Asep Topan Mulyono
Institut Kesenian Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH LATAR BELAKANG BUDAYA DAN PENDIDIKAN SENI KONTEMPORER BARAT TERHADAP PRAKTIK KESENIAN MELATI SURYODARMO Asep Topan Mulyono
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.147

Abstract

Seni performans atau performance art merupakan salah satu medium ekspresi dalam seni rupa kontemporer yang masih sangat minim dibahas dalam narasi sejarah seni rupa Indonesia. Kehadirannya sebagai medium seni berbasis waktu juga memberikan tantangan tersendiri bagi karya-karya ini untuk diapresiasi dan disajikan ke hadapan publik. Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, seni performans di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang sejak tahun 1970-an, terutama berkaitan dengan gagasan mengenai aktivisme dan ekspresi sosial politik. Di sisi lainnya, Melati Suryodarmo muncul pada awal 2000 dengan karakteristik yang lain dari para perupa performans lainnya di Indonesia. Berlatarbelakang dari keluarga yang dekat dengan praktik seni pertunjukan tradisional di Surakarta, dan pendidikan formalnya di Jerman yang khusus mendalami seni performans, telah membentuk cara berpikir dan bekerja Melati Suryodarmo sebagai seniman performans. Kedua pengaruh ini akan menjadi topik utama dalam penelitian ini untuk melihat sejauh mana keduanya berpengaruh kepada Melati Suryodarmo. Sebagai perupa yang tengah sering diperbincangkan namanya di ranah seni rupa internasional, penelitian ini menjadi sangat penting dan relevan untuk mempelajari secara mendalam bagaimana proses belajar dan lingkungan dapat memberikan pengaruh kuat bagi seorang perupa.