Al-Quran merupakan kitab suci yang yang datang dari Allah sebagai petunjuk untuk umat manusia. Namun al-Quran yang tidak dapat dipahami hanya berdasarkan kebahasaan saja, karena jika dengan pendekatan kebahasaan saja, maka akan berpotensi dipahami salah. Maka dari itu, untuk memahami al-Quran perlu juga pendekatan selain pendekatan linguistik. Salah satu yang menjadi komponen penting untuk memahami al-Quran adalah dengan mengacu pada konteks mikro yang melatar belakangi turunnya ayat, yang lebih dikenal dengan asba>b al-nuzul. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui signifikasi asba>b al-nuzul untuk memahami al-Quran. melalui metode penelitian kualitatif berjenis penelitian pustaka, dengan pendekatan diskriptif analitis, penulis menemukan. Signifikasi asba>b al-nuzul dapat menghilangkan ke-isykal-an dalam maksud dari ayat sebenarnya. Misalnya, ayat 62 surat al-Baqarah yang secara literal bermakna keselamatan semua pemeluk agama, namun setelah dilihat dari latar belakang turunnya, maksud ayat ini hanya berlaku di waktu sebelum nabi Muhammad diutus, namun mereka beriman kepada Allah dan beramal saleh. Contoh lain, ayat 93 al-Maidah yang secara literal membolehkan meminum dan memakan apa saja bagi orang yang bertakwa dan berbuat baik. Padahal, ayat tersebut menurut asba>b al-nuzul tertuju pada para orang Islam yang mati sebelum ayat pengharaman makanan tertentu turun.