Tegar Prasetyo
Universitas Ahmad Dahlan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AJARAN BUDI PEKERTI DALAM PUISI “AJARAN HIDUP” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN “KAU YANG KOSONG 2” KARYA RADHAR PANCA DAHANA Tegar Prasetyo; Yosi Wulandari
sarasvati Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/sv.v4i1.1803

Abstract

AbstractPoetry is the result of human thought and expression in the form of a series of aesthetic words with meaning and character that can be interpreted separately by the readers. The purpose of this article is to analyze the comparison of the teachings of character in the poems Ajaran Hidup by Sapardi Djoko Damono and Kau Yang Blank 2 by Radhar Panca Dahana. This article uses a comparative descriptive research with the research data being the poems Ajaran Hidup by Sapardi Djoko Damono and Kau Yang Blank 2 by Radhar Panca Dahana. The results of this study found similarities, namely that they both reminded about death and differences, namely in terms of the value of decency, the relationship between the environment and health, and the importance of respect and respect between God's creations. Then what became a hypogram and a transformation between the two poems, namely the poem Ajaran Hidup which was first created in 1992 and encouraged the creation of the poem Kau Yang Blank 2 in 2019. Keywords: manners, poetry, hypograms, transformations, comparative descriptive AbstrakPuisi merupakan hasil karya pemikiran dan ekspresi manusia berupa rangkaian kata berestetika dengan makna dan budi pekerti yang dapat ditafsirkan tersendiri oleh para pembacanya. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis perbandingan ajaran budi pekerti dalam puisi Ajaran Hidup karya Sapardi Djoko Damono dan Kau Yang Kosong 2 karya Radhar Panca Dahana. Artikel ini menggunakan penelitian deskriptif komparatif dengan data penelitian adalah puisi Ajaran Hidup karya Sapardi Djoko Damono dan Kau Yang Kosong 2 karya Radhar Panca Dahana. Hasil penelitian ini ditemukan persamaan yakni keduanya sama-sama mengingatkan mengenai kematian dan perbedaan yakni dalam hal nilai kesopanan, hubungan lingkungan dengan kesehatan, dan pentingnya hormat dan menghormati antar ciptaan Tuhan. Kemudian yang menjadi hipogram dan transformasi di antara kedua puisi tersebut yakni puisi Ajaran Hidup yang lebih dahulu diciptakan pada 1992 dan mendorong terciptanya puisi Kau Yang Kosong 2 pada 2019.Kata-kata kunci: budi pekerti, puisi, hipogram, transformasi, deskriptif komparatif
Aspek Fisik Dan Psikis Serta Kehidupan Sosial Pada Puisi “Sundari” Karya Tegar Prasetyo : Kajian Feminisme Tegar Prasetyo
sarasvati Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/sv.v4i2.2361

Abstract

AbstractPoetry is a literary work that contains expressions of feelings, experiences, imagination, and the results of human thought that have aesthetic value which is presented using emotional language and poured into written form. The purpose of this study is to describe the physical, psychological, and social aspects of the poem "Sundari" by Tegar Prasetyo with the study of feminism. This type of research is descriptive qualitative with data collection methods reading notes and literature review. The results of this study found that (a) the physical aspect, namely women are made as sexual objects of men in terms of their views, (b) the psychological aspect, namely women who have graceful and attractive characteristics who are admired by men, and (c) aspects of social life in the form of the fairness of the community environment. against acts of sexual violence..Keywords:feminisme,woman,poetry AbstrakPuisi merupakan karya sastra yang berisi ungkapan perasaan, pengalaman, imajinasi, dan hasil pemikiran manusia yang mempunyai nilai estetika yang disajikan menggunakan bahasa emosional dan dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek fisik, psikis, dan kehidupan sosial pada puisi “Sundari” karya Tegar Prasetyo dengan kajian feminisme. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data baca catat dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (a) aspek fisik yaitu perempuan dijadikan sebagai objek seksual lelaki dari segi pandangannya, (b) aspek psikis yaitu perempuan yang mempunyai sifat anggun dan menarik yang dikagumi oleh lelaki, dan (c) aspek kehidupan sosial berupa kewajaran lingkungan masyarakat terhadap adanya tindakan kekerasan seksual yang terjadi..
Kesalahan berbahasa tataran fonologi pada pidato presiden RI saat upacara peringatan hari lahir Pancasila 2023 Tegar Prasetyo
sarasvati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/sv.v5i2.3143

Abstract

Perbendaharan bunyi-bunyi bahasa distribusi yakni fonologi. Bahasa berupa alat berkomunikasi bagi stiap kesharinya dengan berbagai simbol didalam bermasyarakat. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis tataran fonologi pada pidato presiden Joko Widodo pada uapacara peringatan hari lahir panacsila tahun 2023. Artikel ini menggunakan penelitian deskriptif komparatif dengan data analisis tataran fonologi pidato presiden RI pada upacara peringatan hari lahir Pancasila 2023. Hasil penelitian ini ditemukan perubahan fonem, dan penghilangan fonem.; a)Terdapat pada video tersebut, di menit ke 0.40 terdapat kalimat “ediologi Pancasila.”, b)Terdapat pada video tersebut, di menit ke 1.05 terdapat kalimat “wakil presiden republik endonesia.”, c) Idiologi menit ke 2.40 Terdapat pada video tersebut, di menit ke 2.40 terdapat kalimat “semua itu pondasinya idiologi pancasila” d) Terdapat pada video tersebut, di menit ke 2.49 terdapat kalimat “yang diwareskan presiden pertama”. a) Terdapat pada video tersebut, di menit ke 1.28 terdapat kalimat “dan para mentri kabinet b) Ditrima menit ke 4.58 Terdapat pada video tersebut, di menit ke 1.28 terdapat kalimat “kepemimpinan Indonesia ditrima”.