Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ENTREPRENEURSHIP: STRATEGI PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK USAHA RUMAH BATIK SETU DI TANGERANG SELATAN rodhiah diah diah; M Tony Nawawi Tony Nawawi; Toto Mujio Mukmin Mujio Mukmin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9511

Abstract

PKM activities are a continuation of previous activities. Where this advanced entrepreneurship program is focused on training activities on marketing and product development. The partner in the activity is the Setu batik home business cooperative group in South Tangerang. Given that there are still partners' problems regarding marketing strategies and product development that have not been carried out optimally. For this reason, PKM activities aim to provide understanding to partners about marketing strategies and product development strategies, so that partners can have knowledge in increasing batik sales. The method used includes: training in marketing theory and product development. Provide assistance in preparing product development steps. The results of the activity indicated that there was an increase in partners' knowledge about marketing and product development. The training provided on marketing strategies, namely product strategy, price, place and promotion has run smoothly. Training and socialization on product development, and entrepreneurship programs have been conducted in accordance with the needs of partners. Includes an explanation of the stages of product development consisting of: Idea generation; Idea screening;. Development and Testing concept;Marketing strategy development;Business analysis; Product development;Market testing and Commercialization. This training has provided partner insights for new product development with simple motives. Furthermore, partners can develop products in an effort to increase the variety of products to be sold ABSTRAK:Kegiatan PKM merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Program enterpreneurship lanjutan ini  difokuskan pada kegiatan pelatihan tentang pemasaran dan pengembangan produk . Mitra yang menjadi tempat kegiatan adalah kelompok koperasi usaha rumah batik Setu di Tangerang Selatan. Mengingat masih adanya permasalahan mitra tentang strategi pemasaran dan pengembangan produk belum dilakukan secara optimal. Untuk itu kegiatan PKM bertujuan memberikan pemahaman pada mitra tentang strategi pemasaran dan strategi pengembangan produk, agar mitra dapat memiliki bekal pengetahuan dalam meningkatkan penjualan batik. Metode yang dilakukan meliputi:pelatihan teori pemasaran,dan pengembangan produk. Melakukan  pendampingan dalam menyusun langkah langkah pengembangan produk. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang pemasaran Pelatihan yang diberikan tentang  strategi pemasaran yaitu strategi produk, price,place dan promotion telah berjalan dengan lancar. Pelatihan dan sosialisasi tentang pengembangan produk, dan program entrepreneurship telah dilakukan sesuai dengan  kebutuhan mitra. Meliputi penjelasan tahapan pengembangan produk terdiri dari:  Idea generation (Pemunculan gagasan).  Idea screening (Penyaringan gagasan) .  Concept development and testing (Pengembangan dan Pengujian konsep.)  Marketing strategy development (Pengembangan strategi pemasaran). Business analysis (Analisis bisnis). Product development (Pengembangan produk), Market testing (Pengujian pasar) dan Commercialization (Komersialisasi). Pelatihan ini telah memberikan wawasan mitra untuk pengembangan produk baru dengan motif yang sederhana. Selajutnya mitra dapat melakukan  pengembangan produk dalam upaya meningkatkan variasi produk yang akan dijual
PEMBUATAN IDENTITAS MEREK PADA PRODUK BATIK RBS DENGAN MEDIA APLIKASI CETAK SABLON Toto Mujio Mukmin
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.971 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19912

Abstract

Dampak pandemik yang berkepanjangan mengakibatkan berbagai sector usaha terganggu, mulai dari usaha berskala besar hingga pada usaha UMKM, event-event pameran produk UMKM tidak diadakan, bazar dan kios-kios pun banyak yang tutup. Akibatnya, berpengaruh pada turunnya jumlah penjualan dan pesanan barang. Hal ini juga terjadi pada Rumah Batik Setu di Tangerang Selatan. Sebagai sebuah rumah produksi batik dengan level UMKM tentu saja tidak memiliki modal besar dan keterbatasan dalam berpromosi. Padahal kalau dilihat dari sisi kualitas produk batik yang sudah dihasilkan sudah masuk dalam kategori cukup baik. Namun memang jika dilihat dari sisi “brand image”, Rumah Batik Setu belum memiliki brand identity atau identitas merek pada produknya dan hal ini akan mempengaruhi eksistensi batik RBS sebagai produk yang harus dapat dikenal, diingat para pecinta batik asli / batik tulis. Untuk itulah dalam rangka membantu menaikkan brand image batik RBS tersebut kami dari kelompok dosen dan mahasiswa program studi DKV akan memberikan pelatihan pentingnya membangun brand image pada Rumah Batik Setu. Materi pembelajaran brand image tersebut akan diberikan dalam bentuk kegiatan pembuatan logo merek pada produk batik RBS dan penerapannya pada produk dengan Teknik cetak sablon yang mudah dan murah, sehingga ketika Rumah Batik Setu misalnya akan memproduksi batik kaos, mereka dapat memberikan logo merek pada produknya. Selain itu logo merek itu akan terus dipakai pada kartu nama, papan nama, dan promotion material.