance. It is our finding that amidst controversies in the early days in office when sociological legitimacy was questioned, Anies eventually gains performance legitimacy as has been reflected by several awards by authorities in their respective government and international agencies.
Analisis Kegagalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dalam Memenuhi Ambang Batas Parlemen Pada Pemilu 2024 Sahruddin Lubis; Andika Nugraha Ramadhan
Parapolitika: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 6 No. 2 (2025): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Program Studi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jpds.v6i2.10878

Abstract

Penelitian ini menganalisis penyebab kegagalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam mencapai ambang batas parlemen pada pemilu legislatif 2024, yang mengakibatkan PPP tidak dapat mengirimkan wakil ke DPR RI. Kegagalan ini menjadi titik balik signifikan bagi PPP, mengingat partai ini telah lama menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Indonesia sejak didirikan pada 5 Januari 1973 sebagai hasil fusi dari empat partai Islam: Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti. Penelitian menemukan penyebab kegagalan PPP dalam mencapai ambang batas parlemen adalah adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti konflik kepemimpinan dan kurangnya konsolidasi. Faktor eksternal seperti persaingan dengan partai Islam lain dan perubahan preferensi pemilih. Penelitian ini merekomendasikan reformasi strategi komunikasi politik dan peningkatan konsolidasi internal untuk mengembalikan kepercayaan pemilih