Objek material tulisan ini adalah puisi Wuqu>fu al-Ma>‘i Yufsiduhu karya al-Ima>m al-Sya>fi’i> dan objek formalnya adalah semiotik Riffaterre. Dalam teori semiotik Riffaterre terdapat dua tahap pembacaan, yaitu pembacaan heuristik (pembacaan puisi berdasarkan sistem kebahasaan) dan pembacaan hermeneutik (pembacaan puisi berdasarkan sistem kesastraannya dengan mencari model, matriks, hipogram potensial dan aktual untuk mendapatkan kesatuan makna puisi). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa hasil pembacaan heuristik terhadap puisi Wuqu>fu al-Ma>‘i Yufsiduhu diperoleh makna leksikal saja, belum menunjukkan kesatuan makna, dan belum memberi sebuah pemahaman yang memusat yang menggambarkan sebuah kesatuan struktur. Dalam pembacaan hermeneutik, hipogram potensial menunjukkan gagasan bahwa seseorang jika menginginkan kebahagiaan dan kemuliaan dalam hidupnya, hendaknya ia merantau dan bekerja keras. Perihal merantau, dapat dianalogikan dengan air, singa, anak panah, matahari, biji emas dan kayu gaharu. Model puisi adalah fada’i al-awtha>na wa ightaribi “tinggalkanlah negeri dan merantaulah” dan wa inshab fa inna ladzi>dza al-‘aysyi fi an-nashabi “bekerja keraslah, karena kelezatan hidup terletak pada bekerja keras”. Matriks puisi yaitu “pentingnya merantau dan bekerja keras dalam hidup”. Hipogram aktual yang menjadi latar terbentuknya matriks adalah Q.S. Al-Jumu’ah ayat 10, dan Q.S. Al-Insyirah ayat 7. Ayat pertama merupakan perintah supaya manusia mengembara di bumi untuk mencari karunia Allah. Ayat kedua merupakan perintah untuk bekerja keras dalam hal kebajikan. Kedua ayat ini selaras dengan puisi Wuqu>fu al-Ma>‘i Yufsiduhu yang menegaskan pentingnya merantau dan bekerja keras dalam hidup.