Revaldo Andika Pratama
Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RUSUNAWA PEKERJA PABRIK DI KAWASAN INDUSTRI TERBOYO SEMARANG Revaldo Andika Pratama
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kota Semarang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia sekaligus sebagai ibu kota provinsi dan pusat kegiatan bagi masyarakat di Jawa Tengah. Konsentrasi kegiatan di Kota Semarang terbagi menjadi beberapa sektor. Sektor unggul yang berperan dalam pembangunan ekonomi yaitu sektor industri, dimana sebagai salah satu faktor penarik dan pusat konsentrasi kegiatan. Terdapat beberapa lokasi kawasan industri yang tersebar di Kota Semarang salah satunya adalah Kawasan Industri Terboyo yang lokasinya berada di daerah pesisir utara Kota Semarang. Kawasan bisnis terpadu seluas 300 hektar ini memiliki sekitar 215 perusahaan baik skala kecil, sedang hingga besar dengan puluhan ribu pekerja. Pergerakan pulang pergi yang dilakukan para pekerja menimbulkan permasalahan tersendiri seperti kemacetan, berkurangnya waktu istirahat hingga mempengaruhi produktivitas para pekerja sehingga diperlukan tempat tinggal yang murah namun layak huni berupa rumah susun sederhana sewa yang dapat mengakomodasi para pekerja industri khususnya yang melakukan commuter atau menglaju. Rusunawa nantinya akan dirancang dengan 2 pendekatan yaitu arsitektur hijau sebagai konsep utama, sedangkan desain universal sebagai konsep pendukung yang sifatnya parsial atau sebagian. Pemilihan konsep arsitektur hijau dilatarbelakangi untuk menciptakan bangunan yang menghemat energi sehingga dapat menekan biaya sewa yang harus dibayarkan penghuni setiap bulannya. Pendekatan desain universal dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan hunian yang aksesibel dan dapat digunakan oleh semua orang dengan segala kemampuannya tanpa memerlukan adaptasi mengingat para pekerja industri tidak hanya seseorang dengan usia produktif atau remaja melainkan terdapat pula beberapa pekerja yang berusia lanjut serta penyandang disabilitas.