Jakarta merupakankotabesar di Indonesia yang memilikiperanpentingterhadappeningkatanekonomi negara. Sektor yang memberikankontribusiterbesarterhadapperekonomian Jakarta sebanyak 17% ialahsektorperdagangan, dimana salah satubentuksektorperdaganganadalahpusatperbelanjaan modern (mal). Selainberkontribusiterhadappeningkatanperekonomiankota, mal dapatmemberikanruangrekreasibagimasyarakat. Berkembangnya mal di Jakarta yang didominasi oleh konsep mal tertutup (enclosed mall) dirasabelummemenuhikebutuhanrekreasikarenamemilikikesanterpusat pada kegiatanberbelanjasaja. Oleh karenaitu, Jakarta membutuhkan mal dengankonsepberbeda yang yangdapatmemenuhiseluruhkebutuhan di satutempatdenganmemadukanruangterbukasebagaiwadahberinteraksi dan rekreasimasyarakat. Konsepcity walk mall dapatmenjadisolusidarifenomenatersebutkarenacity walk mall merupakanpusatperbelanjaandengan tata massabangunan yang berorientasi pada area pejalan kaki untukmemberikansuasanabaru dan kenyamananbagipejalan kaki. Pembangunan mal di Jakarta oleh pengembang juga didominasi oleh mal dengankonsep modern. Kota Jakarta mengalamimodernisasi dan mulaikehilanganjatidirinyasehinggacity walk mall yang berlokasi di Jakarta iniperlumencerminkanlokalitasbudayasetempat. Budayaasli dan etnik Jakarta denganjumlahpenduduk yang dominanialah Betawi. City walk mall denganpendekatanlokalitasbudaya Betawi akanmemilikidayatariktersendiri dan dapatmenarikwisatawanuntukberkunjung. Selainitu, pendekatantersebutmendukung program Pemerintah Kota Jakarta denganpelestarianbudaya Betawi sebagaitujuanutamanya.