Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT KULIAH BAGI SISWA SMA BINAAN ASAK SATHORA DI MASA PANDEMI COVID-19 Rorlen Rorlen; Miharni Tjokrosaputro; Henny Henny; Jonnardi Jonnardi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12518

Abstract

The Covid-19 pandemic caused many of less fortunate students to lose their motivation to continue their education to the university since there are many families being affected by the pandemic. Some of the reasons are time and financial limitations. This is due to the fact that many of those students have to help their parents to earn money. Therefore, this community engagement is aimed to increase the motivation of those less fortunate high school students from ASAK to continue their study to the university in hope for the better future. Methods that used in this programme was debriefing material extension method and motivation to increase the interest of high school students of ASAK Kembangan in area of West Jakarta. The programme was conducted via Zoom on Wednesday, March 17, 2020. The motivational briefing event was attended by 14 high school students and 2 students assisted by ASAK Sathora.. This community engagement begins with provisioning counselling and motivation, and finished with question and answer. Output of this programme will be an article. According to the students, the result of the questionnaire can be very beneficial for them to help self-improvise, develop their mindset and thus will be very eager to participate in the future event.ABSTRAK:Pandemi Covid-19 membuat banyak siswa yang kurang mampu tidak termotivasi untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang perguruan tinggi. Banyak keluarga siswa yang terdampak pandemi Covid-19 ini. Adapun beberapa alasan yang mereka kemukakan adalah keterbatasan waktu dan biaya. Hal ini dikarenakan banyak diantara para siswa tersebut yang harus membantu orang tuanya untuk mencari penghasilan. Oleh karenanya, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa kurang mampu SMA binaan ASAK untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi agar mereka bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik.  Target luaran yang akan dicapai adalah artikel publikasi.  Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan materi pembekalan dan motivasi untuk meningkatkan minat kuliah bagi anak SMA binaan ASAK Sathora di daerah Kembangan, Jakarta Barat. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara telekonferensi melalui  Zoom pada hari Rabu, tanggal 17 Maret 2020. Acara pembekalan motivasi diikuti oleh 14 orang siswa SMA dan 2 mahasiswa binaan ASAK Sathora. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari penyuluhan pembekalan dan motivasi untuk meningkatkan minat kuliah bagi anak SMA binaan ASAK kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Adapun hasil pengukuran dengan kuestioner atas kegiatan pemberian motivasi ini menurut para siswa dapat sangat mendorong mereka untuk mengembangkan diri, berpola pikir berkembang dan sangat tertarik untuk ambil bagian pada acara yang akan diadakan oleh tim Untar pada kesempatan yang akan datang.
PEMBEKALAN DAN MOTIVASI BERKULIAH BAGI ANAK SMA KURANG MAMPU BINAAN ASAK JAKARTA BARAT Miharni Tjokrosaputro; Henny Henny; Rorlen Rorlen; Jonnardi Jonnardi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9613

Abstract

Many under-able students are not motivated to continue their schooling to the college level. Various reasons they put forward, among others are time and cost limitations. This is because many of these students have to help their parents to make a living. Therefore, this community service program aims to increase the motivation of students less able high school targeted by ASAK to continue their studies to college so that they can get a better future. The outside target to be achieved is article publication. The method used in this activity is a method of counseling briefing materials and motivation to increase the interest of lectures for underscient high school students built by ASAK in Kembangan area, West Jakarta. This activity held by Zoom teleconference. This community service activity starts from counseling and motivation to increase the interest of lectures for underage high school students, the ins and outs of student life in college, and the division of majors in the faculty of economics and business, then followed by question and answer. Target output of this  activity is journal publishingABSTRAK:Banyak diantara para siswa yang kurang mampu tidak termotivasi untuk melanjutkan sekolahnya   ke   jenjang   perguruan   tinggi.   Berbagai   alasan   yang   mereka   kemukakan, diantaranya adalah keterbatasan waktu dan biaya. Hal ini dikarenakan banyak diantara para siswa tersebut yang harus membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. Oleh karenanya, program pengabdian  masyarakat  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  motivasi  para  siswa kurang mampu SMA binaan ASAK untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi agar mereka bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik.   Target luaran yang akan dicapai adalah artikel publikasi.  Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan materi pembekalan dan motivasi untuk meningkatkan minat kuliah bagi anak SMA kurang mampu binaan ASAK di daerah Kembangan, Jakarta Barat.  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui Zoom. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari penyuluhan pembekalan  dan motivasi  untuk  meningkatkan  minat  kuliah  bagi  anak  SMA kurang mampu binaan ASAK, seluk beluk kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, dan pembagian jurusan di fakultas ekonomi dan bisnis, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Adapun luaran yang ditargetkan adalah jurnal
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASIONAL TERHADAP STRES KERJA DENGAN WELL-BEING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Mei Ie; Henny Henny
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.20788

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menghadapi stres yang cukup tinggi dalam menjalankan pekerjaannya. Stres yang tinggi dapat mengakibatkan kesulitan untuk fokus terhadap pekerjaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, perilaku kewargaan organisasional, dan well-being terhadap stres kerja. Purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian adalah sebanyak enam puluh dua orang karyawan pada beberapa perusahaan swasta di Jakarta Barat. Data penelitian diolah dengan menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan efikasi diri tidak memiliki pengaruh terhadap stres kerja, perilaku kewargaan organisasional memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja, well-being memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja. Selain itu dapat disimpulkan juga bahwa well-being tidak memberikan pengaruh dalam memediasi pengaruh efikasi diri terhadap stres kerja serta well-being memberikan pengaruh yang signifikan dalam memediasi pengaruh perilaku kewargaan organisasional terhadap stres kerja.   Several studies have shown that most employees face quite high stress in carrying out their work. High stress can make it difficult to focus on their work. The purpose of this study was to determine the effect of self-efficacy, organizational citizenship behavior, and well-being on work stress. Purposive sampling was used as a sampling technique used in this study. The study sample was sixty-two employees at several private companies in West Jakarta. The research data was processed using SmartPLS. The results of the study obtained showed that self-efficacy has no influence on work stress, organizational citizenship behavior has a negative and significant influence on work stress, well-being has a negative and significant influence on work stress. In addition, it can also be concluded that well-being does not have an influence in mediating the influence of self-efficacy on work stress and well-being has a significant influence in mediating the influence of organizational citizenship behavior on work stress.
PELATIHAN JURNAL UMUM DAN BUKU BESAR PERUSAHAAN JASA Henny Henny; Julio Cruise; Devilia Tanuwijaya; Belicia Rafaela Iskandar
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35909

Abstract

Financial literacy is an essential competence that supports individuals in adapting to rapidly changing economic conditions. However, a considerable number of high school students still struggle to comprehend accounting practices conceptually and practically, particularly in recording financial transactions within service-based businesses. In response to this issue, a community service program was initiated by a team from Universitas Tarumanagara to strengthen students’ understanding of general journal preparation and the posting of balances to the general ledger. The program implemented a participatory education approach, supported by interactive group discussions that encouraged students to actively engage in case-based simulations and guided practice. Learning materials were presented through visual modules and structured exercises tailored to the literacy level of the participants, enabling them to construct knowledge through practical experience. To measure learning outcomes, pre-test and post-test assessments were administered as indicators of improvement in conceptual comprehension and procedural accuracy. The results revealed noticeable progress among most students, reflected in increased scores and improved precision in recording, classifying, and transferring account balances. In addition, students demonstrated a more positive attitude toward financial transparency and accuracy. Overall, this activity successfully enhanced practical accounting literacy among participants while serving as a concrete implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the area of community service. The outcomes of this program highlight the importance of integrating interactive learning strategies to bridge the gap between theoretical instruction and real-world application, preparing students for academic progression as well as future employment challenges.   ABSTRAK Literasi keuangan merupakan kemampuan penting yang dibutuhkan individu untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi yang kompetitif. Namun demikian, masih banyak siswa sekolah menengah yang mengalami kesulitan dalam memahami proses akuntansi secara praktis, khususnya terkait pencatatan transaksi pada perusahaan jasa. Menyikapi kondisi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penyusunan jurnal umum serta proses pemindahan saldo akun pada buku besar. Pelatihan ini menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif yang dikombinasikan dengan diskusi kelompok interaktif, sehingga peserta dapat terlibat langsung melalui simulasi kasus dan latihan pencatatan. Materi pembelajaran disusun secara aplikatif melalui modul visual dan contoh transaksi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Untuk melihat efektivitas pembelajaran, diberikan tes awal dan tes akhir sebagai indikator peningkatan pengetahuan konseptual dan kemampuan praktik penjurnalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan ketelitian dalam mencatat transaksi, menggolongkan akun, serta memindahkan saldo ke buku besar secara sistematis. Selain itu, peserta juga menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penerapan transparansi dan akurasi keuangan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat literasi keuangan praktis pada siswa serta menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran interaktif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, mempersiapkan siswa untuk kemajuan akademis serta tantangan pekerjaan di masa depan.