Carmia Margaret
Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Jemaat Hosanna Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna spiritual atau makna literal? Carmia Margaret
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 11 No 2 (2022): Januari-Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v11i2.146

Abstract

Artikel ini berisi sebuah survei historis terhadap penekanan makna dalam hermeneutika biblika di era pra-modern (sebelum Pencerahan) dan modern (sejak Pencerahan). Interpretasi pra-modern lebih menekankan penemuan makna spiritual atau makna rohani dari teks dalam konteks kejemaatan, sementara penafsiran era-modern lebih menekankan penemuan makna historis dan literal melalui studi kritis yang ketat. Pergeseran ini terjadi karena adanya pergerakan sejarah menuju rasionalisme Pencerahan, keinginan untuk lepas dari bias lembaga otoritatif penafsiran mana pun, serta perpindahan konteks interpretasi dari gereja kepada akademi. Dikotomi penekanan makna pada masing-masing periode dapat dipahami berdasarkan intensi konteks dan zamannya, akan tetapi diperlukan sebuah pendekatan alternatif yang dapat menyeimbangkan keduanya.