Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konseling Bagi Trauma Sekolah Rut Masena
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.203

Abstract

Abstract: This study is about counseling for children who are traumatized at school due to receiving bullying or acts of violence both verbally and physically. Many school-age children experience incidents like this. So, through this research, we try to determine the appropriate counseling actions for victims of school trauma. Using qualitative research, especially literature review, the researcher analyzes to find the right solution for this topic. This study found that the benefits of counseling for children who have experienced trauma at school are to help them find their identity, raise their confidence, and provide forgiveness for everyone who has committed acts of violence against them. Thus, counselors can break the chain of violence against children in schools and minimize the creation of trauma in schools. Abstrak: Penelitian ini tentang konseling bagi anak yang mengalami trauma di sekolah karena menerima bully atau tindakan kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Kejadian seperti ini banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah. Sehingga melalui penelitian ini mencoba mencari tahu seperti apa tindakan konseling yang tepat bagi korban trauma sekolah. Dengan menggunakan penelitian kualitatif khususnya kajian pustaka, peneliti melakukan analisis guna menemukan solusi yang tepat bagi topik ini. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa manfaat konseling untuk anak yang mengalami trauma di sekolah adalah untuk menolong anak menemukan jati dirinya, membangkitkan kepercayaan dirinya, dan untuk menolong anak dapat memberikan pengampunan bagi setiap orang yang telah melakukan tindakan kekerasan kepadanya. Sehingga dengan demikian, konselor dapat memutus rantai kekerasan pada anak di sekolah serta meminimalisir terciptanya trauma di sekolah.