Shonhaji Shonhaji
Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darusslam Bangkalan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ayat Ayat Sifat Perspektif Al-Nawawi: Studi Kitab Marah Labid Shonhaji Shonhaji; M. Tohir
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 1 (2022): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i1.64

Abstract

Perebutan wacana antar umat Islam tidak bisa lepas dari perkembangan sejarah dari sejak Nabi Muhammad wafat sampai dengan sekarang. Faktor perbedaan tersebut bisa bermacam-macam, ada dari faktor politik, idiologis bahkan metodologi menyimpulan hukum. Salah satu yang paling membekas adalah perdebatan dalam konteks ilmu kalam. Sebuah ilmu kalam tidak hanya membentengi kaum muslim dari musuh-musuh Islam, juga menambahkan keimananan. Objek kajian ilmu kalam dalam al-Quran ialah mengenai ayat-ayat sifat Allah. Menjadi menarik jika dikaji kontestasi ilmu kalam dalam wilayah penafsiran ayat sifat pada kitab tafsir karangan ulama Nusantara, yang dalam hal ini penulis mengambil kajian Shekh Nawawi al-Banteni> a;l-Jawi dalam kitab tafsir Mara>h Labi>d. Melalui metode konten analisis dan pendekatan analisis diskriptif, penulis mendapatkan temuan sebagai berikut. Pertama, Shekh Nawawi al-Banteni> mengikuti madhab khalaf dengan mentakwilkan ayat-ayat sifat. Kedua, aplikasi Shekh Nawawi seperti memaknai ayat istawa pada surah T{aha ayat lima sebagai manifestasi kerajaan dan kata yad pada ayat 10 surah al-Fatah sebagai penolong dan pemberi nikmat.
Signifikansi Asbāb Al-Nuzūl Dalam Penafsiran Al-Qur’an Shonhaji Shonhaji
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.105

Abstract

Al-Quran merupakan kitab suci yang yang datang dari Allah sebagai petunjuk untuk umat manusia. Namun al-Quran yang tidak dapat dipahami hanya berdasarkan kebahasaan saja, karena jika dengan pendekatan kebahasaan saja, maka akan berpotensi dipahami salah. Maka dari itu, untuk memahami al-Quran perlu juga pendekatan selain pendekatan linguistik. Salah satu yang menjadi komponen penting untuk memahami al-Quran adalah dengan mengacu pada konteks mikro yang melatar belakangi turunnya ayat, yang lebih dikenal dengan asba>b al-nuzul. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui signifikasi asba>b al-nuzul untuk memahami al-Quran. melalui metode penelitian kualitatif berjenis penelitian pustaka, dengan pendekatan diskriptif analitis, penulis menemukan. Signifikasi asba>b al-nuzul dapat menghilangkan ke-isykal-an dalam maksud dari ayat sebenarnya. Misalnya, ayat 62 surat al-Baqarah yang secara literal bermakna keselamatan semua pemeluk agama, namun setelah dilihat dari latar belakang turunnya, maksud ayat ini hanya berlaku di waktu sebelum nabi Muhammad diutus, namun mereka beriman kepada Allah dan beramal saleh. Contoh lain, ayat 93 al-Maidah yang secara literal membolehkan meminum dan memakan apa saja bagi orang yang bertakwa dan berbuat baik. Padahal, ayat tersebut menurut asba>b al-nuzul tertuju pada para orang Islam yang mati sebelum ayat pengharaman makanan tertentu turun.