Noh Ibrahim Boiliu
Universitas Kristen Indonesia, Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan pembelajaran pendidikan agama Kristen dengan teknologi pendidikan Nova Jelly Rungkat; Noh Ibrahim Boiliu; Djoys Aneke Rantung; Pricylia Elviera Rondo
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 11 No 2 (2022): Januari-Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v11i2.157

Abstract

Tujuan pembahasan artikel ini adalah untuk memberikan penjelasan yang rinci tentang hubungan pembelajaran PAK dan teknologi Pendidikan. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian literatur dimana penulis mengumpulkan berbagai literatur atau sumber sumber pustaka untuk menganalisis hal hal yang berhubungan dengan materi tentang pembelajaran PAK dan teknologi pendidikan. Pembelajaran PAK adalah interaksi antara guru dan peserta didik yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan media pembelajaran. Teknologi pendidikan adalah alat atau sarana yang digunakan dalam dunia pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan. Hasil analisis artikel ini menjelaskan bahwa teknologi pendidikan sangat diperlukan dalam pembelajaran PAK karena secara nyata teknologi pendidikan telah memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan mutu pembelajaran PAK.
Pragmatisme John Dewey dalam Praktik Pendidikan Agama Kristen Noh Ibrahim Boiliu
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 1: Maret 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v8i1.157

Abstract

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk berkehendak bebas. Kehendak bebas manusia memungkinkan manusia untuk mengembangkan diri dan dunianya. Proses mengembangkan diri dan dunia manusia, manusia harus mengasah kemampuan kognitifnya agar dapat mengusai alam dan mengembangkan kemampuan spritualnya agar tercipta masyarakat yang teratur. Pendidikan sebagai jalan untuk membawa manusia keluar dari “kegelapan berpikir”. Namun pada kenyataanya praktinya, manusia tidak bebas dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut karena ada berbagai pandangan tentang manusia dan proses keluar dari kegelapan berpikir. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kepustakaan. John Dewey, tokoh pragmatisme berpendapat bahwa pikiran-pikiran harus dieksekusi dalam tindakan. Realitas bukanlah abstrak melainkan riil. Setiap individu dapat berinteraksi dengan dunia sosial di mana mereka berada sebagai realitas yang riil, maka setiap individu dapat belajar dari pengalaman
YHWH Ekhad dalam Ulangan 6:4 sebagai Dasar Panggilan Pengajaran Monoteis Noh Ibrahim Boiliu
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 13 No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v13i1.211

Abstract

The issue of Deuteronomy 6:4, which includes the monotheistic creed of Shema Yisrael, is often interpreted solely in the context of monotheistic dogmatics. Deuteronomy 6:4 is not limited to the framework of monotheistic dogma but also has an educational and legal dimension that shapes the moral identity of Israel. This article is an attempt to develop the concept that within the teaching of monotheism lies an effort to form the moral and identity of believers. The article proposes the idea that the call "Hear, O Israel" reflects a rhetoric repeated in Deuteronomy, and the imperative verb "to hear" is considered a fundamental call to monotheistic dogma. Israel's response to this call is deemed crucial because listening to God is indicated by remaining faithful to monotheistic dogma and loving God wholeheartedly. The call to listen is conveyed to the new generation of Israel. The importance of listening and responding to this call is illustrated through the phrase "Shema Israel," which asks Israel to acknowledge that Yahweh is One. Yahweh Ekhad has an educational and legal role in shaping and affirming the moral identity of Israel by emphasizing the importance of teaching and observing the law in response to the call to listen. The relationship between monotheism, religious education, and moral identity in the context of Deuteronomy 6:4 emphasizes the importance of listening and responding to God's call as the foundation for obedience and realization of the monotheistic identity of Israel.