Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang disengaja untuk memfasilitasi masyarakat dalam merencanakan, memutuskan dan mengelola sumber daya yang dimiliki melalui gotong royong dan berjejaring, sehingga pada akhirnya masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologis, dan sosial. Pemberdayaan masyarakat pada penelitian ini terkait pemberdayaan pemuda melalui gerakan literasi. Lebih lanjut penelitian bertujuan untuk mengungkap bagaimana gambaran umum gerakan literasi dan proses pemberdayaan pemuda yang dilakukan di TBM Panti Baca Ceria. Adapun metode penelitian yang digunakan, yaitu penelitian deskriptif dengan cara menggali data yang bersumber dari pengamatan langsung, wawancara luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan), serta studi dokumentasi. Lokasi penelitian berada di sekitar sekretariat dan tempat kegiatan TBM Panti Baca Ceria yang berada di Lingkungan Kebon Cau No. 75, RT.02/RW.04, Cipameungpeuk, Kec. Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan literasi di TBM Panti Baca Ceria menyasar semua kelompok usia dengan program utama bersandar pada enam kecakapan literasi dasar yang dikemas melalui beragam kegiatan. Adapun praktik pemberdayaan di Panti Baca Ceria, dilakukan dengan cara melibatkan para pemuda untuk menjadi penerima manfaat sekaligus menjadi pengurus/relawan sesuai hasil diskusi bersama. Secara umum, proses pemberdayaan tersebut dilakukan dalam tiga tahapan yang meliputi: (1) tahap membangun komunikasi dan pendekatan kepada para pemuda yang datang ke TBM atau ke Lapak Baca, (2) tahap penguatan potensi/daya pemuda dalam bidang literasi, dan (3) tahap penciptaan karya literasi serta pemberdayaan dalam bentuk membantu pengelolaan programdan mengisi kegiatan di TBM Panti Baca Ceria. Kata Kunci: Pemberdayaan Pemuda, Gerakan Literasi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Abstract: Community empowerment is a deliberate effort to facilitate the community in planning, deciding and managing their resources through mutual cooperation and networking, so that in the end the community has the ability and independence economically, ecologically, and socially. Community empowerment in this study is related to youth empowerment through the literacy movement. Furthermore, the research aims to reveal the general picture of the literacy movement and the youth empowerment process carried out at TBM Panti Baca Ceria. The research method used is descriptive research by digging data sourced from direct observation, offl ine and online interviews and documentation studies. The research location is around the secretariat and the place of activities of TBM Panti Baca Ceria in Kebon Cau Number 75, RT.02/RW.04, Cipameungpeuk, South Sumedang districts, Sumedang Regency, West Java. The results showed that the literacy movement at TBM Panti Baca Ceria targets all age groups with the main program relying on six basic literacy skills packaged through various activities. The empowerment practice at Panti Baca Ceria is carried out by involving young people to become benefi ciaries as well as administrators/volunteers according to the results of joint discussions. In general, the empowerment process is carried out in three stages which include (1) the stage of building communication and approaches to youth who come to TBM or to Reading Booth; (2) the stage of strengthening the potential/power of youth in the fi eld of literacy, and (3) the stage of creating literacy works and empowerment in the form of assisting the management of the TBM program for Panti Baca Ceria activities.Keywords: Youth Empowerment, Literacy Movement, Taman Bacaan Masyarakat (TBM)