Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PERANCANGAN ROBOT BERODA DENGAN DETEKTOR TEPI MEJA PADA SEKOLAH SMA TARSISIUS 1 DAN SMA TRI RATNA Joni Fat; Wahidin Wahab; Wati A Pranoto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.11993

Abstract

Wheeled robot is a robot which movement is managed by the rotation of Direct Current (DC) motors. These motors are connected to wheels. Wheeled robot usually is used as a teaching module and as an introduction in robotics. The wheeled robot which we designed is a robot module which moves automatically on a top of a table. This robot is equipped with infrared sensor and ultrasonics sensor. These sensors will prevent the robot from falling down from the edge of the table. They also will be used to avoid obstacles. This robot operates in 7.4 VDC as an operating voltage for DC motors, and uses 9 VDC as an operating voltage microcontroller. The robot is designed as a few modules, i.e. interfacing module for power, sensors and actuators, module for actuators driver, infrared sensor module, ultrasonics sensor module, power supply module, microcontroller module, DC motors module, and robotics platform. The intention for designing this robot is as extracurricular modules for teaching. It is targeted junior high schoollers. All of the modules could be connected to form a wheeled robot for the teaching purpose. The modules are designed using a knock down model so they will be easy to assembly. The platform of this robot is made of acrylic with 3 mm widths. This acrylic is formed and cut using a laser cutting equipment. The robot creation is recorded and uploaded to youtube.com. Students could have an easier access to the learning modules because they are available online. Students could easily to repeat the modules if the students would like ABSTRAK:Robot beroda merupakan robot yang pergerakkannya diatur oleh arah putaran motor direct current (DC) yang terhubung dengan roda. Robot beroda biasa digunakan sebagai media pengajaran serta pengenalan tentang robotika. Robot beroda yang dirancang berupa modul robot beroda yang bergerak secara otomatis pada permukaan meja, serta dilengkapi dengan sensor inframerah dan sensor ultrasonik, yang berfungsi untuk menghindari robot terjatuh dari permukaan meja dan dapat menghindari objek. Robot beroda ini beroperasi dengan tegangan 7.4 VDCsebagai daya untuk penggerak motor DC dan 9 VDC untuk sumber tegangan mikrokontroler. Robot ini terdiri dari beberapa modul, yaitu modul antarmuka untuk daya, sensor, dan aktuator, modul pengendali aktuator, modul sensor inframerah, modul sensor ultrasonik, modul power supply, modul mikrokontroler, modul motor DC, dan rangka dasar robot. Tujuan dari perancangan modul ini adalah sebagai modul pembelajaran ekstrakurikuler siswa sekolah menengah pertama, seluruh modul tersebut akan menjadi bahan ajar yang saling berhubungan sebagai modul pembelajaran dalam membuat robot beroda. Modul pembelajaran ini menggunakan sistem knock down agar mudah dalam perakitannya. Rangka dasar robot ini terbuat dari akrilik dengan ketebalan 3 mm, yang dibentuk dan dipotong menggunakan alat laser cutting. Pembuatan robot direkamkan dan diunggah ke youtube.com sehingga dapat diakses oleh siswa. Dengan demikian, siswa dapat mengakses materi pembelajaran secara online. Siswa juga dapat mengulang materi dengan lebih mudah
STUDI DEBIT ANGKUTAN SEDIMEN DASAR SUNGAI CITARUM DENGAN RUMUS EINTEIN’S, SHIELDS, SCHOKLITSCH’S DAN LABORATORIUM Marvin Marvin; Wati A Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6194

Abstract

Sungai Citarum merupakan salah satu sungai terpanjang di provinsi Jawa Barat dengan panjang 297 km. Sungai Citarum tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga membawa sedimen yang berasal dari hasil erosi.  Sampel yang digunakan untuk penelitian ini diambil di muara Ci-Beet. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mekanika Tanah dan laboratorium Hidrolika dengan menggunakan sirkular flum, dilakukan dengan menggunakan 3 tabung sampel dan di tes dengan berbagai kecepatan.  Penelitian ini difokuskan pada angkutan sedimen dasar (bed-load) dan dibandingkan antara hasil laboratorium dengan 3 pendekatan yaitu Einstein’s, Shields, dan Schoklitsch’s. Untuk debit air 0,0024 – 0,0035 m3/s, angkutan sedimen dasar yang didapat di laboratorium 0,0026 – 0,0557 kg/s/m, pendekatan Einstein’s sebesar 0,0175 kg/s/m, pendekatan Shields 0,0211 – 0,031 kg/s/m, dan pendekatan Schoklitsch’s 0,0065 – 0,0099 kg/s/m. Dari ke-3 pendekatan itu didapat bahwa pendekatan Shields yang paling baik untuk digunakan.