Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PENATALAKSANAAN ALERGI YANG MEMBERIKAN KELUHAN KULIT GATAL PADA LANSIA DI PANTI WERDHA SALAM SEJAHTERA Fia Fia; Johan Johan; Chrismerry Song; Christian Wijaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.432 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7258

Abstract

Alergi adalah suatu reaksi hipersensitivitas yang diperantarai oleh mekanisme imunologi, yang dapat memengaruhi hampir seluruh jaringan tubuh dan menimbulkan gejala klinik sesuai dengan organ yang terkena. Prevalensi penyakit alergi pada lansia diperkirakan sekitar 5-10%. Penyakit alergi ini akan mengganggu, menurunkan kualitas dan produktivitas hidup penyandangnya. Beberapa penyakit alergi yang sering pada lansia adalah penyakit alergi saluran nafas seperti rhinitis alergika, asma bronkiale, dermatitis, alergi obat, dan urtikaria dan angioedema. Penyakit alergi yang difokuskan pada penyuluhan ini adalah kelainan kulit yang dapat memberikan keluhan berupa gatal-gatal. Beberapa alergen di sekitar tempat tinggal yang sudah terbukti dapat mencetuskan alergi antara lain tungau debu rumah, kecoa, jamur, atau serpihan kulit binatang peliharaan. Beberapa penghuni panti menderita gatal-gatal pada kulit, namun usaha pencegahan dan penanganan terhadap keluhan tersebut belum maksimal. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dosen dan mahasiswa FK Untar mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang penatalaksanaan alergi yang memberikan keluhan kulit gatal pada lansia di panti werdha Salam Sejahtera. Penyuluhan ini ditujukan meningkatkan tingkat pengetahuan dan kesehatan lansia sehingga dapat mengetahui upaya terbaik terhadap keuhan, sehingga diharapkan kualitas hidup lansia dapat meningkat. Penyuluhan ini diikuti oleh penghuni, care giver dan pengurus panti dengan seksama dan antusias.
PERBANDINGAN VALIDITAS PEMERIKSAAN ASAM URAT MENGGUNAKAN TIGA URIC ACID METER DENGAN BAKU EMAS STANDAR LABORATORIUM Fia Fia; Marcella Erwina Rumawas; Alfianto Martin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.9507

Abstract

Uric acid is an end-product from Purine metabolism, excreted in kidney. Hyperuricemia is resulted from either over production or decreased excretion of uric acid. Hyperuricemia results in uric acid crystallization or deposition in plasm and extracellular fluid. Deposition of uric acid crystal in synovial fluid cause arthritis, called gouty arthritis. In Indonesia, the prevalence of arthritis (including gouty arthritis) is 11,9%. Monitoring uric acid level is important for hyperurisemic patients, as an increased of acute episodes of gouty arthritis corresponds to the raised of uric acid level. Standard uric acid determination should be done in laboratory, but in daily practice, patient come to primary health center for monitoring, and uric acid meter is used to determine uric acid level. Prior studies reported that uric acid meters could be used in daily practice, yet in Indonesia, there has no published study comparing the  validity of different brands of uric acid meter available in the market. This analytic cross-sectional study aimed to determine the validity of three uric acid meters (UA sure, Autocheck dan Easytouch) as compared to the gold standard Laboratory method. Data of 39 adult men and women who were selected consecutively were analyzed by using the Bland-Altman method, one-sample t-test and ordinary least-square regression.   Result of this study showed that the validity of UA sure and Easytouch  uric acid meters were suitably good, whereas the validity of Autocheck was unrealiable  due to the present of fixed bias dan proportional bias. Keywords: uric acid, hyperuricemia, gouty arthritis, uric acid meter Abstrak Asam urat adalah hasil akhir metabolisme purin yang diekskresikan melalui ginjal. Produksi berlebihan atau penurunan ekskresi, atau keduanya dapat menyebabkan hiperurisemia. Kadar asam urat yang berlebihan dapat menyebabkan kristalisasi dan penumpukan di plasma dan cairan ekstraseluler terutama di sendi  sehingga mengakibatkan terjadinya radang sendi, yaitu artitis gout.  Di Indonesia, prevalensi radang sendi, termasuk artritis gout sebesar 11,9%.  Pada pasien hiperurisemia, pemantauan kadar asam urat sangat penting, karena angka kejadian artritis gout meningkat sesuai dengan tingginya asam urat plasma. Pemeriksaan asam urat standar dilakukan di laboratorium, namun pada prakteknya skrining kadar asam urat untuk pasien yang datang di layanan kesehatan primer sering dilakukan dengan menggunakan alat uric acid meter. Beberapa penelitian yang membandingkan hasil pemeriksaan asam urat dari laboratorium dengan uric acid meter melaporkan bahwa alat-alat tersebut dapat digunakan, namun di Indonesia belum ada penelitian yang membandingkan akurasi beberapa alat yang tersedia di pasaran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang yang bertujuan untuk menilai validitas tiga alat uric acid meter (UA sure, Autocheck dan Easytouch) dengan baku emas standar laboratorium. Data kadar asam urat alat uric acid meter diperoleh dari sampel darah kapiler dan data  kadar asam urat baku emas diambil dari sampel darah vena  pada subyek yang sama  dan waktu yang sama kemudian diukur dengan menggunakan metode enzymatic calorimetry di laboratorium standar. Data kemudian dianalisa dengan metode one-sample t-test dan ordinary least-square regression untuk membandingkan apakah terdapat bias pemeriksaan dari alat uric acid meter dengan baku emas. Pada penelitian ini didapatkan 39 sampel  dengan hasil didapatkan UA sure dan Easy touch tidak mempunyai fixed bias (p=0,31; p=0,12) maupun proportional bias (p=0,91, p=0,42) terhadap baku emas, sedangkan Autocheck mempunyai fixed bias (p=0,001) dan proportional bias (p=0,006)  bila dibandingkan dengan baku emas.  Dari penelitian ini dapat disimpulkan UA sure dan Easy touch mempunyai validitas yang cukup baik, sedangkan Autocheck mempunyai validitas yang rendah.