Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Fenomena Sosial Pernikahan Dini di Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember Nadiratul Layli; Muhammad Suwignyo Prayogo
An-Nisa': Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v14i2.66

Abstract

Pernikahan dini merupakan suatu hal yang masih dianggap wajar, bahkan di Indonesia pernikahan dini telah menjadi fenomena sosial budaya yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Beberapa desa di Indonesia masih memberikan respon positif terhadap pernikahan dini. Padahal kita semua tahu bahwa banyak akibat negatif dari pernikahan dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab dan dampak yang terjadi akibat pernikahan dini, agar masyarakat dapat sadar dan berubah pikiran yang menganggap bahwa pernikahan dini adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Metode penyelesaian yang digunakan untuk mengatasi fenomena tersebut adalah dengan menggunakan metode pendidikan masyarakat. Faktor penyebab pernikahan dini adalah faktor diri sendiri, dimana karena mereka sudah saling mengenal dan mencintai akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan kejenjang pernikahan dan juga disebabkan faktor lingkungan yang masih menganggap pernikahan dini sebagai hal biasa. Serta berdampak pada putusnya sekolah, perceraian rumah tangga dan terjadinya kekerasan rumah tangga. Early marriage is something that is still considered normal, even in Indonesia, early marriage has become a socio-cultural phenomenon that has a major influence on the lives of Indonesian people. Several villages in Indonesia still give a positive response to early marriage. Yet we all know that there are many negative consequences of early marriage. Therefore, this study aims to examine the causes and impacts that occur due to early marriage, so that people can be aware and change their minds who think that early marriage is a natural thing to do. The settlement method used to overcome this phenomenon is to use the community education method. The factor that causes early marriage is the self factor, where because they already know and love each other they finally agree to continue the relationship at the marriage level and also due to environmental factors which still consider early marriage as normal. As well as having an impact on dropping out of school, household divorce and the occurrence of domestic violence.
PENINGKATAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS IV MATERI ENERGI BUNYI MELALUI METODE EKSPERIMEN DI MI NURUL ISLAM KALIBENDO Annida Zulfia Hanum; Muhammad Suwignyo Prayogo
AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2022): AKSELERASI : Jurnal Pendidikan Guru MI
Publisher : HMPS PGMI FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/akselerasi.v3i2.172

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in student learning activity through the experimental method in the science subject on sound energy. This research was conducted at MI Nurul Islam Kalibendo consisting of 26 students, 10 male students and 16 female students. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The data collected was analyzed descriptively qualitatively. The conclusion from this study is that the application of experimental learning can increase student learning activities in learning which has an impact on improving student learning outcomes as well. The things that support the increase in student activity are teachers who are more proficient in experimental learning on sound energy material so that they can explain, direct, and guide students well. Student learning activities increased, which was initially quite good. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui metode eksperimen pada mata pelajaran IPA materi energi bunyi. Penelitian ini dilaksanakan di MI Nurul Islam Kalibendo yang terdiri dari 26 siswa, 10 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, penerapan pembelajaran eksperimen dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa pula. Hal-hal yang mendukung peningkatan aktivitas siswa adalah guru lebih menguasai pembelajaran eksperimen pada materi energi bunyi sehingga dapat menjelaskan, mengarahkan, dan membimbing siswa dengan baik. Aktivitas belajar siswa meningkat yang semula cukup menjadi baik
Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Papan Pintar pada Materi Peran Fungi dalam Kehidupan Sehari-Hari di Kelas IV SD Agustin Krismawati; Lia Hikmatul Maula; Muhammad Suwignyo Prayogo
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i2.1745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu media pembelajaran IPA yang bernama Papan Pintar pada materi peran fungi dalam kehidupan sehari-hari di kelas IV. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Reserch and Development. Metode pengembangan mengacu pada model ADDIE. Subjek penelitian adalah kelas IV SDN Sempusari 02 Jember dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa yang terdiri dari 10 siswi perempuan dan 16 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa observasi berperan serta, wawancara, dan angket. Berdasarkan hasil uji coba dan analis penilaian dari ketiga ahli, kevalidan media pembelajaran papan pintar yang di kembangkan mendapatkan hasil uji kelayakan media papan pintar. Validasi media memperoleh skor 37 dengan rata-rata 4,63, validasi bahasa memperoleh skor 28 dengan rata-rata 4,13 dan validasi materi memperoleh skor 45 dengan rata-rata 4,5. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran papan pintar memenuhi kriteria valid. Nilai yang membuktikan kepraktisan media pembelajaran papan pintar pada materi peran fungi dalam kehidupan sehari-hari memenuhi ketentuan praktis dengan rata-rata 89,87%
Applying the Guess-the-Animal-Name Game Method in the IPAS Subject for Grade 3 at MI Nurul Islam Gedangmas, Randuagung Subdistrict Silfia Aisatun Maisiah; Adinda Shofiatul Hasanah; Muhammad Suwignyo Prayogo
IJIE International Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2023): List of Contents
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijie.v2i2.1917

Abstract

Learning through game-based methods is a crucial aspect of the learning process because it can create a dynamic learning environment, fostering an enjoyable, serious, and relaxed atmosphere. This research aims to implement the animal name-guessing game method as a teaching strategy in the IPAS subject for 3rd grade students at MI Nurul Islam. This game method is designed to enhance student engagement, reinforce understanding of animal concepts, and create a pleasant learning environment. The research adopts a qualitative approach to understand the phenomena related to the research subject in a natural context. Data sources encompass various types of information obtained by the researcher from the research subjects, who may act as respondents or informants. Data collection techniques include observation and interviews with teachers as the primary method to gather relevant information. Data analysis follows the model described by Miles and Huberman. The findings of this research indicate that the animal name guessing game method can be an effective alternative in improving IPAS learning in 3rd-grade classes at MI Nurul Islam. The implications of this research can serve as a guide for teachers and stakeholders in developing innovative and engaging teaching strategies to enrich students' learning experiences at the elementary education level.
Fenomena Sosial Pernikahan Dini di Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember Nadiratul Layli; Muhammad Suwignyo Prayogo
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 14 No. 2 (2021): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v14i2.66

Abstract

Pernikahan dini merupakan suatu hal yang masih dianggap wajar, bahkan di Indonesia pernikahan dini telah menjadi fenomena sosial budaya yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Beberapa desa di Indonesia masih memberikan respon positif terhadap pernikahan dini. Padahal kita semua tahu bahwa banyak akibat negatif dari pernikahan dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab dan dampak yang terjadi akibat pernikahan dini, agar masyarakat dapat sadar dan berubah pikiran yang menganggap bahwa pernikahan dini adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Metode penyelesaian yang digunakan untuk mengatasi fenomena tersebut adalah dengan menggunakan metode pendidikan masyarakat. Faktor penyebab pernikahan dini adalah faktor diri sendiri, dimana karena mereka sudah saling mengenal dan mencintai akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan kejenjang pernikahan dan juga disebabkan faktor lingkungan yang masih menganggap pernikahan dini sebagai hal biasa. Serta berdampak pada putusnya sekolah, perceraian rumah tangga dan terjadinya kekerasan rumah tangga. Early marriage is something that is still considered normal, even in Indonesia, early marriage has become a socio-cultural phenomenon that has a major influence on the lives of Indonesian people. Several villages in Indonesia still give a positive response to early marriage. Yet we all know that there are many negative consequences of early marriage. Therefore, this study aims to examine the causes and impacts that occur due to early marriage, so that people can be aware and change their minds who think that early marriage is a natural thing to do. The settlement method used to overcome this phenomenon is to use the community education method. The factor that causes early marriage is the self factor, where because they already know and love each other they finally agree to continue the relationship at the marriage level and also due to environmental factors which still consider early marriage as normal. As well as having an impact on dropping out of school, household divorce and the occurrence of domestic violence.
Kajian Pemanfaatan Pupuk Organik dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Hortikultura Siti Nabila Nur Annisa; Muhammad Suwignyo Prayogo
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.190

Abstract

Memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah dua tujuan strategis dari sektor pertanian hortikultura. Namun, produktivitas tanaman hortikultura masih menghadapi banyak tantangan, terutama karena ketergantungan pada penggunaan pupuk anorganik dalam jangka panjang, yang dapat menurunkan kesuburan tanah dan berdampak buruk pada lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura dan juga untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi seberapa efektif pupuk tersebut digunakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk melakukan penelitian literatur melalui penelusuran berbagai sumber literatur dari basis data ilmiah. Dalam proses ini, kriteria yang digunakan untuk memasukkan dan mengeluarkan publikasi juga dipertimbangkan, serta rentang waktu publikasi selama sepuluh tahun terakhir. Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, yang ditunjukkan dengan tanaman yang lebih besar, lebih banyak daun, dan lebih banyak hasil panen. Selain itu, pupuk organik memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara secara konsisten. Namun, pupuk organik kurang efektif dalam jangka pendek dibandingkan dengan pupuk anorganik, yang meningkatkan ketersediaan unsur hara lebih cepat. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga keseimbangan antara keduanya.
Integrating Islamic Values Into Science Instruction to Improve the Scientific Attitude and Character Development of Madrasah Ibtidaiyah Students Muhammad Suwignyo Prayogo; Siti Aminah; Norshariani Abd Rahman
Unnes Science Education Journal Vol. 15 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v15i1.42082

Abstract

Science learning in Madrasah Ibtidaiyah plays a strategic role in shaping students’ scientific attitudes while fostering character development aligned with Islamic values. However, science learning in many Islamic primary schools still tends to emphasize conceptual mastery rather than integrating moral and religious dimensions. Therefore, this study aims to: (1) analyze the implementation of integrating Islamic values into science learning, (2) examine its contribution to strengthening students’ scientific attitudes, and (3) describe its implications for the character development of Madrasah Ibtidaiyah students. This research employed a qualitative approach using a multi-site study design conducted at MI Miftahul Huda Mlokorejo Jember and MI Ar-Roudhoh Patrang Jember, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation studies involving ten key informants consisting of madrasah leaders, teachers, and students. The collected data were analyzed using an interactive qualitative analysis model involving data condensation, data display, and conclusion drawing, complemented by cross-site analysis. The results of the analysis reveal that the integration of Islamic values in science learning is implemented systematically through madrasah policies, instructional planning, and teachers’ pedagogical practices. This integration strengthens students’ scientific attitudes, particularly curiosity, scientific honesty, accuracy, and openness to evidence, while also supporting the development of religious character, discipline, responsibility, and social awareness. These findings highlight that integrating Islamic values into science learning provides a holistic pedagogical approach that connects scientific, moral, and spiritual dimensions in Islamic primary education.
MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR Hadiyatus Soi'mah; Muhammad Suwignyo Prayogo; Wahyu Lu’atul Azizah; Mujiah Indah Lestari
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.7379

Abstract

ABSTRACT The low achievement of science learning outcomes at the elementary school level indicates that students continue to face difficulties in understanding abstract subject matter. This situation underscores the need for innovation in the use of instructional media so that the teaching and learning process can become more concrete, engaging, and easier for students to understand. This study is intended to examine the extent to which the use of instructional media is effective in improving science learning outcomes. The investigation was conducted by combining a meta-analysis of five classroom action research articles with direct observation of sixth-grade students at SDN Tempurejo 01. Data collection was carried out through a review of scientific journals relevant to instructional media and the improvement of science learning outcomes, as well as through observation of learning activities utilizing concrete media in the form of miniature models of the Earth, Moon, and Sun. The findings indicate that the continuous use of instructional media is able to enhance students’ understanding of science concepts and promote active student engagement, as reflected in both previous research findings and field observations. Based on these overall findings, it can be concluded that the utilization of instructional media plays a strategic role in fostering more active, enjoyable, and meaningful science learning experiences for elementary school students. ABSTRAK Rendahnya capaian hasil belajar IPA di tingkat sekolah dasar mengindikasikan bahwa peserta didik masih menghadapi hambatan dalam memahami materi yang bersifat abstrak. Situasi tersebut menegaskan perlunya pembaruan dalam pemanfaatan media pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih konkret, menarik, serta mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Kajian dilakukan dengan memadukan meta-analisis terhadap lima artikel penelitian tindakan kelas dan observasi langsung terhadap siswa kelas VI di SDN Tempurejo 01. Pengumpulan data dilaksanakan melalui telaah jurnal ilmiah yang relevan dengan topik media pembelajaran dan peningkatan hasil belajar IPA, serta melalui pengamatan proses pembelajaran yang memanfaatkan media konkret berupa miniatur bumi, bulan, dan matahari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan media pembelajaran secara berkelanjutan mampu meningkatkan pemahaman konsep IPA dan mendorong keterlibatan aktif siswa, baik berdasarkan temuan penelitian sebelumnya maupun hasil observasi di lapangan. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembelajaran IPA yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Analisis Teoritis dan Kajian Literatur Penerapan Strategi Pembelajaran Problem Basic Learning Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Madrasah Ibtidaiyah Eka Dewi Puji Lestari; Muhammad Suwignyo Prayogo; Cahyaning Lintang Firdaus; Balqis Izzatus Zahwa
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i2.767

Abstract

Artikel ini mengulas secara mendalam penerapan strategi Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Madrasah Ibtidaiyah melalui pendekatan analisis teoretis dan telaah literatur ilmiah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literatur review dengan beberapa langkah sistematis, yaitu: (1) mengidentifikasi tema dan fokus kajian terkait penerapan PBL dalam pembelajaran IPA; (2) menelusuri dan mengumpulkan sumber-sumber relevan dari jurnal nasional maupun internasional, buku, serta publikasi ilmiah terbitan tahun 2020–2025; (3) menyaring literatur berdasarkan kredibilitas, kesesuaian topik, dan kontribusi teoretis; (4) melakukan analisis isi terhadap temuan utama masing-masing sumber; dan (5) menyintesis informasi untuk menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai efektivitas serta tantangan penerapan PBL di tingkat MI. Hasil telaah menunjukkan bahwa PBL berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep sains, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta partisipasi aktif peserta didik. Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip konstruktivistik yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa. Namun demikian, sejumlah kendala ditemukan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, serta kurangnya sarana pendukung pembelajaran. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa PBL merupakan strategi pembelajaran yang relevan, inovatif, dan efektif dalam menciptakan pengalaman belajar IPA yang bermakna bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah.
Penerapan Media Interaktif Berbasis Canva Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar: Literatur Review Nur Fadilla; Muhammad Suwignyo Prayogo; Riski Putri Nur Fadilah
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v4i2.189

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui peranan dari media video interaktif berbasis Canva pada Pembelajaran tematik terhadap hasil belajar di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan memakai metode deskriptif kualitataif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari melalui Google Scholar artikel- artikel di jurnal elektronik maupun publikasi lain. Data tersebut dianalisis dengan tiga tahap yaitu pengorganisasian, sintesis serta identifikasi. Pada pengaplikasian media ini ditemui beberapa kendala di dalam kelas, di antaranya; guru masih belum mengetahui bagaimana membuat desain di canva, kurang stabilnya sinyal serta terbatasnya sarana prasarana. Akan tetapi, kendala tersebut tidak menjadi hambatan. Pihak sekolah menyediakan sosialisasi atau pelatihan dan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai bagi para guru. Terdapat delapan artikel yang sesuai dengan tema kajian yang menyatakan bahwa  penerapan media interaktif Canva memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap hasil belajar siswa utamanya pada jenjang sekolah dasar.