Yanto Sugiarto
Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRINSIP ALKITAB MENGENAI PERNIKAHAN, PERCERAIAN DAN PERNIKAHAN KEMBALI Yanto Sugiarto
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): Vol, 6 No.1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v6i1.72

Abstract

Pernikahan adalah penyatuan dua pribadi yang melibatkan bukan hanya dua pribadi yang berbeda tetapi juga keluarga masing-masing. Bukan pula hanya mendapatkan izin dari kedua orangtua, diberkati oleh pendeta, diakui oleh negara, tetapi juga direstui oleh Tuhan. Karena Tuhan sendiri yang mengijinkan dan memerintahkan: “sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Dalam perjalanan kehidupan pernikahan, seiring berjalannya waktu, akan muncul banyak masalah dan konflik diantara mereka. Pasangan yang dewasa, bijak, mau mengalah, dan bisa mencari solusi bersama akan cepat menyelesikan permasalahan mereka. Sebaliknya, bagi mereka yang egois, mau menang sendiri, tidak bisa menerima keadaan, sulit memaafkan kesalahan pasangannya, membiarkan masalah berlarut-larut sampai menjadi semakin memburuk, akhirnya banyak yang memilih untuk mengakhirinya dengan bercerai. Mereka yang bercerai, di kemudian hari berencana untuk menikah kembali dengan orang lain. Hal ini pasti menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat luas, gereja, dan dalam komunitas orang percaya secara luas. Itu sebabnya, setiap orang percaya, terlebih para pemimpin gereja, harus bisa memberikan jawaban dan solusi yang baik dan tepat, bukan sekedar dari buku-buku yang mereka pelajari, pendapat para ahli, atau pengalaman dan pelayanan mereka yang panjang, tetapi bagaimana Alkitab memberikan jawaban atas hal itu semua.